POLA MAKAN REMAJA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KOLESTEROL : STUDI TENTANG KONSUMSI FAST FOOD DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI BANDUNG, INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.52868Keywords:
Indonesia, kadar kolesterol, kebiasaan makan, konsumsi fast food, profil lipid, remaja putri, risiko kardiovaskularAbstract
Kesehatan remaja sangat dipengaruhi oleh pola makan, dan konsumsi fast food menjadi perhatian utama karena kaitannya dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk peningkatan kadar kolesterol yang berdampak pada kesehatan kardiovaskular jangka panjang. Meningkatnya prevalensi konsumsi fast food di kalangan remaja putri di Indonesia menimbulkan pertanyaan mengenai dampaknya terhadap profil lipid. Penelitian ini bertujuan menyelidiki hubungan antara konsumsi fast food dan kadar kolesterol pada siswi Sekolah Menengah Pertama di Bandung, Indonesia, untuk memberikan gambaran mengenai pengaruh pilihan diet terhadap status lipid pada kelompok ini. Penelitian menggunakan desain potong lintang melibatkan 150 siswi dari empat sekolah yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang menilai kebiasaan makan, terutama frekuensi dan jenis fast food yang dikonsumsi. Kadar kolesterol serum diukur melalui analisis laboratorium standar menggunakan sampel darah peserta. Analisis statistik dilakukan menggunakan koefisien korelasi Pearson, dengan pengendalian variabel pembaur seperti usia, aktivitas fisik, dan pola makan umum. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif signifikan antara frekuensi konsumsi fast food dan kadar kolesterol serum (p < 0,05). Siswi yang mengonsumsi fast food lebih dari tiga kali per minggu memiliki kadar kolesterol sekitar 20% lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya. Temuan ini mengindikasikan bahwa konsumsi fast food yang sering merupakan faktor risiko penting terhadap peningkatan kadar kolesterol pada remaja putri.Interpretasi hasil menegaskan bahwa kandungan lemak, gula, dan garam yang tinggi dalam fast food berkontribusi pada ketidakseimbangan lipid.References
Altamimi, J. Z., Alfaris, N. A., Alshwaiyat, N. M., Alkhalidy, H., Alkehayez, N. M., Alsemari, M. A., & Alagal, R. I. (2023). Prevalensi konsumsi makanan cepat saji pada populasi pria paruh baya multietnis dan hubungannya dengan faktor sosial demografis serta obesitas. Medicine (United States), 102(15), E33555. https://doi.org/10.1097/MD.0000000000033555
Artanto, A., Tanzila, R. A., & Delvia, F. (2023). Analisis hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dengan kadar kolesterol total pada pegawai di salah satu fakultas kedokteran. International Journal of Progressive Sciences and Technologies (IJPSAT), 36(2), 62–66.
Bakhtiar, H. S., Nasir, S., & Thaha, R. M. (2024). Model keyakinan kesehatan pada perilaku konsumsi makanan cepat saji di kalangan remaja. International Journal of Chemical and Biochemical Sciences, 25(14), 214–219.
Briawan, D., Khomsan, A., Alfiah, E., Nasution, Z., & Putri, P. A. (2023). Preferensi dan konsumsi makanan tradisional serta makanan cepat saji di kalangan remaja Indonesia. Food Research, 7(4), 211–226. https://doi.org/10.26656/fr.2017.7(4).156
Nyangoya, D., & Attoni, R. (2023). Makanan cepat saji dan dampaknya terhadap remaja di Kota Cachoeiro De Itapemirim–Espirito Santo, Brasil. International Journal of Research and Innovation in Social Science (IJRISS), VII(IX), 308–326.
Huzar, T. (2023). Apakah makanan cepat saji berbahaya? Semua yang perlu diketahui tentang kandungan nutrisi dan dampaknya terhadap kesehatan jangka pendek dan jangka panjang. Medical News Today.
Jaworowska, A., Blackham, T., Davies, I. G., & Stevenson, L. (2023). Tantangan nutrisi dan implikasi kesehatan dari makanan takeaway dan makanan cepat saji. Nutrition Reviews, 71(5), 310–318. https://doi.org/10.1111/nure.12031
Ufholz, K., & Werner, J. J. (2023). Korelasi sosial dan demografis konsumsi makanan cepat saji: Tinjauan temuan terbaru di Amerika Serikat dan seluruh dunia. Clinical Research in Cardiology, 17, 233–243. https://doi.org/10.1007/s12170-023-00730-5
Khanooja, R. (2020). Dampak makanan cepat saji terhadap status gizi remaja. 6(3), 381–383.
Li, L., Sun, N., Zhang, L., Xu, G., Liu, J., Hu, J., Zhang, Z., Lou, J., Deng, H., Shen, Z., & Han, L. (2020). Konsumsi makanan cepat saji pada remaja usia 12–15 tahun di 54 negara berpenghasilan rendah dan menengah. Global Health Action, 13(1). https://doi.org/10.1080/16549716.2020.1795438
Moore Heslin, A., & McNulty, B. (2023). Nutrisi dan kesehatan remaja: Karakteristik, faktor risiko, dan peluang pada tahap kehidupan yang sering terabaikan. Proceedings of the Nutrition Society, 142–156. https://doi.org/10.1017/S0029665123002689
Njonge, T. (2023). Pengaruh kesejahteraan psikologis dan faktor sekolah terhadap perilaku delinkuen selama periode COVID-19 di sekolah menengah di Nakuru County, Kenya. International Journal of Research and Innovation in Social Science, VII(2454), 1175–1189. https://doi.org/10.47772/IJRISS
Nurhayati, H.-W. (2023). Tren makanan di Indonesia – Statistik dan fakta. Statista.
Odegaard, A. O., Koh, W. P., Yuan, J. M., Gross, M. D., & Pereira, M. A. (2012). Konsumsi makanan cepat saji gaya Barat dan risiko kardiometabolik di negara Asia. Circulation, 126(2), 182–188. https://doi.org/10.1161/CIRCULATIONAHA.111.084004
Saraswati Bakhtiar, H., Nasir, S., & Thaha, R. M. (2024). Model keyakinan kesehatan pada perilaku konsumsi makanan cepat saji di kalangan remaja. IScientific.Org, 25(14), 214–219.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Fahmi Fuadah, Lili Herawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







