PERAN PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) TERHADAP KEBERHASILAN PENGOBATAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULIK KABUPATEN LAMANDAU

Authors

  • Yanti Masriani Sinaga 1Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Maju
  • Abdullah Syafei Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Maju

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.53186

Keywords:

Tuberkulosis paru, peran pengawas menelan obat (PMO), kepatuhan

Abstract

Penyakit tuberkulosis (TBC) adalah penyakit kronis menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk Indonesia. Angka kepatuhan minum obat pada penderita TBC di Puskesmas Bulik Kabupaten Lamandau belum memenuhi target nasional. WHO merekomendasikan strategi pengobatan DOTS, yaitu penderita minum obat dengan diawasi pengawas menelan obat (PMO). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran PMO terhadap keberhasilan pengobatan TB paru di wilayah kerja Puskesmas Bulik kabupaten Lamandau Tahun 2022 s/d 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan case control study. Populasi penelitian ini adalah pasien TBC yang mempunyai PMO di Puskesmas Bulik Kabupaten Lamandau. Sebanyak 66 responden dengan pembagian 33 orang responden sebagai sampel kasus dan 33 orang responden sebagai sampel kontrol. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pengawas minum obat dari keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Bulik Kab. Lamandau Tahun 2025. Dengan nilai p = 0,022 atau lebih kecil dari α = 0,05. Terdapat hubungan antara pengawas minum obat dari petugas kesehatan dengan kepatuhan minum obat pasien TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Bulik Kab. Lamandau Tahun 2025. Dengan nilai p = 0,003 atau lebih kecil dari α = 0,05. Hasil analisis didapatkan nilai Odd Ratio (OR) tertinggi yaitu 17,5, pada pemantauan minum obat oleh petugas kesehatan. Hal ini berarti pasien TB Paru yang mendapatkan pemantauan minum obat dari petugas kesehatan akan memiliki 17,5 kali kepatuhan lebih tinggi di bandingkan dengan pemantauan minum obat dari keluarga yang memiliki nilai odd Ratio (OR) 6,667

References

Awaliaturrohmah, H., Khodijah Parinduri, S., & Fatimah, R. (2023). Gambaran Pelaksanaan Pengawas Menelan Obat (PMO) terhadap Program Penanggulangan TB di Puskesmas Sukaraja Bogor Tahun 2020. PROMOTOR, 6(2), 100–103. https://doi.org/10.32832/pro.v6i2.206

Fitriani, D., & Ayuningtyas, G. (2019). Hubungan Antara Peran Keluarga Sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) Dengan Tingkat Kepatuhan Pasien TB Paru Terhadap Program Pengobatan di Wilayah Puskesmas Serpong 1 Kota Tangerang Selatan. Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 3(2), 17. https://doi.org/10.52031/edj.v3i2.3

Nurjanah, A., Rahmalia, F. Y., Paramesti, H. R., Laily, L. A., Pradani, F. K. P., Nisa, A. A., & Nugroho, E. (2022). Determinan Sosial Tuberculosis di Indonesia. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia, 3 (1) ((2022), 65–76. https://doi.org/10.15294/jppkmi.v3i1.61083

Organization, W. H. (2023, November 7). Global Tuberculosis Report 2023. World Health Organization. https://www.who.int/teams/global-programme-on-tuberculosis-and-lung-health/tb-reports/global-tuberculosis-report-2023

Pertiwi, D., & Kharin Herbawani, C. (2021). Pengaruh Pengawas Minum Obat Terhadap Keberhasilan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Paru: A Systematic Review. Jurnal Kesehatan Tambusai, 2(4), 168–175. https://doi.org/10.31004/jkt.v2i4.3036

Purnawinadi, I. G., & Lintang, I. J. (2020). Relationship Of Family Support With Adherence To Taking Medication Among Hypertensive Patients. Jurnal Skolastik Keperawatan, 6(1), 35–41. https://doi.org/10.35974/jsk.v6i1.2248

Qodir, A. (2021). Hubungan Self-Efficacy Dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Hipertensi. Media Husada Journal Of Nursing Science, 2(1), 13–21. https://doi.org/10.33475/mhjns.v1i2.26

Siallagan, A., Tumanggor, L. S., & Sihotang, M. (2023). Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberculosis Paru. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(3), 1199–1208. https://doi.org/10.37287/jppp.v5i3.1779

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan Kombinasi (Mixed Methods) (11th ed.). Alfabeta.

Suryana, I., & Nurhayati. (2021). Hubungan Antara Peran Pengawas Menelan Obat (PMO) Terhadap Kepatuhan Minum Obat Penderita TB Paru. Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice, Vol. 4(No. 2 (2021)). https://doi.org/https://doi.org/10.24853/ijnsp.v4i2.93-98

Syahza, A. (2021). Metodologi Penelitian. Unri Press.

Yanti, N. L. D., Jati, S. P., & Arso, S. P. (2025). Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Praktik Pengawas Minum Obat (PMO) Tuberkulosis Dalam Melaksanakan Tugasnya di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungmundu. MAHESA : Malahayati Health Student Journal, 5(8), 3648–3659. https://doi.org/10.33024/mahesa.v5i8.19223

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Sinaga, Y. M., & Syafei, A. (2025). PERAN PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) TERHADAP KEBERHASILAN PENGOBATAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULIK KABUPATEN LAMANDAU . PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 9(3), 9993–9999. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.53186