GLAUKOMA ABSOLUT OCULUS DEXTRA DAN GLAUKOMA KRONIK OCULUS SINISTRA PADA PASIEN HIPERTENSI : LAPORAN KASUS
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.52565Keywords:
glaukoma absolut, glaukoma kronik, hipertensi, neuropati optik, tekanan intraokularAbstract
Glaukoma merupakan penyebab kebutaan ireversibel kedua terbanyak di dunia setelah katarak, ditandai dengan kerusakan saraf optik progresif akibat peningkatan tekanan intraokular (TIO). Glaukoma absolut adalah tahap akhir dari glaukoma dengan kehilangan total persepsi cahaya, sedangkan glaukoma kronik berkembang perlahan dan masih dapat dikendalikan dengan terapi yang tepat. Faktor sistemik seperti hipertensi dapat memperburuk perfusi kepala saraf optik sehingga mempercepat progresivitas penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk melaporkan perjalanan klinis, diagnosis, dan tatalaksana pasien dengan glaukoma absolut oculus dextra dan glaukoma kronik oculus sinistra dengan riwayat hipertensi lama. Desain penelitian berupa studi deskriptif laporan kasus terhadap seorang perempuan berusia 58 tahun dengan data yang diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan oftalmologis mencakup visus, dan tekanan intraokular. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan temuan klinis terhadap literatur. Hasil menunjukkan pada mata kanan visus 0 dengan tekanan intraokular 36 mmHg, pupil midriasis nonreaktif, dan kornea edematous, sedangkan mata kiri memiliki visus 6/9 dengan tekanan intraokular 14 mmHg. Pasien memiliki riwayat hipertensi kronik. Kasus ini menunjukkan bahwa peningkatan tekanan intraokular yang tidak terkontrol dalam jangka panjang menyebabkan kerusakan saraf optik permanen dan kebutaan total. Pengendalian tekanan intraokular, pemantauan faktor vaskular sistemik, dan deteksi dini glaukoma penting untuk mencegah progresivitas penyakit menuju tahap absolut.References
Dietze, J., Vogel, R., & Meyer, L. (2023). Systemic hypertension and its relationship with glaucoma progression: A vascular perspective. Journal of Ophthalmic Research, 45(2), 112–120.
Ilyas, S., & Yulianti, S. R. (2011). Ilmu Penyakit Mata. Balai Penerbit FKUI.
Kanski, J. J. (2020). Clinical ophthalmology: A systematic approach (9th ed.). Elsevier.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Mahabadi, N., Akbari, M., & Khodaparast, M. (2023). Efficacy of intraocular pressure reduction in preventing optic nerve damage in glaucoma patients. International Journal of Ophthalmology, 16(4), 327–333.
Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI). (2019). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Glaukoma. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Salmon, J. F., & Kanski, J. J. (2020). Glaucoma. In Clinical ophthalmology: A systematic approach (9th ed., pp. 331–398). Elsevier.
Sitorus, R. S., Widyaputri, F., & Nugraha, R. (2020). Profil kebutaan akibat glaukoma di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. Jurnal Oftalmologi Indonesia, 18(1), 45–52.
Vaughan, D., & Asbury, T. (2019). General ophthalmology (19th ed.). McGraw-Hill Education.
Weinreb, R. N., Aung, T., & Medeiros, F. A. (2014). The pathophysiology and treatment of glaucoma: A review. JAMA, 311(18), 1901–1911.
Zhao, D., Cho, J., Kim, M. H., & Friedman, D. S. (2014). Systemic hypertension and risk of open-angle glaucoma: A meta-analysis. American Journal of Ophthalmology, 158(1), 131–142.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Veronica Melia Widodo, Nanik Sri Mulyani, Meriana Rasyid

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







