EVALUASI KEPATUHAN DOKTER UMUM DAN PERAWAT TERHADAP PENGISIAN ASESMEN AWAL REKAM MEDIS DI RS MESRA TAHUN 2025

Authors

  • Sherly Firsta Rahmi Universitas Hang Tuah Pekanbaru
  • Ahmad Hanafi Universitas Hang Tuah Pekanbaru
  • Nofiyadi Nofiyadi RS Mesra Kabupaten Kampar
  • Kiswanto Kiswanto Universitas Hang Tuah Pekanbaru

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.52744

Keywords:

kepatuhan pengisian, rekam medis, asesmen awal

Abstract

Asesmen awal merupakan komponen penting dalam proses pelayanan kesehatan karena menjadi dasar penilaian kondisi pasien, perencanaan tindakan, serta pengambilan keputusan klinis yang tepat. Namun, di RS Mesra masih ditemukan ketidaklengkapan pengisian asesmen awal keperawatan dalam sistem digital. Kondisi ini dapat memengaruhi mutu dokumentasi, kontinuitas pelayanan, serta pemenuhan standar akreditasi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab ketidaklengkapan asesmen keperawatan serta merumuskan strategi perbaikan yang relevan. Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan teknik wawancara mendalam yang melibatkan perawat, dokter umum, petugas rekam medis, manajer pelayanan, dan direktur. Pengumpulan data didukung oleh observasi langsung pada proses pengisian asesmen digital, serta telaah dokumen untuk melihat pola ketidaklengkapan. Validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber, sementara analisis dilakukan menggunakan metode USG untuk menentukan prioritas masalah dan diagram fishbone untuk mengidentifikasi akar penyebab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaklengkapan asesmen dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Faktor manusia meliputi keterbatasan jumlah perawat pada jam sibuk, beban kerja yang tinggi, serta kurangnya pembiasaan dan keterampilan dalam menggunakan sistem digital. Faktor metode mencakup belum tersedianya SOP khusus terkait pengisian asesmen digital dan alur kerja yang belum terstandar. Faktor manajemen meliputi monitoring kepatuhan yang belum optimal. Sementara itu, asesmen medis yang dilakukan dokter cenderung lebih lengkap karena terhubung langsung dengan proses administrasi dan klaim pelayanan. Kesimpulannya, ketidaklengkapan asesmen keperawatan terutama dipengaruhi oleh aspek manusia, metode kerja, dan kebijakan pendukung. Langkah perbaikan yang direkomendasikan mencakup penyusunan SOP, peningkatan monitoring dan evaluasi, serta pelatihan intensif penggunaan sistem asesmen digital.

References

Amran R, Apriyarni A, Nadia P. (2021). Peran Penting Kelengkapan Rekam Medik di Rumah Sakit. Baiturrahmah Medical Journal. Vol I No 1, September

Darmawan A, dkk. (2022), Analisis Pelepasan Informasi Rekam Medis Sebagai Penjamin Aspek Hukum Kerahasiaan Data Pasien. Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 2 No. 3 1

Hasibuan A, dkk. (2024). Analisis Strategi dalam Optimalisasi Pelayanan Kesehatan melalui Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS): Systematic Literature Review. Jurnal Kolaboratif Sains, Vol. 7 No. 5, Mei 1813-1821.

Kapitan R, Farich A, Perdana A, (2023). Analisis Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik di RSUD Bandar Negara Husada Provinsi Lampung Tahun 2023. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia. Vol. 12. No. 04 Desember. Hal 205-213.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Jakarta: Kemenkes RI;

Komisi Akreditasi Rumah Sakit. (2022). Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) Edisi 1.1. Jakarta: KARS;

Muhlizardy, dkk. (2020). Analisis Kepatuhan Petugas Klinis dalam Kelengkapan Rekam Medis Elektronik dan Rekam Medis Manual di Rumah Sakit. Asosiasi Dosen Muhammadiyah Magister Administrasi Rumah Sakit, 5 (1):23-31, Juni

Pratama A, Fauzi H, Indira Z, Adi P. (2023). Analisis Faktor Penyebab Pending Klaim Rawat Inap Akibat Koding Rekam Medis di RSU Dr. Soedirman Kebumen. Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda. Vol. 8 No. 1, Februari, pp. 124-134.

Rini M, Jak Y, Wiyono T. (2019). Analisis Kelengkapan Pengisian Rekam Medis Rawat Inap Kebidanan RSIA Bunda Aliyah Jakarta tahun 2019. Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI). Volume 3 No. 2 Oktober

Rusdianawati, dkk. (2021). Evaluasi Kepatuhan Asesmen Awal Medis dan Keperawatan. Journal of Hospital Accreditation. Vol. 03, Edisi 1, hal 27-33, 5 Februari

Saragih P, Ginting N, Hutabarat N. (2024). Analisis Kuantitatif Resume Medis Pasien Rawat Inap Kasus Bedah di RS Santa Elisabeth Medan tahun 2023. Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA Vol. 7 No. 2, Agustus DOI: 10.32524/jksp.v7i2.1194

Syukur A, Pertiwiwati E, Setiawan H. (2019). Hubungan Beban Kerja dengan Dokumentasi Asuhan Keperawatan. Nerspedia, Oktober; 1(2) : 164-171.

Wahyuni, Pratama B, Widyaningrum A. (2022). Rancangan Desain Formulir Tracer Rekam Medis di Puskesmas Cawas I Tahun 2022. PROFESI (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian.; Volume 20; No 1.

Wirajaya, Made Karma Maha. (2019). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketidaklengkapan Rekam Medis Pasien pada Rumah Sakit di Indonesia. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia Vol. 7 No. 2 Oktober

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Rahmi, S. F., Hanafi, A., Nofiyadi, N., & Kiswanto, K. (2025). EVALUASI KEPATUHAN DOKTER UMUM DAN PERAWAT TERHADAP PENGISIAN ASESMEN AWAL REKAM MEDIS DI RS MESRA TAHUN 2025. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 9(3), 10621–10628. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.52744