AKTIVITAS FISIK DAN KUALITAS TIDUR SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI PADA REMAJA SMA DI KOTA KUPANG
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.52675Keywords:
Aktivitas fisik, Hipertensi, Kualitas Tidur, RemajaAbstract
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan kini banyak ditemukan pada kelompok usia remaja. Kondisi ini berkaitan dengan perubahan gaya hidup, termasuk rendahnya aktivitas fisik dan buruknya kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas fisik dan kualitas tidur sebagai faktor risiko kejadian hipertensi pada remaja SMA di Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control yang melibatkan 128 responden, terdiri dari 64 remaja hipertensi sebagai kelompok kasus dan 64 remaja tidak hipertensi sebagai kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dan matching pada variabel umur serta jenis kelamin. Data aktivitas fisik dikumpulkan menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), sedangkan kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square untuk menentukan hubungan serta risiko masing-masing variabel terhadap kejadian hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja dengan aktivitas fisik rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi dibandingkan remaja yang memiliki aktivitas fisik baik. Selain itu, kualitas tidur yang buruk juga terbukti berhubungan dengan peningkatan risiko hipertensi. Temuan ini menegaskan bahwa kedua variabel tersebut merupakan faktor risiko yang signifikan dalam kejadian hipertensi pada remaja. Penelitian ini merekomendasikan perlunya intervensi promosi kesehatan yang berfokus pada peningkatan aktivitas fisik dan perbaikan kebiasaan tidur sebagai upaya pencegahan hipertensi sejak usia dini.References
BPS. 2022. Daftar 10 Jumlah Kasus Penyakit Terbanyak di Kota Kupang. BPS Kota Kupang [Internet]. Diakses pada 15 Oktober 2024. Tersedia pada: https://Kupangkota.bps.go.id/indicator/30/256/1/jumlah -kasus.html
Riskesdas. (2018). Riset Kesehatan Dasar Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Sakinah, S., Ratu, J. M., & Weraman, P. (2022). Hubungan antara Karakteristik Demografi dan Pengetahuan dengan Self Management Hipertensi pada Masyarakat Suku Timor: Penelitian Cross Sectional. Jurnal Penelitian Kesehatan" Suara Forikes"(Journal of Health Research" Forikes Voice"), 11(3), 245-252.
Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.
Utami, S. N., Lestari, D. A., & Prasetyo, D. (2023). Hubungan Aktivitas Fisik dengan Tekanan Darah pada Masyarakat di Wilayah Perkotaan. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 12(2), 101–110.
WHO. World Health Statistics: 2018. Geneva; 2018.
World Health Organization. WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour. Geneva: WHO, 2020.
Wulandari, N. P. S., & Pranata, I. K. A. (2024). Deskripsi Kualitas Tidur dan Pengaruhnya terhadap Konsentrasi Belajar Mahasiswa. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi, 10(1), 45–52.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Putri M. A. Sodakain, Mega O. Liufeto, Utma Aspatria

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







