HIDROSEFALUS KOMUNIKANS PASCA INFEKSI TUBERKULOSIS DENGAN VENTRICULOPERITONEAL SHUNT PADA ANAK : LAPORAN KASUS

Authors

  • Muh. Ajib Ardin Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
  • Husdal Badri Departemen Ilmu Bedah Saraf, Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi
  • Arwinder Singh Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.52361

Keywords:

anak, cairan serebrospinal, hidrosefalus komunikans, tuberkulosis meningitis

Abstract

Hidrosefalus merupakan kondisi patologis yang terjadi akibat akumulasi cairan serebrospinal (cerebrospinal fluid atau CSF) di dalam rongga ventrikel otak. Pada anak-anak, hidrosefalus sering kali disebabkan oleh infeksi atau trauma, dan dapat timbul karena obstruksi aliran CSF maupun gangguan dalam proses resorpsinya. Penelitian ini merupakan laporan kasus dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah seorang anak perempuan berusia 15 tahun yang datang dengan keluhan penurunan kesadaran sejak 3 jam sebelum masuk rumah sakit. Pemeriksaan fisik ditemukan Glasgow Coma Scale (GCS) 12, suhu tubuh 38,3o C, serta kaku kuduk positif. Pemeriksaan penunjang menunjukkan hasil analisis cairan serebrospinal dengan tes Nonne positif dan tes Pandy positif. Hasil CT-scan kepala memperlihatkan adanya patchy enhancement serta leptomeningeal enhancement pada sulci, cisterna ambient, dan fissura sylvii bilateral, dengan dilatasi ventrikel III, IV, dan lateral kanan serta kiri. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan adanya gambaran meningoensefalitis disertai hidrosefalus komunikans. Keputusan untuk melakukan ventriculoperitoneal (VP) shunt pada pasien ini didasarkan pada perburukan klinis, hasil pencitraan, dan tidak adanya perbaikan dengan terapi konservatif.

References

A. K, P., U. P, B., & B, R. (2022). Embalming with Formalin – Benefits and Pitfalls. Scholars International Journal of Anatomy and Physiology, 5(3), 70–77. https://doi.org/10.36348/sijap.2022.v05i03.004

Asmi, N. F., Nurpratama, W. L., & Alamsah, D. (2023). Uji kandungan boraks, formalin dan rhodamin B pada makanan jajanan mahasiswa. Jurnal SAGO Gizi Dan Kesehatan, 4(2), 152. https://doi.org/10.30867/gikes.v4i2.1112

BPOM. (2012). Pedoman Informasi Dan Pembacaan Standar Bahan Tambahan Pangan Untuk Industri Pangan Siap Saji Dan Industri Rumah Tangga Pangan. Direktorat Standarisasi Produk Pangan, 62–83.

BPOM. (2019). Peraturan BPOM NO 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan. Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia, 1–1156.

BPOM. (2023). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan RI Nomor 22 Tahun 2023 Tentang Bahan Baku yang Dilarang dalam Pangan Olahan dan Bahan yang Dilarang Digunakan Sebagai Bahan Tambahan Pangan. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia

BPOM. (2025). Bahan Tambahan Pangan yang Dilarang Dalam Produk Pangan. Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia

Choksey MS, Malik IA. (2004). Zero mortality in VP shunt surgery for hydrocephalus in children: A 10-year review. Childs Nerv Syst;

Dewan MC, Riva-Cambrin J, Naftel RP, et al. (2018). Congenital hydrocephalus: epidemiology and management in North America. J Neurosurg Pediatr;

Dewan MC, et al. (2018). Communicating hydrocephalus in children: management and outcome. J Neurosurg Pediatr;

Isaacs AM, Ubhi T, Hasan A, Thompson DNP. (2021). The management of hydrocephalus in children. BMJ;

Jindal A, Mahapatra AK, Gupta V, Sharma BS. (2001). Complications of ventriculoperitoneal shunt surgery and their management: A single institution experience. Neurol India;

Kementerian Kesehatan RI. (2024). Laporan Program Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2023. Kementerian Kesehatan RI;

Koleva M, De Jesus O. (2020). Hydrocephalus. Statpearls;

Marais S, Thwaites G, Schoeman JF, et al. (2010). Tuberculous meningitis: case definition for use in clinical research. Lancet Infect Dis;

Rockswold GL, Ogilvy CS. (2016). Hydrocephalus. Bradley’s Neurology in Clinical Practice. 7th ed. Philadelphia: Elsevier;

Solomon T, Dung NM, Kneen R, Rhao LTT, Gainsborough M, et al. (2001). Seizures and raised intracranial pressure in Vietnamese patients with tuberculous meningitis. Ann Neurol;

Utami NWAB, Mahalini DS, Hartawan INB, Wati DK. (2023). Karakteristik klinis hidrosefalus pada anak di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar tahun 2021-2022. Intisari Sains Medis;

World Health Organization. (2014). Guidelines for treatment of tuberculosis in children. 2nd ed. Geneva: WHO Press;

Downloads

Published

2025-12-23

How to Cite

Ardin, M. A., Badri, H., & Singh, A. (2025). HIDROSEFALUS KOMUNIKANS PASCA INFEKSI TUBERKULOSIS DENGAN VENTRICULOPERITONEAL SHUNT PADA ANAK : LAPORAN KASUS. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 9(3), 8425–8429. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.52361