PENGEMBANGAN MEDIA PROMOSI KESEHATAN BERBASIS PERMAINAN EDUKATIF SPEAK UP GAMES UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU LITERASI KESEHATAN MENTAL REMAJA DI SMPN 2 PALU
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.52714Keywords:
Speak Up Games, Literasi Kesehatan Mental, Media Promosi Kesehatan edukatifAbstract
Literasi kesehatan mental remaja masih rendah, ditandai keterbatasan pemahaman pada definisi klinis, gejala, strategi koping adaptif, serta sumber bantuan profesional, sehingga berkontribusi pada stigma, keterlambatan deteksi, dan tingginya treatment gap di daerah seperti Palu. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas media promosi kesehatan berbasis permainan edukatif Speak Up Games untuk meningkatkan perilaku literasi kesehatan mental remaja di SMPN 2 Palu. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, meliputi Analisis literasi Kesehatan mental remaja dengan Focus Group Discussion (FGD) kepada 17 siswa dan wawancara mendalam 7 orang innforman yang terdiri dari siswa, guru BK, dan kepala sekolah. Penelitian dilanjutkan ke tahap Desain, Development dengan validasi oleh ahli media dan ahli materi , serta tahap Implementasi dengan rancangan quasi-eksperimen one-group pre-post test pada 35 siswa dengan menggunakan instrumen Multicomponent Mental Health Literacy Measure (MMHLM). Hasil penelitian ini menunjukkan Validasi oleh ahli materi dan media dengan nilai 89,5 %. dan setelah ntervensi dilakukan tiga kali pertemuan mingguan menggunakan Speak Up Games, yang mencakup kartu pengetahuan (biru), mitos vs fakta (kuning), tantangan (pink), mantra jiwa (hijau sage), serta coping skills seperti Butterfly Hug dan teknik pernapasan 4-7-8, dilengkapi ice-breaking untuk komunikasi antarpribadi. Uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan peningkatan signifikan pada knowledge-oriented Mental Health Literacy (Z=-5.110, p<0,001), beliefs-oriented Mental Health Literacy (Z=-5,162, p<0,001), dan resources-oriented Mental Health Literacy (Z=-5,201, p<0,001), dengan penerimaan siswa 90 % melalui observasi. Dapat disimpulkan bahwa Speak Up Games "layak" dan efektif sebagai media promosi kesehatan mental, mendorong pengetahuan, sikap positif, akses sumber daya, serta keterampilan koping dan empati remaja.References
Aini, T. D., Taftazani, R. Z., & Robbihi, H. I. (2022). Truth Or Dare Game On The Knowledge And Skills Of Brushing Teeth Of Students In Class Iv Mi Ciledug Tasikmalaya City. JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy, 3(2), 56–60. https://doi.org/10.36082/jdht.v3i2.613
Aini Zahra, Putri Rahayu Sya’baniah, Khoiriyah Isni, & Ayu Saidah. (2023). Pengembangan Media Permainan TESABEN (Tebak Salah Benar) Sebagai Media Promosi Kesehatan Peningkatan Kesadaran Aktivitas Fisik. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 2(4), 816–826. https://doi.org/10.55123/sehatmas.v2i4.2261
Ali, M., Zakiah, E., Akbar, Z., Nugroho, P. A., Khofifah, K. N., & Khoiruningrum, L. (2024). Literasi Kesehatan Mental, Strategi Coping terhadap Perilaku Mencari Bantuan pada Remaja. PARAMETER: Jurnal Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, 36(1), 24–39. https://doi.org/10.21009/parameter.361.02
Alqumairah., A. A. (2020). Q11115508_skripsi_23-10-2020(FILEminimizer).
Bandura, A. (1977). Social learning theory. NJ: Prentice-Hall.
Damayanti, Y., Yohanes Kiling, I., Ratu, F., & Panis, M. P. (2024). Psikoedukasi untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Mental Remaja di Kabupaten Kupang.
Dianti Istiqomah, I., Shofia, A., & Ardiansyah, F. (2025). Pengaruh Literasi Kesehatan Mental dan Dukungan Sosial terhadap Perilaku Pencarian Bantuan Psikologis Profesional pada Gen Z di Kota Sorong. Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(3).
Fadhlan, N. , & Suherman, S. (2021). Pengaruh dukungan sosial dan literasi kesehatan mental terhadap kesejahteraan psikologis remaja. Jurnal Psikologi Terapan, 9(2), 112–121.
Fitri, A. (2024). Literasi kesehatan mental dan perilaku mencari bantuan pada individu dengan gejala gangguan kecemasan. Universitas islam negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Gloriabarus. (2022, October 22). Hasil Survei I-NAMHS: Satu dari Tiga Remaja Indonesia Memiliki Masalah Kesehatan Mental. Universitas Gajah Mada.
Irmayani, I., Ginting, R., Bangun, S. M., Samura, J. A. P., Ginting, L. R., & Surya Darma. (2025). Mental Health Literacy for Teenagers through Interactive Education in Schools. JURNAL PENGMAS KESTRA (JPK), 5(1), 21–26. https://doi.org/10.35451/e76b3t75
Jorm, A. F. (2000). Mental health literacy: Public knowledge and beliefs about mental disorders. In British Journal of Psychiatry (Vol. 177, Issue NOV., pp. 396–401). https://doi.org/10.1192/bjp.177.5.396
Karstensen, V., Hooshmand, R., & Bastholm, M. (2025). Mental Health Literacy in Adolescents: A Qualitative Study of Knowledge, Attitudes, and Beliefs. Journal of Research and Health, 15(1), 15–26. https://doi.org/10.32598/JRH.15.1.2473.1
Kartikasari, N., & Ariana, A. D. (2019). Hubungan Antara Literasi Kesehatan Mental, Stigma Diri Terhadap Intensi Mencari Bantuan Pada Dewasa Awal. INSAN Jurnal Psikologi Dan Kesehatan Mental, 4(2), 64. https://doi.org/10.20473/jpkm.v4i22019.64-75
Karuniawaty, P., Wiweko, T., Imaniaty, A., & Wiweko, N. (2024). Memperkenalkan Psychogame© sebagai Media Literasi Kesehatan Mental Remaja. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 7(4). https://doi.org/10.29303/jpmpi.v7i4.9157
Kutcher, D. , W. D. (2018). Mental Health & High School Curriculum Guide. Understanding mental health and mental illness (Vol. 3). Dalhousie University, & IWK Health Center. http://teenmentalhealth.org/schoolmhl/wpcontent/uploads/2018/06/final-canada-guide-2018-full-online.pdf
Meehl, P. E. (1962). Schizotaxia, schizotypy, schizophrenia. American Psychologist. American Psychologist, 827-838.
Nazira, D., Mawarpury, M., & Dewi Kumala, I. (2022). Literasi Kesehatan Mental Pada Mahasiswa Di Banda Aceh. Jurnal Psikologi Unsyiah, 5, 23–39.
Putri, C. M., Desita, U., Meilani, H., Aristi, De., & Alkaff, R. N. (2025). Literasi Kesehatan Mental dan Perilaku Diagnosis Diri pada Mahasiswa. Perilaku Dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior, 6(2). https://doi.org/10.47034/ppk.v6i2.1090
Satyagatra, unuversitas Y. (2024, June 24). Manfaat Dukungan Sosial Untuk Kesehatan Mental Remaja. SiapNikah.Com. https://siapnikah.org/manfaat-dukungan-sosial-untuk-kesehatan-mental-remaja/
Siswanto, Z. A. W. (2023). Hasil Survei Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022. Jurnal Kesehatan Indonesia,.
Sitasi: Karuniawaty, P., Wiweko, T., Imaniaty, A., & Wiweko, N. (2024). Memperkenalkan Psychogame© sebagai Media Literasi Kesehatan Mental Remaja. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 7(4). https://doi.org/10.29303/jpmpi.v7i4.9157
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
WHO. (2022, June 17). Mental health of adolescents. WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-mental-health
Yonata., A. Z. (2024, June 17). 10 Provinsi dengan Angka Depresi Tertinggi. Goodstats. https://goodstats.id/article/10-provinsi-dengan-angka-depresi-tertinggi-WIAVJ#google_vignette
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Suriyanti Suriyanti, Rasyika Nurul Fajriah, Ratna Devi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







