PENGARUH TERAPI BERKUMUR AIR REBUSAN DAUN MINT TERHADAP RASA HAUS PADA PASIEN HEMODIALISA DI RSI SUNAN KUDUS
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.52236Keywords:
chronic kidney disease, hemodialisis, rasa haus, terapi daun mintAbstract
Salah satu penyakit tidak menular yang memiliki angka kejadian yang cukup tinggi dengan beban biaya yang besar adalah Chronic Kidney Disease (CKD). CKD merupakan rusaknya ginjal selama lebih dari 3 bulan dan bersifat progresif dan irreversibel. Pembatasan asupan cairan perlu dilakukan seiring dengan menurunnya kemampuan ginjal. Pembatasan asupan cairan dapat menghindari terjadinya kelebihan cairan dan edema pada tubuh penderita CKD. Intervensi keperawatan yang bisa diberikan kepada pasien yang menjalani hemodialisa untuk mengurangi rasa haus yaitu terapi berkumur dengan air rebusan daun mint. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh terapi berkumur air rebusan daun mint terhadap rasa haus pada pasien hemodialisa di RSI Sunan Kudus. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen. Sampel diambil dari total populasi penelitian yaitu 78 responden dengan total sampling. Sampel dibagi menjadi 2 yaitu 39 responden kelompok intervensi dan 39 responden kelompok kontrol. Intervensi yang diberikan kepada kelompok intervensi adalah terapi berkumur air rebusan daun mint sebanyak 3 kali sehari. Kriteria inklusi diantaranya pasien yang menjalani hemodialisa di RSI Sunan Kudus, pasien yang mengalami CKD / Gagal Ginjal Kronis dan dapat berkomunikasi verbal dengan baik. Kriteria eksklusi yaitu pasien yang mengundurkan diri saat penelian. Variabel independen adalah terapi berkumur air rebusan daun mint. Variabel dependen adalah rasa haus. Lokasi penelitian di RSI Sunan Kudus. Waktu penelitian yaitu 15-30 Mei 2025. Alat ukur yang digunakan berupa VAS (Visual Analogue Scale for assessment of thirst intensity). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-whitney. Hasil penelitian pada kelompok intervensi menunjukkan (pretest) seluruh responden (100%) dalam kriteria haus sedang dan (posttest) hampir seluruh responden (79,5%) dalam kriteria haus ringan dan sebagian kecil responden (20,5%) dalam kriteria haus sedang. Hasil pada kelompok kontrol menunjukkan pretest dan posttest tidak ada perubahan yaitu seluruh responden (100%) dalam kriteria haus sedang. Uji wilcoxon signed rank test pada kelompok intervensi menunjukkan p-value 0,000 < α 0,05 dan kelompok kontrol menunjukkan p-value 0,157 > α 0,05. Hasil uji mann-whitney menunjukkan p-value 0,000 < α0,05. Kesimpulan menunjukkan ada pengaruh pemberian terapi berkumur air rebusan daun mint terhadap rasa haus pada pasien hemodialisa di RSI Sunan Kudus Tahun 2025 pada kelompok intervensi dan tidak ada pengaruh pada kelompok kontrol. Ada perbedaan rasa haus pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol pasien hemodialisa di RSI Sunan Kudus Tahun 2025.References
Aguistina, W., & Luimadi, S. A. (2022). Huibuingan Antara Piemantauian Intakie Ouitpuit Cairan Piendierita. 3(2), 164–174.
Aguistina, W., & Luimadi, S. A. (2022). Huibuingan Antara Piemantauian Intakie Ouitpuit Cairan Piendierita. 3(2), 164–174.
American Nephrology Nurses Association / Anna. 2019.
Bps Jawa Tengah. 2023. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023.
Bps Kabupaten Jepara. 2023. Profil Kesehatan Kabupaten Jepara Tahun 2023.
Fida’ Husain, & Ika Silvitasari. (2020). Management Keperawatan Mengurangi Rasa Haus Pada Pasien Dengan Chronic Kidney Disease : Literature Review. Infokes: Jurnal Ilmiah Rekam Medis Dan Informatika Kesehatan, 10(2), 28–33. Https://Doi.Org/10.47701/Infokes.V10i2.1030
Hermansyah, R. N. (2024). Efek Berkumur Air Peppermint Terhadap Rasa Haus Pada Pasien Menjalani Hemodialisis. Ijnp Volume 8, Edisi 1, Juni 2024, Hal. 34-41, 8, 34–41.
Kemenkes Ri. 2023. Profil Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2023.
Najikhah, U., & Warsono, W. (2020). Penurunan Rasa Haus Pada Pasien Chronic Kidney Disease (Ckd) Dengan Berkumur Air Matang. Ners Muda, 1(2), 108. Https://Doi.Org/10.26714/Nm.V1i2.5655
Prasetyo, A., Pranowo, S., & Handayani, N. (2020). Karakteristik Pasien Gagal Ginjal Yang Menjalani Terapi Hemodialisa Di Rsud Cilacap. Prosiding Seminar Nasional Dan Diseminasi Penelitian Kesehatanstikes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya, April, 1–6. Https://Ejurnal.Stikes-Bth.Ac.Id/Index.Php/P3m_Psndpk/Article/View/335/293
Reza Dwinoe. (2024). Penerapan Terapi Berkumur Dengan Air Matang Dalam Menurunkan Rasa Haus Pada Pasien Chronic Kidney Disease (Ckd) Dengan Hemodialisa Di Ruang Interne Wanita Rsup Dr. M. Djamil Padang. Skripsi Kemenkes Poltekkes Padang.
Siriegar, C. T., & Ariga, R. A. (2020). Buikui Ajar Manajiemien Komplikasi Pasiien Hiemodialisa. Dieiepuiblish. Https://Books.Googlie.Co.Id/Books?Id=Mjt4dwaaqbaj
Who. 2024. Kidney Disease: Improving Global Outcomes (Kdigo) Ckd Work Group. Kdigo 2024 Clinical Practice Guideline For The Evaluation And Management Of Chronic Kidney Disease. Kidney Int 2024; 105: S1–S197
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Retno Dewi Setyowati, Heny Siswantii, Diana Tri Lestari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







