STUDI KASUS TEKNIK PEMERIKSAAN OESOPHAGUS MAAG DUODENUM PADA PASIEN PEDIATRIK DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD BANYUMAS

Authors

  • Ismu Fikrul ‘Ulla Agas Putra Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Amril Mukmin Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Muhamad Fa’ik Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.52563

Keywords:

meteorismus, oesophagus maag duodenum, pediatrik

Abstract

Meteorismus merupakan kondisi medis yang ditandai dengan pembengkakan perut akibat akumulasi gas berlebih di saluran gastrointestinal, di mana pemeriksaan oesophagus maag duodenum (OMD) menjadi salah satu prosedur diagnostik utama untuk menilai kondisi fungsional lambung. Terdapat diskrepansi antara teori Lampignano & Kendrick yang menyarankan penggunaan proyeksi AP, lateral, RAO, dan LPO dengan media kontras barium, dibandingkan praktik di RSUD Banyumas yang hanya menerapkan proyeksi AP dengan media kontras iodium. Penelitian kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi prosedur pemeriksaan OMD di RSUD Banyumas serta mendalami alasan klinis di balik pemilihan proyeksi dan jenis media kontras tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan dua radiografer, satu perawat radiologi, dan satu dokter spesialis radiologi selama periode Januari hingga Agustus 2025.Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur OMD pada pasien pediatrik dimulai dengan persiapan puasa selama 6 jam tanpa pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap menggunakan media kontras iodium water-soluble yang diencerkan dengan NaCl (perbandingan 1:2) melalui selang NGT, kemudian diikuti pengambilan gambar proyeksi Anteroposterior (AP) untuk memantau distribusi kontras hingga ileum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan proyeksi AP tunggal telah memadai untuk menegakkan diagnosis meteorismus. Pemilihan media kontras berbahan iodium didasarkan pada pertimbangan keamanan pasien pediatrik guna meminimalkan risiko aspirasi serta memberikan proteksi lebih baik pada kasus yang dicurigai mengalami obstruksi saluran cerna.

References

Aghai, G., Dibajnia, P., Ashkesh, E., Nazari, M., & Falavarjani, K. G. (2016). Behavior disorders in children with significant refractive errors. Journal of Current Ophthalmology, 28(4), 223–225. https://doi.org/10.1016/j.joco.2016.07.007

Bontrager, K. L., & Lampignano, J. P. (2022). Pocket Guide to Radiographic Positioning and Techniques (10th ed.). St. Louis: Elsevier, Inc.

Chen, F., Lou, L., Yu, X., Hu, P., Pan, W., Zhang, X., & Tang, X. (2024). Evaluation and application of a Chinese version symptom questionnaire for visual dysfunctions (CSQVD) in school-age children. Advances in Ophthalmology Practice and Research, 4(3), 134–141. https://doi.org/10.1016/j.aopr.2024.05.001

Dillman, J. R., & Smith, E. A. (2022). Pediatric Gastrointestinal Imaging: Practical Guidelines and Patterns. Springer Nature.

Dinari, N. A. (2022). Miopia: Etiologi dan terapi. Cermin Dunia Kedokteran, 49(10), 556–559. https://doi.org/10.55175/cdk.v49i10.305

Dirjen P2P Kemenkes RI. (2018). Peta jalan penanggulangan gangguan penglihatan di Indonesia Tahun 2017-2030.http://www.p2ptm.kemkes.go.id/dokumen-ptm/buku-peta-jalan-penanggulangan-gangguan-penglihatan-di-indonesia-tahun-2017-2030

Duan, H., Guo, Y., Ren, C., Wei, R., & Yan, W. (2025). Mechanisms of vitamin and mineral absorption and their potential for eye fatigue relief. Journal of Future Foods, 5(3), 219–228. https://doi.org/10.1016/j.jfutfo.2024.07.001

Febriana, A., Fatiha, F. D., & Hidayah, N. (2024). Review artikel: Berbagai faktor yang mempengaruhi astigmatisma. Semnasbio, 125–131

Huda, W., & Abrahams, R. B. (2019). Radiographic Contrast Agents: Safety and Applications in Pediatric Radiology. Journal of Radiology Case Reports, 13(4), 12-25.

Lampignano, J. P., & Kendrick, L. E. (2018). Bontrager’s Textbook of Radiographic Positioning and Related Anatomy(9th ed.). St. Louis: Elsevier, Inc.

Lampignano, J. P., & Kendrick, L. E. (2021). Textbook of Radiographic Positioning and Related Anatomy. Elsevier.

Maglinte, D. D., Lappas, J. C., & Kelvin, F. M. (2020). The role of radiology in the diagnosis of diseases of the small intestine. Radiology, (3), 601-612. https://pubs.rsna.org/doi/full/10.1148/radiol.2232011980

Mulyati, S., Tirza, & Fatimah. (2018). Prosedur pemeriksaan Radiografi Oesophagus maag duodenum (OMD) pediatrik pada kasus stenosis pilorus di instalasi radiologi RSUD BANYUMAS. Seminar nasional SDM teknologi nuklir, Yogyakarta.

Netter, F. H., & Liem, I. K. (2020). Atlas Anatomi Manusia (Edisi ke-7). Elsevier.

Rebecca, M. R. (2018). Pediatric Rectal Prolaps. Clinics in Colon and Rectal Surgery, 31(2).

Saleh Mursyid, M. A. (2023). Pemeriksaan Radiografi Colon In Loop Pada Bayi Menggunakan Kontras Positif Dengan Klinis Hischprung Diases. Jurnal Radiografer Indonesia, 46-50.

Santoso, A. (2021). Meteorismus Intestinalis: Penyebab, Diagnosis, dan Terapi. Jurnal Gastroenterologi Indonesia, 10(2), 45-52.

Singh, V. (2020). Textbook of Anatomy: Abdomen and Lower Limb, Vol 2 (3rd Updated Edition). Elsevier Health Sciences.

Widowati, H., & Rinata, E. (2020). Buku Ajar Anatomi. Umsida Press.

Downloads

Published

2025-12-23

How to Cite

Putra, I. F. ‘Ulla A., Mukmin, A., & Fa’ik, M. (2025). STUDI KASUS TEKNIK PEMERIKSAAN OESOPHAGUS MAAG DUODENUM PADA PASIEN PEDIATRIK DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD BANYUMAS. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 9(3), 8231 – 8239. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.52563