HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN DISMENORE PRIMER PADA SISWI KELAS XI DAN XII SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 SINGARAJA

Authors

  • Made Teja Prabhawa Dena Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Pendidikan Ganesha Jalan Udayana Nomor 11 Singaraja, Bali 81116
  • Ni Luh Kadek Alit Arsani Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Pendidikan Ganesha Jalan Udayana Nomor 11 Singaraja, Bali 81116
  • Ni Putu Dewi Sri Wahyuni Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Pendidikan Ganesha Jalan Udayana Nomor 11 Singaraja, Bali 81116

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.52987

Keywords:

Dismenore Primer, Remaja, Tingkat Stres

Abstract

Dismenore primer adalah kondisi umum yang ditandai dengan nyeri haid pada remaja putri. Kondisi ini mempengaruhi 45% hingga 95% siswi SMA dan dapat mengganggu konsentrasi, menurunkan kehadiran di sekolah, dan mengurangi partisipasi dalam aktivitas ekstrakurikuler. Stres dapat memperburuk kondisi ini dengan mengaktifkan sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA), yang meningkatkan kadar kortisol dan mengganggu hormon reproduksi (LH, FSH, progesteron). Ketidakseimbangan hormon ini yang nantinya akan merangsang produksi prostaglandin. Peningkatan prostaglandin menyebabkan kontraksi uterus yang lebih kuat, iskemia lokal, dan respons nyeri yang intens di daerah perut bagian bawah saat haid. Meskipun penelitian sebelumnya menunjukkan adanya hubungan antara stres dan dismenore, tingkat hubungan ini bervariasi dan stres sekolah tampaknya memiliki dampak khusus. Studi cross-sectional ini meneliti hubungan antara stres dan dismenore primer pada 60 siswi (kelas XI-XII) SMA Negeri 1 Singaraja, yang dipilih melalui simple random sampling. Stres diukur menggunakan alat DASS-42 dan tingkat keparahan dismenore diukur menggunakan skor WaLIDD, kemudian analisis dilakukan menggunakan korelasi Spearman dalam SPSS 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62% peserta menderita dismenore primer tingkat stres sedang hingga tinggi, dengan stres berkorelasi positif dan moderat dengan dismenore (ρ = 0,520, p < 0,001). Oleh karena itu, implementasi program manajemen stres, edukasi kesehatan reproduksi, dan penelitian lanjutan diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan siswi.

References

Adinda Aprilia, T., Noor Prastia, T., & Saputra Nasution, A. (2022). Hubungan Aktivitas Fisik, Status Gizi dan Tingkat Stres dengan Kejadian Dismenore pada Mahasiswi di Kota Bogor. PROMOTOR, 5(3), 296–309. https://doi.org/10.32832/pro.v5i3.6171

Artawan, I. P., Adianta, I. K. A., & Damayanti, I. A. M. (2022). Hubungan Nyeri Haid (Dismenore Primer) dengan Kualitas Tidur pada Mahasiswi Sarjana Keperawatan Tingkat IV ITEKES Bali Tahun 2022. JURNAL RISET KESEHATAN NASIONAL, 6(2).

Aulya, Y., Kundaryanti, R., & Apriani, R. (2021). Hubungan Usia Menarche dan Konsumsi Makanan Cepat Saji dengan Kejadian Dismenore Primer pada Siswi di Jakarta Tahun 2021. Jurnal Menara Medika, 4(1).

Fadjriyaty, T., & Samaria, D. (2021). Hubungan Tingkat Stres dan Aktivitas Fisik dengan Dismenorea di Masa Pandemi COVID-19. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, 17(3), 208. https://doi.org/10.26753/jikk.v17i3.551

Fasya, A., Arjita, I. P. D., Pratiwi, M. R. A., & Andika, I. B. Y. (2022). Hubungan Aktivitas Fisik dan Tingkat Stres dengan Kejadian Dismenorea Primer pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 12(3), 511–526.

Feronika, A. (2022). Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Dismenorea pada Mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Hidayati, L. N., & Harsono, M. (2021). Tinjauan Literatur Mengenai Stres dalam Organisasi. https://api.semanticscholar.org/CorpusID:234858413

Karout, S., Soubra, L., Rahme, D., Karout, L., Khojah, H. M. J., & Itani, R. (2021). Prevalence, risk factors, and management practices of primary dysmenorrhea among young females. BMC Women’s Health, 21(1), 392. https://doi.org/10.1186/s12905-021-01532-w

Mbiydzenyuy, N. E., & Qulu, L. A. (2024). Stress, hypothalamic-pituitary-adrenal axis, hypothalamic-pituitary-gonadal axis, and aggression. Metabolic Brain Disease, 39, 1613–1636. https://doi.org/10.1007/s11011-024-01393-w

Mika Agustiana, O., Riniasih, W., Sukmayadi, & Fatchulloh. (2024). Pengaruh Joging terhadap Penurunan Tingkat Stres pada Remaja SMAN 1 Toroh. Journal of TSCS1Kep, 9(1), 2775–0345. http://ejournal.annurpurwodadi.ac.id/index.php/TSCS1Kep

NST, R. H., Mukhtar, D. Y., & Dewi, I. S. (2022). Peran Dukungan Sosial terhadap Reaksi Stres Akademik pada Mahasiswi Baru Pasca Pandemik. Urnal Psikologi Konseling, 21(2).

Sulistiani, E. D., Fitriani, R. K., Kholifatullah, A. I., Imania, M. F. N., & Salim, L. A. (2023). Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Dismenore Primer pada Remaja di Kabupaten Ponorogo, Indonesia: Studi Cross-Sectional. Journal of Community Mental Health and Public Policy, 5(2), 83–90. https://doi.org/10.51602/cmhp.v5i2.95

Sulymbona, N., Rohim, A., & K, A. M. (2023). Hubungan antara Tingkat Stres dengan Kejadian Dismenorea pada Remaja Putri Kelas XII di SMA Negeri 1 Kuningan. Journal of Midwifery and Nursing Studies, 5(2). https://e-journal.aktabe.ac.id/index.php/jmns/article/view/116/101

Syah Putra, A., Pisceski, N., Saputra, K., Noviardi, N., & Ismawati, I. (2024). Analisis Faktor Risiko Dismenore Primer dan Dismenore Sekunder pada Mahasiswi. Jurnal Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 34(1).

Taqiyah, Y., Jama, F., & Najihah. (2022). Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Dismenore Primer. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 17(1), 2302–2531.

Downloads

Published

2025-12-27

How to Cite

Dena, M. T. P., Arsani, N. L. K. A., & Wahyuni, N. P. D. S. (2025). HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN DISMENORE PRIMER PADA SISWI KELAS XI DAN XII SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 SINGARAJA. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 9(3), 9270–9276. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.52987