HUBUNGAN KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH RAWAN BANJIR KOTA SURAKARTA

Authors

  • Angelita Alfia Ramadhanti Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Luluk Ria Rakhma Universitas Muhammadiyah Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.51843

Keywords:

ketahanan pangan, status gizi, balita

Abstract

Balita merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah gizi, terutama stunting dengan prevalensi stunting di Indonesia tahun 2024 mencapai 19,8%, yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif. Faktor pemenuhan gizi, ketahanan pangan rumah tangga, serta kondisi lingkungan seperti daerah rawan banjir berperan penting dalam menentukan status gizi anak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional, melibatkan 100 responden yang dipilih sesuai kriteria balita usia 1-5 tahun Data dianalisis secara Chi-Square untuk mendeskripsikan variabel dan bivariat menggunakan uji chi-square untuk menilai hubungan antara ketahanan pangan rumah tangga dan status gizi balita berdasarkan indeks TB/U dan pengukuran ketahanan pangan menggunakan kuesioner HFIAS (Household Food Insecurity Access Scale). Karakteristik dalam penelitian ini meliputi jenis kelamin, status gizi balita, serta karakteristik orang tua. Balita didominasi oleh jenis kelamin laki-laki sebanyak 51% dan perempuan 49%. Status gizi berdasarkan TB/U menunjukkan mayoritas balita berada pada kategori tidak pendek sebesar 87%, sedangkan kategori pendek 11% dan sangat pendek 2%, menandakan masih terdapat kasus gangguan pertumbuhan di daerah rawan banjir. Karakteristik orang tua menunjukkan sebagian besar ibu berada pada rentang usia 24–36 tahun (36%), tidak bekerja (85%), dan memiliki pendidikan lanjut (95%). Sementara hampir seluruh ayah bekerja (99%) serta mayoritas berpendidikan lanjut (90%).  Uji chi-square menunjukkan nilai p = 0,172, sehingga tidak terdapat hubungan signifikan antara ketahanan pangan rumah tangga dan status gizi balita. Distribusi silang menunjukkan kecenderungan bahwa semakin rentan kondisi ketahanan pangan, semakin tinggi proporsi balita dengan status gizi pendek. Status gizi balita di daerah rawan banjir Kota Surakarta sebagian besar normal dan tidak ditemukan hubungan signifikan dengan ketahanan pangan, meskipun faktor ekonomi keluarga tetap menjadi penentu utama kondisi pangan.

References

Anggraeni, L. D., Toby, Y. R., & Rasmada, S. (2021). Analisis Asupan Zat Gizi Terhadap Status Gizi Balita. Faletehan Health Journal, 8(02), 92–101. https://doi.org/10.33746/fhj.v8i02.191

Boulom, S., Essink, D. R., Kang, M.-H., Kounnavong, S., & Broerse, J. E. W. (2020). Factors associated with child malnutrition in mountainous ethnic minority communities in Lao PDR. Global Health Action, 13(sup2), 1785736. https://doi.org/10.1080/16549716.2020.1785736

Hamdikatama, B. (2020). Pemetaan Daerah Rawan Banjir Di Kota Metro Tahun 2018.

Hariyanto, A. W. S. dan H. L. (2024). Perbandingan Teknik Klasifikasi Catatan Medis untuk Indeks Antropometri Status Gizi Balita. 6(1), 229–235.

Hermawati, B., Nugroho, E., Indarjo, S., Rahayu, F. D., Ramadhanty, H. A., & Mukti, F. A. (2020). Media edukasi untuk peningkatan pengetahuan orang tua berkaitan dengan keamanan pangan anak usia dini. Darussalam Nutrition Journal, 4(1), 16. https://doi.org/10.21111/dnj.v4i1.3840

Hidayati, N. I. D. (2023). Hubungan Pendapatan Keluarga dan Ketahanan Pangan dengan Status Gizi Balita pada Era Pandemi Covid-19 di Kabupaten Pasuruan. Media Gizi Kesmas, 12(1), 359–366. https://doi.org/10.20473/mgk.v12i1.2023.359-366

Husain, Z., & Yuniar, S. S. (2021). Konsep Dasar Ilmu Gizi. Open Science Framework. https://doi.org/10.31219/osf.io/6srk2

Irawan, I. R. (2022). FAKTOR RISIKO UNDERWEIGHT PADA BALITA DI PERKOTAAN DAN PERDESAAN INDONESIA [ANALISIS DATA STUDI STATUS GIZI BALITA INDONESIA 2019] (RISK FACTORS OF UNDERWEIGHT ON UNDER-FIVE CHILDREN IN URBAN AND RURAL INDONESIA [DATA ANALYSIS OF THE STUDY ON NUTRITIONAL .

Kemenkes. (2020). Standar Antropometri Anak. 3, 1–78.

Mariam, S. (2018). Pengembangan pangan darurat untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat di daerah terdampak bencana. 15, 55–66.

Mulu, E., & Mengistie, B. (2017). Household food insecurity and its association with nutritional status of under five children in Sekela District, Western Ethiopia: A comparative cross-sectional study. BMC Nutrition, 3(1), 35. https://doi.org/10.1186/s40795-017-0149-z

Nilma, & Mona, S. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Buruk Pada Balita Di Kelurahan Sei.Lakam Barat Kecamatan Karimun Kabupaten Karimun. Zona Kebidanan Universitas Batam, 10(1), 12–20.

Paudel, P. (2020). Online Education: Benefits, Challenges and Strategies During and After COVID-19 in Higher Education. International Journal on Studies in Education, 3(2), 70–85.

Puspitasari, M. (2021). Literature Review: Penyakit Infeksi dengan Status Gizi Pada Balita. Jurnal Kesehatan, 14(1), 18–22. https://doi.org/10.32763/juke.v14i1.250

Rahmawati, F. N. (2019). View of Pengaruh Karakteristik Rumah Tangga, Keragaman Makanan, Lingkungan Hidup terhadap Status Gizi Balita.pdf.

Ritonga, A. A., Rahmadani, N., Ramadhani, R., & Melisa, W. (2022). Peran Ibu dalam Menjaga Ketahanan Pangan Keluarga. Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(3), 76–82. https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v1i3.78

Sherpa, M., Tiwari, S., & Skoufias, E. (2013). Shorter, Cheaper, Quicker, Better: Linking Measures of Household Food Security to Nutritional Outcomes in Bangladesh, Nepal, Pakistan, Uganda, and Tanzania. World Bank, Washington, DC. https://doi.org/10.1596/1813-9450-6584

Sihotang, U. (2020). Hubungan Ketahanan Pangan Dan Mutu Gizi Konsumsi Pangan (Mgp4) Keluarga Dengan Status Gizi Balita Di Desa Palu Sibaji Kecamatan Pantai Labu. Wahana Inovasi, 9(2), 50–59.

Skoufias, E. (2016). Synergies in Child Nutrition: Interactions of Food Security, Health and Environment, and Child Care. World Bank, Washington, DC. https://doi.org/10.1596/1813-9450-7794

Sugianti, E., Putri, B. D., Hidayanti, H., & Buanasita, A. (2023). Prevalensi Ketahanan Pangan dan Hubungannya dengan Kejadian Stunting pada Rumah Tangga di Daerah Rawan Pangan. Proceedings Series on Physical & Formal Sciences, 5, 224–229. https://doi.org/10.30595/pspfs.v5i.727

Suhendra, S., Rachmady, D., & Handayani, N. (2019). Pemberdayaan Masyarakat melalui Peningkatan Mutu Kesehatan dan Pendidikan di Desa Dukuh. Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3(1). https://doi.org/10.32832/abdidos.v3i1.299

Sutyawan, S., Khomsan, A., & Sukandar, D. (2019). Pengembangan Indeks Ketahanan Pangan Rumah Tangga dan Kaitannya dengan Tingkat Kecukupan Zat Gizi dan Status Gizi Anak Balita. Amerta Nutrition, 3(4), 201. https://doi.org/10.20473/amnt.v3i4.2019.201-211

Syarifah, N. L., & Sumarmi, S. (2024). Hubungan Karakteristik Keluarga dan Tingkat Ketahanan Pangan Rumah Tangga dengan Kejadian Stunting pada Balita (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Singgahan, Kabupaten Tuban). Media Gizi Kesmas, 13(1), 241–248. https://doi.org/10.20473/mgk.v13i1.2024.241-248

Wilujeng, S., Rakhma, L. R., & Kisnawaty, S. W. (2025). Hubungan kepatuhan konsumsi pemberian makanan tambahan (PMT) dengan status gizi berat badan menurut umur (BB/U) pada balita underweight. Holistik Jurnal Kesehatan, 19(7), 1809–1820. https://doi.org/10.33024/hjk.v19i7.1244

Yunita, L., & Utama, L. J. (2023). Kerawanan Pangan Rumah Tangga Dikaitkan Dengan Lingkar Lengan Atas (LILA) Ibu di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur: Studi Crossectional. Damianus Journal of Medicine, 22(2), 98–107. https://doi.org/10.25170/djm.v22i2.4203

Downloads

Published

2025-12-23

How to Cite

Ramadhanti, A. A., & Rakhma, L. R. (2025). HUBUNGAN KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH RAWAN BANJIR KOTA SURAKARTA . PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 9(3), 8375 – 8386. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.51843