HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI LINGKUNGAN 1 DESA BATANG KILAT, KELURAHAN SEI MATI MEDAN LABUHAN
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.52332Keywords:
balita, diare, PHB IbuAbstract
Diare masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi tingginya angka kesakitan pada balita, terutama ketika praktik kebersihan di tingkat rumah tangga belum diterapkan secara optimal. Rendahnya penerapan PHBS oleh ibu, seperti tidak melakukan praktik cuci tangan pakai sabun, pengolahan makanan yang kurang higienis, penggunaan air yang tidak memenuhi syarat, serta akses terbatas terhadap jamban sehat berkontribusi pada meningkatnya risiko diare pada anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi keterkaitan antara praktik PHBS yang dijalankan oleh ibu dengan munculnya kasus diare pada balita. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis survei analitik cross-sectional. Adapun populasi penelitian terdiri atas seluruh ibu dengan balita berusia 12 bulan sampai dengan 60 bulan, seluruhnya diikutsertakan sebagai sampel melalui teknik total sampling sebanyak 30 responden. Dalam penelitian ini, faktor yang ditelaah sebagai pemicu (variabel bebas) adalah PHBS yang diterapkan ibu, sedangkan aspek yang diamati sebagai konsekuensi (variabel terikat) adalah munculnya kasus diare pada balita. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang kemudian divalidasi melalui informasi dari kader posyandu. Analisis data dalam penelitian ini mencakup penggunaan analisis univariat untuk menyajikan pola distribusi frekuensi, serta analisis bivariat yang dilakukan melalui uji Chi-Square dengan batas signifikansi 0,05. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa 80% ibu berada pada kategori PHBS kurang, dan jumlah yang sama tercatat pada balita yang pernah mengalami diare. Hasil uji Chi-Square menghasilkan p- value 0,048 (p < 0,05), sehingga dapat ditegaskan bahwa ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara penerapan PHBS oleh ibu dan kejadian diare pada balita. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menegaskan bahwa rendahnya penerapan PHBS pada ibu berperan dalam tingginya kasus diare sehingga diperlukan peningkatan edukasi dan pembiasaan perilaku sehat di lingkungan keluarga.References
Choiroh, Z. M., Windari, E. N., & Proborini, A. (2020). Hubungan antara frekuensi dan durasi diare dengan kejadian stunting pada balita usia 24-36 bulan di Desa Kedungrejo Kecamatan Pakis. Journal of Issues in Midwifery, 4(3), 131-141.
Dinas Kesehatan Kota Medan. (2022). Profil Kesehatan Kota Medan Tahun 2022. Dinas Kesehatan Kota Medan.
Firenza, M. D., Mardiati, M., & Syafridah, A. (2022). Hubungan Pengetahuan Ibu dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Kejadian Diare pada Balita di Desa Pusong Lhokseumawe. GALENICAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh, 1(3), 11-20.
Fischer Walker, C. L., Perin, J., Aryee, M. J., Boschi-Pinto, C., & Black, R. E. (2012). Diarrhea incidence in low-and middle-income countries in 1990 and 2010: a systematic review. BMC public health, 12(1), 220.
Husna, S. A., & Soviadi, N. V. (2024). Distribusi penyakit diare dan determinan dengan pemetaan wilayah Provinsi Jawa Barat Tahun 2020. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 20(2), 136-146.
Kartika, A. S. (2022). Hubungan Penerapan Phbs Dalam Keluarga Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Lengkong Wilayah Kerja Puskesmas Lengkong Kabupaten Sukabumi. Jurnal Health Society, 11(2), 8–16.
Kemenkes BKPK. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 Dalam Angka. Jakarta: Kementrian Kesehatan Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan
Kemenkes RI. (2023). Profil Kesehatan Indonesia 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Pelaksanaan Pencegahan Penyakit Diare.Jakarta: Ditjen PPM dan PL
Kusmayanti, E., & Sibualamu, K. Z. (2023). Manajemen Cairan Pada Anak Dengan Diare : Scoping Review Fluid Management in Children with Diarrhea: Scoping Review. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 18(2), 64–72.
Munawaroh, D. A., Sulistiyani, S., & Darundiati, Y. H. (2024). Analisis Faktor Risiko Kesehatan Ligkungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanon 1 Kabupaten Sragen Tahun 2015-2020. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(2), 128–139.
Novita, O. T. (2020). Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Mergangsan Kota Yogyakarta. Journal Of Dehasen Educational Review, 1(2), 56–64.
Nurkholizah, I., Hartono, D., & Widhiyanto, A. (2025). Hubungan Penerapan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (Phbs) Dan Pola Asuh Orang Tua Dengan Pencegahan Diare Terhadap Balita Di Kelurahan Sumbertaman Probolinggo. Journal Central Publisher, 3(3), 3339-3352.
Ponirah, P., & Harini, R. (2022). Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Balita Usia 0 – 60 Bulan. Malahayati Nursing Journal, 4(12), 3460– 4567.
Susanti, N., & Ikhwan, I. (2023). The Relationship of Clean and Healthy Household Living Behavior with The Incidence of Diarrhea in Gunting Saga Village. Jurnal Kesehatan Manarang, 9(3), 197–204.
Wahyuni, T.N, D. Hermawan, & D. Dwi. (2020). Faktor Resiko Kejadian Diare Akut Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo Kabupaten Pesawaran Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Masyarakat Khatulistiwa. 6(4)
WHO. (2024). Diarrhoeal Disease. https://www.who.int/news-room/fact- sheets/detail/diarrhoealdisease diakses tanggal 17 November 2025
WHO. (2024). Health and Well-Being. https://www.who.int/data/gho/data/major- themes/health-andwell-being diakses tanggal 17 November 2025
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Azra Muzaiyana Nasution, Arini Dwi Rahmadani, Rifqa Masry, Annisa Zahra, Windi Audina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







