EVALUASI KEPATUHAN PENGISIAN FORMULIR STATUS GIZI DI EMR PADA PASIEN RAWATAN YANG MENJALANI PEMBEDAHAN DI RS ABC KAMPAR TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.53076Keywords:
Kepatuhan, Pembedahan, Rekam Medis Elektronik, Status GiziAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan dalam pengisian formulir status gizi pada Rekam Medis Elektronik (EMR) pasien pembedahan di RS ABC Kampar pada tahun 2025. Status gizi yang akurat merupakan komponen krusial dalam manajemen pasien bedah karena berpengaruh langsung terhadap prognosis, kecepatan pemulihan pasca operasi, dan risiko komplikasi. Menggunakan pendekatan mix-methods, penelitian ini menggabungkan analisis kuantitatif melalui audit dokumen terhadap sejumlah rekam medis pasien bedah dan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam kepada berbagai pihak terkait, termasuk dokter, perawat, ahli gizi, dan petugas rekam medis untuk memahami persepsi dan hambatan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan temuan yang signifikan: sekitar 72% formulir status gizi tidak diisi secara lengkap. Kekurangan data sangat mencolok pada informasi vital seperti tinggi badan dan berat badan, yang menghambat perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan penilaian risiko malnutrisi secara akurat. Faktor-faktor yang diidentifikasi menjadi penyebab utama rendahnya kepatuhan ini meliputi tidak adanya Prosedur Operasional Standar (SOP) yang mengatur alur dan tanggung jawab, desain antarmuka EMR yang tidak user-friendly, serta kurangnya sosialisasi mengenai pentingnya data tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi komprehensif diperlukan. Perbaikan pada sistem EMR dengan membuat field data penting menjadi wajib diisi, penyusunan SOP yang jelas, serta pelaksanaan pemantauan berkala diyakini dapat meningkatkan kualitas dokumentasi. Pada akhirnya, hal ini akan berdampak positif pada perencanaan nutrisi yang lebih baik dan mengurangi lama rawat inap (LOS) pasien.References
Ammik Ernawati, & Wiboworini, B. (2022). Evaluasi efektifitas malnutrition screening tool (MST) sebagai alat untuk menentukan risiko malnutrisi pada pasien geriatri. Media Gizi Indonesia, 19 (2), 127–135.
Damayanti, P. S., Adiputra, I. M. S., Agung, I. G., & Putra, N. (2025). Tantangan penerapan rekam medis elektronik (RME) berdasarkan regulasi Permenkes No. 24 Tahun 2022. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI), 9 (1), 47–55.
Erawantini, F., Agustina, E. A., Nuraini, N., Dora, R., & Dewi, C. (2022). Faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat inap di rumah sakit. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI), 10 (1), 94–104.
Fitria, I. J. (2023). Efektivitas dan efisiensi pelayanan kesehatan pada puskesmas DTP Gununghalu. Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi, 4 (1), 10–18.
Harti, L. B., Dini, C. Y., & Fatoni, A. Z. (2024). Pengaruh nutritional support terhadap luaran klinis pada pasien intensive care unit. Amerta Nutrition Journal, 8 (2), 328–334. https://doi.org/10.20473/amnt.v8i2.2024.328-334
Haryawan, I. G. A., Prihastini, K. A., & Cahaya, N. (2023). The relationship of lighting and visibility to the concentration level of students in classrooms at Universitas Bali Internasional, Bali, Indonesia. Journal of Physics: Conference Series, 2585 (1), 012056.
Ija, M., & Makhmudi, A. (2010). Status gizi pasien bedah mayor preoperasi berpengaruh terhadap penyembuhan luka dan lama rawat inap pascaoperasi di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Majalah Kedokteran Gigi, 44 (1), 31–36.
Ismail, N. R. (2025). Monitoring status gizi ibu hamil dan balita di wilayah kerja puskesmas. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 6 (1), 13933–13936.
Izza, A. A. L., Lailiyah, S., & Izza, A. A. (2024). Kajian literatur: Gambaran implementasi rekam medis elektronik di rumah sakit Indonesia berdasarkan Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI), 13 (3), 549–562.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Pedoman pelayanan gizi rumah sakit (PGRS-2013). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis.
Kurniawan, A., Saryadi, S., Dyah, L., & Arini, D. (2025). Dampak implementasi rekam medis elektronik terhadap mutu pelayanan rumah sakit. Jurnal Sains dan Teknologi Informasi (JASTI), 5 (1), 20-27.
Kusumastuty, I. (2023). Hubungan antara status gizi dengan lama rawat inap pada pasien diabetes melitus tipe 2 di instalasi rawat inap I ilmu penyakit dalam RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Majalah Kesehatan, 8 (1). https://doi.org/10.21776/ub.majalahkesehatan.2021.008.01.5
Kuziemsky, C. E. (2023). The role of human and organizational factors in the pursuit of one digital health. Yearbook of Medical Informatics, 32 (1), 201–209.
Lestari, L. Y. (2020). Implementasi rekam medis elektronik melalui SIKDA di UPTD Puskesmas Sukarasa Kota Bandung. Jurnal Sistem Informasi (JUSI), 9 (2), 912–918.
Meirina Darmastuti, & B. H. (2023). Problem-solving cycle analysis in finance department of hospital. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 11 (1), 20–29.
Mikraj, A. L., & Fauzi, M. R. (2024). Tantangan dan solusi administrasi kesehatan di era digital (Tinjauan literature review atas implementasi teknologi). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13 (1), 1093–1103.
Muslim, S., Rusdi, A. J., & Agustina, E. (2025). Analisis kuantitatif kelengkapan pengisisan RME di rumah sakit X Banyuwangi. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI), 14 (2), 12032–12038.
Nasution, I. S., Zuliana, M. A., Halimah, R., & Fitri, D. H. (2025). Penerapan problem solving cycle dalam perencanaan intervensi perilaku kesehatan: Analisis situasi berbasis data sekunder. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14 (1), 589-595.
Nurmansyah, M. I. (2018). Arsip kesehatan masyarakat (Vol. 3). Deepublish.
Prabandari, R. B., & N. M. P. (2024). Gambaran tingkat kepatuhan pada karyawan instalasi gizi rumah sakit X terhadap program service excellence. Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi, 23 (1), 54–63. https://doi.org/10.24167/psidim.v23i1.11563
Sari, I. P., Indah, W., Ningsih, F., & Arinda, D. F. (2022). Skrining dan konseling gizi rutin dapat meningkatan kewaspadaan terhadap penyakit degeneratif. Humanis, 3 (1), 1–13. https://doi.org/10.32539/Hummed.V3I1.74
Sriantara, K. E., & Agustana, P. (2023). Manajemen instalasi gizi dalam rangka pemenuhan gizi pasien di rumah sakit umum daerah kabupaten Buleleng. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi (JMPF), 15 (1), 31–49.
Sugiart, P., Purnami, C. T., & Jati, S. P. (2024). Supporting and inhibiting factors in implementing electronic medical records (EMR) policy in Indonesia. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI), 13 (3), 549–562.
Sulistyoadi, Djamaludin, R., Sutha, D. W., & Setiawan, M. Y. (2025). Analisis kebutuhan sistem informasi manajemen terintegrasi berbasis web pada puskesmas di kota Ternate. Indonesian Journal of Health Information Management Service, 5 (1), 15-24.
Tjiphanata, R., & Tumewu, F. J. (2024). Analysis of total quality management implementation at Maria Walanda Maramis regional general hospital. Jurnal EMBA, 12 (1), 521–531.
Triwahyu, S., & Alamsyah, A. (2013). Metode skrining gizi di rumah sakit dengan MST lebih efektif dibandingkan SGA. Media Gizi Indonesia, 28 (1), 68–71.
Wijayanti, R. A., Dora, R., Dewi, C., & Nuraini, N. (2025). Pendampingan optimalisasi manajemen asuhan gizi pasien melalui penerapan electronic medical record (EMR) dengan QR code dan whatsapp bot di NCC. Sejagat: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2 (2), 51–56. https://doi.org/10.25047/sejagat.v2i2.6343
Yenni, F., Purba, M. B., Syauqy, A., Muis, S. F., & Noer, E. R. (2024). Hubungan mutu asuhan gizi dengan lama rawat inap pasien di rumah sakit Islam Ibnu Sina Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Kesehatan, 13 (1), 69–80.
Yusuf, Y., & Astiena, A. K. (2022). Pengisian rekam medis dan faktor-faktor yang memengaruhinya di RSUD dr Rasidin Padang. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI), 7 (2), 359–368.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rosi Amalia, Ahmad Hanafi, Nofiyadi Nofiyadi, Kamali Zaman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







