MANAJEMEN KLINIS MARASMUS : SEBUAH TINJAUAN LITERATUR MENGGUNAKAN METODE PRISMA

Authors

  • Yusuf Baidenggan Universitas Nusa Cendana
  • Ine Wahyuni Dean Universitas Nusa Cendana
  • Shinta Lisa Purimahua Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.52508

Keywords:

malnutrisi energi-protein, manajemen klinis, marasmus, PRISMA, terapi nutrisi

Abstract

Marasmus merupakan bentuk malnutrisi energi-protein yang paling berat dan tetap menjadi tantangan kesehatan global dengan angka morbiditas serta mortalitas yang tinggi, terutama pada negara berpenghasilan rendah dan menengah. Literature review ini bertujuan untuk merangkum dan mensintesis bukti ilmiah terkini mengenai manajemen klinis marasmus yang mencakup aspek penilaian, stabilisasi awal, terapi nutrisi, tata laksana komplikasi, hingga pemantauan jangka panjang. Melalui pencarian sistematis pada database PubMed, Scopus, dan Google Scholar menggunakan metode PRISMA, sebanyak 18 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara mendalam. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa keberhasilan tata laksana marasmus sangat bergantung pada deteksi dini dan penerapan protokol intervensi yang ketat. Strategi utama meliputi fase stabilisasi untuk mengatasi kegawatdaruratan seperti hipoglikemia, hipotermia, dan dehidrasi, yang dilanjutkan dengan pemberian nutrisi secara bertahap menggunakan formula khusus untuk mencegah refeeding syndrome. Penanganan agresif terhadap komplikasi infeksi dan koreksi ketidakseimbangan elektrolit juga menjadi faktor penentu kesembuhan pasien. Lebih lanjut, ulasan ini menekankan bahwa keberhasilan klinis tidak hanya berhenti pada fase rumah sakit, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif keluarga dalam perawatan lanjutan dan edukasi gizi untuk memastikan pemulihan yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, literature review ini menegaskan pentingnya pendekatan multidisiplin yang terintegrasi dalam tata laksana marasmus guna menurunkan angka kematian secara signifikan serta meningkatkan prognosis kesehatan jangka panjang bagi anak-anak yang terdampak.

References

Afolabi, O. T., Adedokun, B. O., & Adebayo, A. M. (2021). Effects of zinc supplementation on recovery in children with severe acute malnutrition: A randomized controlled trial. Journal of Tropical Pediatrics, 67(3), 1–9.

Ahmed, T., Hossain, M., & Sanin, K. I. (2019). Global burden of malnutrition and clinical management of severe acute malnutrition. The Lancet Child & Adolescent Health, 3(1), 28–37.

Alemu, T., Teklu, T., & Gebre, A. (2020). Long‐term outcomes among children treated for severe acute malnutrition in Ethiopia: A cohort study. BMC Pediatrics, 20(1), 1–9.

Bahwere, P., Banda, T., & Collins, S. (2017). Effectiveness of ready‐to‐use therapeutic food (RUTF) in the management of severe acute malnutrition. Nutrition Journal, 16(1), 1–11.

Becker, K. W., & Sakkas, H. (2015). Immune dysfunction in protein-energy malnutrition. Clinical Nutrition, 34(4), 686–694.

Bhutta, Z. A., Das, J. K., Rizvi, A., Gaffey, M. F., Walker, N., et al. (2013). Evidence-based interventions for maternal and child nutrition: What can be done and at what cost? The Lancet, 382(9890), 452–477.

Boateng, L., Nyarko, R., & Asante, K. O. (2016). Electrolyte abnormalities in children with severe acute malnutrition: Implications for refeeding. Journal of Nutrition & Metabolism, 2016, 1–9.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Pedoman tatalaksana gizi buruk. Kementerian Kesehatan RI.

Hidayati, E., & Kartasurya, M. I. (2018). Faktor risiko malnutrisi energi protein pada balita di Indonesia: Literature review. Jurnal Gizi Indonesia, 7(2), 75–84.

Kerac, M., Bunn, J., Seal, A., Thindwa, M., Tomkins, A., et al. (2014). Probiotics and therapeutic feeding in severe acute malnutrition: A randomized controlled trial. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition, 59(4), 544–549.

Krisnana, I., Widjanarko, B., & Astuti, R. (2019). Faktor penyebab gizi buruk pada balita di wilayah pedesaan Indonesia. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(1), 12–20.

Lenters, L., Wazny, K., & Bhutta, Z. A. (2013). Management of severe acute malnutrition in children: A systematic review. BMC Public Health, 13(Suppl 3), 1–12.

Modi, P., Patel, K., & Desai, S. (2018). Clinical profile and predictors of outcome in children with protein-energy malnutrition. International Journal of Contemporary Pediatrics, 5(4), 1238–1244.

Olatunbosun, S., Akinyemi, O., & Onayade, A. (2021). Electrolyte imbalances in children admitted with severe acute malnutrition: Prevalence and predictors. Pan African Medical Journal, 38, 1–10.

Rahman, A., Chowdhury, S., & Alam, M. (2018). Mortality reduction after implementation of WHO guidelines for severe acute malnutrition: Evidence from a tertiary hospital. Public Health Nutrition, 21(13), 2420–2427.

Rahayu, S., & Supariasa, I. D. N. (2017). Hubungan pola makan dan penyakit infeksi dengan kejadian gizi buruk pada balita. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 13(2), 87–94.

Santos, L. P., Gigante, D. P., & Victora, C. G. (2022). Stabilization phase in the management of severe acute malnutrition: Challenges and strategies. Maternal & Child Nutrition, 18(1), 1–12.

Singh, R., & Kumar, V. (2020). Role of empiric antibiotic therapy in severe acute malnutrition: A review. Journal of Pediatric Infectious Diseases, 15(2), 89–95.

Tadesse, E., Berhane, Y., & Ekström, E. C. (2017). Risk factors for severe acute malnutrition in children under five: A case-control study. Ethiopian Journal of Health Development, 31(2), 88–95.

World Health Organization. (2013). Guidelines for the management of severe acute malnutrition in infants and children. WHO Press.

Downloads

Published

2025-12-23

How to Cite

Baidenggan, Y., Dean, I. W., & Purimahua, S. L. (2025). MANAJEMEN KLINIS MARASMUS : SEBUAH TINJAUAN LITERATUR MENGGUNAKAN METODE PRISMA . PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 9(3), 8206–8212. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.52508