FAKTOR PENGHAMBAT PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI RUMAH SAKIT
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.53188Keywords:
faktor penghambat, smk3, rumah sakitAbstract
Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan pilar krusial dalam sistem manajemen rumah sakit untuk menjamin perlindungan bagi pekerja, pasien, dan pengunjung. Meskipun regulasi telah ditetapkan, penerapan SMK3 di sektor kesehatan sering kali belum optimal akibat berbagai kendala struktural dan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai faktor penghambat implementasi SMK3 di rumah sakit melalui pendekatan systematic review. Metode penelitian dilakukan dengan menelusuri artikel relevan dari basis data Google Scholar dan PubMed menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan faktor penghambat SMK3 rumah sakit. Kriteria inklusi mencakup artikel teks penuh yang diterbitkan dalam rentang waktu tahun 2015 hingga 2025. Hasil analisis terhadap literatur yang terpilih menunjukkan adanya beberapa faktor determinan yang menghambat efektivitas SMK3. Faktor-faktor tersebut meliputi rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM), keterbatasan fasilitas dan sarana penunjang K3, serta lemahnya penegakan hukum (law enforcement) di internal organisasi. Selain itu, kurangnya sosialisasi dan pelatihan K3 yang berkelanjutan, tingkat upah serta jaminan sosial yang tidak memadai, hingga buruknya pengelolaan data dan informasi K3 turut memperburuk kondisi implementasi di lapangan. Temuan ini memberikan implikasi strategis bagi manajemen rumah sakit mengenai urgensi mengeliminasi faktor-faktor penghambat tersebut. Perbaikan yang terintegrasi sangat diperlukan agar penerapan SMK3 dapat berjalan secara optimal, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif di institusi pelayanan kesehatan.References
Aeni, H. F., Indragiri, S., Septiani, J. D., & Banowati, L. (2022). Hubungan Antara Faktor Penghambat SMK3 Dengan Implementasi Pelaksanaan SMK3. Jurnal Kesehatan, 13 (1), 40-49. Diakses dari https://www.researchgate.net/publication/362046939_HUBUNGAN_ANTARA_FAKTOR_PENGHAMBAT_SMK3_DENGAN_IMPLEMENTASI_PELAKSANAAN_SMK3
Aslam, N. (2023). Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (SMK3) DI Makassar Air Traffic Service Center (MATSC). Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin Makassar. Diakses dari https://repository.unhas.ac.id/id/eprint/35609/2/K011181342_skripsi_05-01-2024%201-2.pdf
Justiani, I., Ilyas, M., Sanuddin, S., & Zamli, Z. (2025). Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Perawat. An Idea Health Journal, 5(1), 97-103. Diakses dari http://ihj.ideajournal.id/index.php/IHJ/article/download/387/161
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2016 Tentang Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. Diakses dari https://peraturan.bpk.go.id/Details/114482/permenkes-no-66-tahun-2016
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2022). Profil Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Nasional Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Diakses dari https://satudata.kemnaker.go.id/satudata-public/2022/10/files/publikasi/1675652225177_Profil%2520K3%2520Nasional%25202022.pdf
Ningsih, S. (2018). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Implementasi Standar Manajemen K3 Di Rumah Sakit Umum Bina Kasih Medan Tahun 2017. The Indonesian Journal of Medical Laboratory, 1 (1), 1-13. Diakses dari https://ijml.jurnalsenior.com/index.php/ijml/article/view/6/5
Utami, A. T., Yuliaty, F., & Purwanda, E. (2024). Hubungan Antara Faktor Penghambat Dengan Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Di Rumah Sakit. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 3(6), 7385-7397. Diakses dari https://www.ulilalbabinstitute.id/index.php/J-CEKI/article/download/5434/4492/11315
Windarti, S., & Novela, N. A. (2021). Hubungan Antara Faktor Penghambat Dengan Realisasi Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja RSKD Dadi Provinsi Sul-Sel. Jurnal Penelitian Kesehatan Pelamonia Indonesia, 4(1), 69-76. Diakses dari https://scholar.google.com/citations?user=6laJ2WMAAAAJ&hl=id&oi=sra
World Health Organization. (2022). Occupational Health: Health Workers. Diakses dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/occupational-health--health-workers?utm_source=chatgpt.com
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ratih Ariska Anindita Boga, Defrima Haning, Luh Putu Ruliati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







