GAMBARAN KEPADATAN TIKUS DI PELABUHAN LAUT MANADO
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.52503Keywords:
Kepadatan Tikus, Pelabuhan, Pengendalian Vektor Tikus, Kesehatan LingkunganAbstract
Tikus dapat beradaptasi dengan sukses di lingkungan manusia, seperti pelabuhan, jika lingkungan tersebut mendukung kelangsungan hidup mereka. Tikus dapat membawa infeksi yang menyebabkan penyakit pada manusia, yang berdampak buruk pada kehidupan manusia. Leptospirosis dapat ditularkan melalui air liur dan urine tikus. Wabah pes ditularkan melalui gigitan kutu tikus, dan tikus juga dapat menyebarkan rabies, trichinosis, salmonellosis, rickettsial pox, dan tifus tikus. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis tikus di area Pelabuhan Laut Manado dan mengetahui angka kepadatan tikus di Pelabuhan Laut Manado. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional yang bertujuan untuk menggambarkan kepadatan tikus di pelabuhan berdasarkan hasil penangkapan selama periode tertentu. Populasi dari penelitian ini seluruh tikus yang ada di Pelabuhan Laut Manado, dan untuk sampel dari penelitian ini yaitu semua tikus yang tertangkap di Pelabuhan laut manado. Perangkap yang digunakan yaitu singel trap yang dipasang di 21 titik yang ada di wilayah Pelabuhan Laut Manado. Umpan yang digunakan yaitu ikan asin. Berdasarkan hasil penelitian selama 5 hari dengan jumlah perangkap yang diletakkan sebanyak 100 perangkap didapatkan 28 ekor tikus, jenis tikus yang tertangkap yaitu Rattus novergicus sebanyak 22 ekor, dan Mencit sebanyak 6 ekor. Nilai Success Trap kepadatan tikus di Pelabuhan Laut Manado yaitu 28% berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 SBMKL untuk kepadatan tikus yaitu <1% maka dapat disimpulkan bahwa kepadatan tikus di Pelabuhan Laut manado tergolong tinggi dan belum memenuhi syarat dan perlu dilakukan pengendalian.References
Damayanti, D. S., & Lestari, K. S. (2023). Gambaran Kepadatan Tikus Dan Pinjal Di Wilayah Pelabuhan Tanjungwangi. Jurnal Medical Hangtuah, 2(2).
Depkes RI. Petunjuk Teknis Pengendalian Pes. Departemen Direktorat Penyakit Jendral Kesehatan RI, Pemberantasan Menular dan Penyehatan Lingkungan. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2014.
Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI. 2015. Pedoman Pengendalian Tikus Dan Mencit.
Kemenkes RI. 2007. “Kepmenkes RI Nomor 431 Tahun 2007 Tentang Pedoman Teknis Pengendalian Risiko Kesehatan Lingkungan Di Pelabuhan/Bandara/Pos Lintas Batas Dalam Rangka Karantina Kesehatan.” 1–100.
Kemenkes. (2014). Petunjuk Tenik Pengendalian Pes. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan. 2023. “Permenkes No. 2 Tahun 2023.” Kemenkes Republik Indonesia (55):1–175.
Kepadatan, Gambaran, Tikus Dan, Pinjal Di, and Wilayah Pelabuhan. 2023. “Hang Tuah Medical Journal.” 20(2):170–81.
Kurnia, Risman, Mutia Diansafitri, and M. Yusuf. 2024. “Kepadatan Tikus Di Wilayah Pelabuhan ASDP Dan Speed Bulang Linggi Tanjung Uban Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau Prodi Sanitasi Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang , Indonesia Means That These Two Ports Do Not Meet the Requirements for Rat Density . I.” 9(1):103–8. doi: 10.30829/jumantik.v9i1.17474.
Maibang, Whinda Gemaria, Martini Martini, and Luthfi Santoso. 2023. “Kepadatan Tikus Dan Ektoparasit Yang Tertangkap Di Pasar Jatingaleh Dan Pasar Kedung Mundu Kota Semarang.” Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 3(1):40–48. doi: 10.14710/jrkm.2023.18006.
Menteri Perhubungan Republik Indonesia (2020). Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia no 57 tahun 2020. Mentri Perhubungan Republik Indonesia, p. 13.
Nurin, F. (2022, October). Hati-hati! Ini 6 Penyakit Berbahaya yang Disebabkan Oleh Tikus. Hello Sehat.
Syamsuddin, Kuat Prabowo. (2019). Pengendalian Vektor Dan Tikus.
Utama, H. A. M., Suhartono & Budiyono (2023) Jumlah Tikus Terperangkap Menggunakan Umpan Ikan Asin, Kelapa Bakar dan Gorengan. Jurnal Gema Lingkungan Kesehatan.
World Health Organization (WHO). (1999). Plague Manual: Epidemiology, Distribution, Surveillance and Control. WHO, (Pembahasan pinjal Xenopsylla cheopis dan tikus sebagai reservoir utama.)
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Grania Virgie Sahabati, Woodford B. S. Joseph, Vennetia R. Joseph, Vennetia R. Danes

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







