INTERVENSI PEMBERIAN ASAM LEMAK OMEGA-3 TERHADAP PAPARAN SAKIT ANAK UNDERWEIGHT USIA 12-36 BULAN DI KELURAHAN OEPURA
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.52897Keywords:
Anak balita, frekuensiAbstract
Masalah gizi kurang (underweight) pada anak usia 12–36 bulan merupakan isu kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di wilayah kerja Puskesmas Sikumana, Kelurahan Oepura, Kota Kupang, yang memiliki prevalensi underweight cukup tinggi. Anak underweight lebih rentan terhadap penyakit infeksi seperti ISPA dan diare akibat lemahnya sistem imun. Asam lemak omega-3, khususnya EPA dan DHA, diketahui berperan dalam modulasi imun dan proses antiinflamasi sehingga berpotensi menurunkan frekuensi sakit dan memperbaiki status gizi anak. Penelitian ini merupakan quasi experimental design dengan dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan (n=10) yang diberikan suplementasi omega-3 selama 30 hari dan kelompok kontrol (n=10) tanpa pemberian suplementasi. Parameter yang diamati meliputi frekuensi sakit, konsumsi energi, dan berat badan, baik pada awal maupun akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan pemberian omega-3 terhadap penurunan frekuensi sakit (p=0.000), peningkatan konsumsi zat gizi makro (p=0.004), serta peningkatan berat badan anak underweight (p=0.002). Sebagian besar anak pada kelompok perlakuan mengalami perbaikan status gizi menjadi normal (90%), sedangkan pada kelompok kontrol sebagian besar tetap berada pada kategori kurang gizi (80%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian asam lemak omega-3 efektif meningkatkan imunitas, memperbaiki kondisi gizi, dan menurunkan frekuensi sakit pada anak underweight usia 12–36 bulan. Intervensi ini direkomendasikan sebagai strategi tambahan dalam upaya penanggulangan masalah gizi kurang pada balita di wilayah kerja puskesmas.References
Aramico, B., Sudargo, T., & Susilo, J. (2016). Hubungan sosial ekonomi, pola asuh, pola makan dengan stunting pada siswa sekolah dasar di Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah. Jurnal Gizi Dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics), 1(3), 121. https://doi.org/10.21927/ijnd.2013.1(3).121-130
Aramico et al., 2016; Arini & Firdaus, 2019; Azmy & Mundiastuti, 2018; Lestari, 2022; Melva Diana, 2013; Pijaryani, 2018; Rahmawati et al., 2020; Rusliani et al., 2022
Arini, L. D. D., & Firdaus, E. N. (2019). Pengaruh Asupan DHA Dan Protein Pada Ibu Hamil Terhadap Berat Badan Dan Panjang Janin. Prosiding Call For Paper SMIKNAS, 70–77.
Azmy, U., & Mundiastuti, L. (2018). Konsumsi Zat Gizi pada Balita Stunting dan Non- Stunting di Kabupaten Bangkalan Nutrients Consumption of Stunted and Non-Stunted Children in Bangkalan. Amerta Nutrition, 292–298. https://doi.org/10.20473/amnt.v2.i3.2018.292-298.
Chusniah Rachmawati, W. (2019) Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. 1st edn. Malang: Wineka Media.
Hidayah, N., & Marwan, M. (2020). Upaya Pemberdayaan Masyarakat Dalam Menciptakan Generasi Milenial Sadar Gizi Yang Bebas Stunting Melalui Kegiatan 1000 HPK. Journal of Community Engagement in Health, 3(1), 86–93. https://doi.org/10.30994/jceh.v3i1.41
Lestari, A. (2022). Faktor Risiko Kurang Energi Kronis pada Ibu Hamil di Puskesmas Gunungpati. Sport and Nutrition Journal, 3(2), 1–13. https://doi.org/10.15294/spnj.v3i2.47885
Melva Diana, F. (2013). Omega 3 Dan Kecerdasan Anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 7(2), 82–88. https://doi.org/10.24893/jkma.v7i2.113
Notoatmodjo, S. (2012) Metodologi Penelitian Kesehatan. 2nd edn. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Pijaryani, I. (2018). Hubungan Asupan Protein, Omega 3, Omega 6 Dan Zink Terhadap Tumbuh Kembang Balita. Jurnal Media Kesehatan, 7(2), 150–156. https://doi.org/10.33088/jmk.v7i2.239
Rahmawati, L. A., Ranggauni Hardy, F., & Anggraeni, A. (2020). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stunting Sangat Pendek dan Pendek pada Anak Usia 24-59 Bulan di Kecamatan Sawah Besar. JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat, 12(2), 68–78. https://doi.org/10.52022/jikm.v12i2.36
Rusliani, N., Hidayani, W. R., & Sulistyoningsih, H. (2022). Literature Review: Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita. Buletin Ilmu Kebidanan Dan Keperawatan, 1(01), 32–40. https://doi.org/10.56741/bikk.v1i01.39
Septiana, T., Rahmiati, B. F., & Jauhari, M. T. (2022). Pengaruh Nugget Ikan Kakap Terhadap Perubahan Tinggi Badan Balita Stunting Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Puskesmas Alas. Nutriology : Jurnal Pangan,Gizi,Kesehatan, 3(1), 10–17. https://doi.org/10.30812/nutriology.v3i1.1994
Sugiyono,(2015) Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung:Alfabeta Simopoulos, A. P. (2002). Omega-3 fatty acids in inflammation and autoimmune diseases. The Journal of the American College of Nutrition, 21(6), 495-505
Victora, C. G., Adair, L., Fall, C., Hallal, P. C., Martorell, R., Richter, L. M., & Sachdev, H.S. (2008). Maternal and child undernutrition: consequences for adult health and human capital. The Lancet, 371(9609), 340-357.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Yohana Taek, Lewi Jutomo, Marselinus Laga Nur

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







