HIDROSEFALUS KOMUNIKANS PASCA INFEKSI TUBERKULOSIS DENGAN VENTRICULOPERITONEAL SHUNT PADA ANAK : LAPORAN KASUS
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.52361Keywords:
anak, cairan serebrospinal, hidrosefalus komunikans, tuberkulosis meningitisAbstract
Hidrosefalus merupakan kondisi patologis yang terjadi akibat akumulasi cairan serebrospinal (cerebrospinal fluid atau CSF) di dalam rongga ventrikel otak. Pada anak-anak, hidrosefalus sering kali disebabkan oleh infeksi atau trauma, dan dapat timbul karena obstruksi aliran CSF maupun gangguan dalam proses resorpsinya. Penelitian ini merupakan laporan kasus dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah seorang anak perempuan berusia 15 tahun yang datang dengan keluhan penurunan kesadaran sejak 3 jam sebelum masuk rumah sakit. Pemeriksaan fisik ditemukan Glasgow Coma Scale (GCS) 12, suhu tubuh 38,3o C, serta kaku kuduk positif. Pemeriksaan penunjang menunjukkan hasil analisis cairan serebrospinal dengan tes Nonne positif dan tes Pandy positif. Hasil CT-scan kepala memperlihatkan adanya patchy enhancement serta leptomeningeal enhancement pada sulci, cisterna ambient, dan fissura sylvii bilateral, dengan dilatasi ventrikel III, IV, dan lateral kanan serta kiri. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan adanya gambaran meningoensefalitis disertai hidrosefalus komunikans. Keputusan untuk melakukan ventriculoperitoneal (VP) shunt pada pasien ini didasarkan pada perburukan klinis, hasil pencitraan, dan tidak adanya perbaikan dengan terapi konservatif.References
A. K, P., U. P, B., & B, R. (2022). Embalming with Formalin – Benefits and Pitfalls. Scholars International Journal of Anatomy and Physiology, 5(3), 70–77. https://doi.org/10.36348/sijap.2022.v05i03.004
Asmi, N. F., Nurpratama, W. L., & Alamsah, D. (2023). Uji kandungan boraks, formalin dan rhodamin B pada makanan jajanan mahasiswa. Jurnal SAGO Gizi Dan Kesehatan, 4(2), 152. https://doi.org/10.30867/gikes.v4i2.1112
BPOM. (2012). Pedoman Informasi Dan Pembacaan Standar Bahan Tambahan Pangan Untuk Industri Pangan Siap Saji Dan Industri Rumah Tangga Pangan. Direktorat Standarisasi Produk Pangan, 62–83.
BPOM. (2019). Peraturan BPOM NO 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan. Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia, 1–1156.
BPOM. (2023). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan RI Nomor 22 Tahun 2023 Tentang Bahan Baku yang Dilarang dalam Pangan Olahan dan Bahan yang Dilarang Digunakan Sebagai Bahan Tambahan Pangan. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia
BPOM. (2025). Bahan Tambahan Pangan yang Dilarang Dalam Produk Pangan. Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia
Choksey MS, Malik IA. (2004). Zero mortality in VP shunt surgery for hydrocephalus in children: A 10-year review. Childs Nerv Syst;
Dewan MC, Riva-Cambrin J, Naftel RP, et al. (2018). Congenital hydrocephalus: epidemiology and management in North America. J Neurosurg Pediatr;
Dewan MC, et al. (2018). Communicating hydrocephalus in children: management and outcome. J Neurosurg Pediatr;
Isaacs AM, Ubhi T, Hasan A, Thompson DNP. (2021). The management of hydrocephalus in children. BMJ;
Jindal A, Mahapatra AK, Gupta V, Sharma BS. (2001). Complications of ventriculoperitoneal shunt surgery and their management: A single institution experience. Neurol India;
Kementerian Kesehatan RI. (2024). Laporan Program Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2023. Kementerian Kesehatan RI;
Koleva M, De Jesus O. (2020). Hydrocephalus. Statpearls;
Marais S, Thwaites G, Schoeman JF, et al. (2010). Tuberculous meningitis: case definition for use in clinical research. Lancet Infect Dis;
Rockswold GL, Ogilvy CS. (2016). Hydrocephalus. Bradley’s Neurology in Clinical Practice. 7th ed. Philadelphia: Elsevier;
Solomon T, Dung NM, Kneen R, Rhao LTT, Gainsborough M, et al. (2001). Seizures and raised intracranial pressure in Vietnamese patients with tuberculous meningitis. Ann Neurol;
Utami NWAB, Mahalini DS, Hartawan INB, Wati DK. (2023). Karakteristik klinis hidrosefalus pada anak di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar tahun 2021-2022. Intisari Sains Medis;
World Health Organization. (2014). Guidelines for treatment of tuberculosis in children. 2nd ed. Geneva: WHO Press;
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Muh. Ajib Ardin, Husdal Badri, Arwinder Singh

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







