HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN DISMENORE PRIMER PADA SISWI KELAS XI DAN XII SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 SINGARAJA
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.52987Keywords:
Dismenore Primer, Remaja, Tingkat StresAbstract
Dismenore primer adalah kondisi umum yang ditandai dengan nyeri haid pada remaja putri. Kondisi ini mempengaruhi 45% hingga 95% siswi SMA dan dapat mengganggu konsentrasi, menurunkan kehadiran di sekolah, dan mengurangi partisipasi dalam aktivitas ekstrakurikuler. Stres dapat memperburuk kondisi ini dengan mengaktifkan sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA), yang meningkatkan kadar kortisol dan mengganggu hormon reproduksi (LH, FSH, progesteron). Ketidakseimbangan hormon ini yang nantinya akan merangsang produksi prostaglandin. Peningkatan prostaglandin menyebabkan kontraksi uterus yang lebih kuat, iskemia lokal, dan respons nyeri yang intens di daerah perut bagian bawah saat haid. Meskipun penelitian sebelumnya menunjukkan adanya hubungan antara stres dan dismenore, tingkat hubungan ini bervariasi dan stres sekolah tampaknya memiliki dampak khusus. Studi cross-sectional ini meneliti hubungan antara stres dan dismenore primer pada 60 siswi (kelas XI-XII) SMA Negeri 1 Singaraja, yang dipilih melalui simple random sampling. Stres diukur menggunakan alat DASS-42 dan tingkat keparahan dismenore diukur menggunakan skor WaLIDD, kemudian analisis dilakukan menggunakan korelasi Spearman dalam SPSS 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62% peserta menderita dismenore primer tingkat stres sedang hingga tinggi, dengan stres berkorelasi positif dan moderat dengan dismenore (ρ = 0,520, p < 0,001). Oleh karena itu, implementasi program manajemen stres, edukasi kesehatan reproduksi, dan penelitian lanjutan diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan siswi.References
Adinda Aprilia, T., Noor Prastia, T., & Saputra Nasution, A. (2022). Hubungan Aktivitas Fisik, Status Gizi dan Tingkat Stres dengan Kejadian Dismenore pada Mahasiswi di Kota Bogor. PROMOTOR, 5(3), 296–309. https://doi.org/10.32832/pro.v5i3.6171
Artawan, I. P., Adianta, I. K. A., & Damayanti, I. A. M. (2022). Hubungan Nyeri Haid (Dismenore Primer) dengan Kualitas Tidur pada Mahasiswi Sarjana Keperawatan Tingkat IV ITEKES Bali Tahun 2022. JURNAL RISET KESEHATAN NASIONAL, 6(2).
Aulya, Y., Kundaryanti, R., & Apriani, R. (2021). Hubungan Usia Menarche dan Konsumsi Makanan Cepat Saji dengan Kejadian Dismenore Primer pada Siswi di Jakarta Tahun 2021. Jurnal Menara Medika, 4(1).
Fadjriyaty, T., & Samaria, D. (2021). Hubungan Tingkat Stres dan Aktivitas Fisik dengan Dismenorea di Masa Pandemi COVID-19. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, 17(3), 208. https://doi.org/10.26753/jikk.v17i3.551
Fasya, A., Arjita, I. P. D., Pratiwi, M. R. A., & Andika, I. B. Y. (2022). Hubungan Aktivitas Fisik dan Tingkat Stres dengan Kejadian Dismenorea Primer pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 12(3), 511–526.
Feronika, A. (2022). Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Dismenorea pada Mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Hidayati, L. N., & Harsono, M. (2021). Tinjauan Literatur Mengenai Stres dalam Organisasi. https://api.semanticscholar.org/CorpusID:234858413
Karout, S., Soubra, L., Rahme, D., Karout, L., Khojah, H. M. J., & Itani, R. (2021). Prevalence, risk factors, and management practices of primary dysmenorrhea among young females. BMC Women’s Health, 21(1), 392. https://doi.org/10.1186/s12905-021-01532-w
Mbiydzenyuy, N. E., & Qulu, L. A. (2024). Stress, hypothalamic-pituitary-adrenal axis, hypothalamic-pituitary-gonadal axis, and aggression. Metabolic Brain Disease, 39, 1613–1636. https://doi.org/10.1007/s11011-024-01393-w
Mika Agustiana, O., Riniasih, W., Sukmayadi, & Fatchulloh. (2024). Pengaruh Joging terhadap Penurunan Tingkat Stres pada Remaja SMAN 1 Toroh. Journal of TSCS1Kep, 9(1), 2775–0345. http://ejournal.annurpurwodadi.ac.id/index.php/TSCS1Kep
NST, R. H., Mukhtar, D. Y., & Dewi, I. S. (2022). Peran Dukungan Sosial terhadap Reaksi Stres Akademik pada Mahasiswi Baru Pasca Pandemik. Urnal Psikologi Konseling, 21(2).
Sulistiani, E. D., Fitriani, R. K., Kholifatullah, A. I., Imania, M. F. N., & Salim, L. A. (2023). Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Dismenore Primer pada Remaja di Kabupaten Ponorogo, Indonesia: Studi Cross-Sectional. Journal of Community Mental Health and Public Policy, 5(2), 83–90. https://doi.org/10.51602/cmhp.v5i2.95
Sulymbona, N., Rohim, A., & K, A. M. (2023). Hubungan antara Tingkat Stres dengan Kejadian Dismenorea pada Remaja Putri Kelas XII di SMA Negeri 1 Kuningan. Journal of Midwifery and Nursing Studies, 5(2). https://e-journal.aktabe.ac.id/index.php/jmns/article/view/116/101
Syah Putra, A., Pisceski, N., Saputra, K., Noviardi, N., & Ismawati, I. (2024). Analisis Faktor Risiko Dismenore Primer dan Dismenore Sekunder pada Mahasiswi. Jurnal Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 34(1).
Taqiyah, Y., Jama, F., & Najihah. (2022). Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Dismenore Primer. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 17(1), 2302–2531.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Made Teja Prabhawa Dena, Ni Luh Kadek Alit Arsani, Ni Putu Dewi Sri Wahyuni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







