ANALISIS EFEKTIVITAS BERBAGAI REGIMEN TERAPI TERHADAP KESEMBUHAN TUBERKULOSIS RESISTEN OBAT

Authors

  • Andre Damardana Tahitoe Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Faishal Akbar Satriawan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Devita Diatri Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Alif Adlan Zulizar Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.51723

Keywords:

TB, Regimen, regimen 9 bulan, regimen BPAL/M, TB RR/MDR, tingkat kesembuhan

Abstract

Tuberkulosis resisten obat (TB-RO), termasuk rifampisin resisten (TB-RR) dan multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB), merupakan tantangan besar dalam pengendalian TB di dunia. Resistensi ini timbul akibat mutasi Mycobacterium tuberculosis yang membuat terapi standar tidak lagi efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara berbagai paduan pengobatan dengan tingkat kesembuhan serta efek samping yang dialami oleh pasien TB RR/MDR.  Penelitian observasional analitik retrospektif dilaksanakan di RS Roemani Muhammadiyah Semarang pada Juli 2025. Data sekunder berasal dari E-Rekam Medik pasien TB RR/MDR periode 2021–2025. Sebanyak 44 pasien dipilih melalui total sampling dengan kriteria inklusi rekam medis lengkap dan eksklusi ketidakselesaian terapi. Variabel bebas mencakup paduan pengobatan BPAL/M, regimen 9 bulan, dan terapi jangka panjang; variabel terikat meliputi tingkat kesembuhan dan efek samping. Analisis dilakukan secara univariat untuk deskripsi karakteristik dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini sebagian besar penderita TB RR/MDR adalah kelompok usia <50 tahun mendominasi (52,27%) dan laki-laki lebih banyak daripada perempuan (63,64%); mayoritas menerima regimen jangka panjang (72,73%), diikuti BPAL/M (20,45%) dan regimen 9 bulan (6,82%). Sebanyak 86,36% pasien mencapai kesembuhan. Uji chi-square menunjukkan tidak ada asosiasi bermakna antara jenis regimen dan kesembuhan (p=0,272); seluruh pasien pada BPAL/M dan 9 bulan sembuh, sedangkan pada jangka panjang 26 sembuh dan 6 tidak sembuh. Keluhan yang muncul gastrointestinal (84,09%), diikuti saraf (59,09%), integumen (54,55%), muskuloskeletal (47,73%), jiwa (36,36%), hematologi (29,55%), indra/penglihatan (27,27%), kardiovaskular (4,5%), dan gangguan hati (2,27%). Tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat kesembuhan dan paduan pengobatan. Efek samping yang tertinggi terjadi pada sistem gastrointestinal

References

Al Qarni Bayan, U. (2022). KARAKTERISTIK PASIEN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI RSUD Dr. H. CHASAN BOESOIRIE. Kieraha Medical Journal, 4(2), 116–123. https://doi.org/10.33387/kmj.v4i2.4651

Anisah, A., Sumekar, D. W., & Budiarti, E. (2021). Hubungan Demografi dan Komorbid dengan Kejadian Tuberkulosis Resisten Obat (TB RO). Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(2), 568–574. https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i2.655

Badrudin. (2020). Berobat menurut islam. Jurnal Kependidikan Dan Keislaman, 7(1), 1–20.

Fiddina, N., & Yulistiani, Y. (2023). Peran Bedaquiline dan Penggunaannya pada Tuberkulosis Resisten Obat : Sebuah Kajian Naratif. Jurnal Ilmu Farmasi Dan Farmasi Klinik, 20(2), 112. https://doi.org/10.31942/jiffk.v20i2.8505

Global Tuberculosis Report 2022. (2017). In Jurnal Sains dan Seni ITS (Vol. 6, Issue 1).

Kemenkes. (2024). Repository - Aplikasi Repository Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. https://repository.kemkes.go.id/book/1284

KHUSNUL MAR’IYAH, Z. (2022). Patofisiologi penyakit infeksi tuberkulosis. Biofarmasetikal Tropis, 5(1), 79–82. https://doi.org/10.55724/jbiofartrop.v5i1.378

Li, S., Liang, Y., & Hu, X. (2022). Risk factors for multidrug resistance in tuberculosis patients with diabetes mellitus. BMC Infectious Diseases, 22(1), 835. https://doi.org/10.1186/s12879-022-07831-3

Meiyanti, M., Bachtiar, A., Kusumaratna, R. K., Alfiyyah, A., Machrumnizar, M., & Pusparini, P. (2024). Tuberculosis treatment outcomes and associated factors: A retrospective study in West Nusa Tenggara, Indonesia. Narra J, 4(3), e1660. https://doi.org/10.52225/narra.v4i3.1660

Mohammed, A., Aboagye, R. G., Duodu, P. A., Adnani, Q. E. S., Wongnaah, F. G., Seidu, A.-A., & Ahinkorah, B. O. (2025). Sex-related absolute inequalities in tuberculosis incidence in 47 countries in Africa. BMC Medicine, 23(1), 324. https://doi.org/10.1186/s12916-025-04098-8

Nguyen, H. V., Brals, D., Tiemersma, E., Gasior, R., Nguyen, N. V., Nguyen, H. B., Van Nguyen, H., Le Thi, N. A., & Cobelens, F. (2023). Influence of Sex and Sex-Based Disparities on Prevalent Tuberculosis, Vietnam, 2017–2018. Emerging Infectious Diseases, 29(5). https://doi.org/10.3201/eid2905.221476

Prasad, R., Singh, A., Srivastava, R., Hosmane, G. B., Kushwaha, R. A. S., & Jain, A. (2016). Frequency of adverse events observed with second-line drugs among patients treated for multidrug-resistant tuberculosis. The Indian Journal of Tuberculosis, 63(2), 106–114. https://doi.org/10.1016/j.ijtb.2016.01.031

Seung, K. J., Keshavjee, S., & Rich, M. L. (2015). Multidrug-Resistant Tuberculosis and Extensively Drug-Resistant Tuberculosis. Cold Spring Harbor Perspectives in Medicine, 5(9), a017863. https://doi.org/10.1101/cshperspect.a017863

Soeroto, A. Y., Pratiwi, C., Santoso, P., & Lestari, B. W. (2021). Factors affecting outcome of longer regimen multidrug-resistant tuberculosis treatment in West Java Indonesia: A retrospective cohort study. PLOS ONE, 16(2), e0246284. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0246284

Van Deun, A., Maug, A. K. J., Salim, M. A. H., Das, P. K., Sarker, M. R., Daru, P., & Rieder, H. L. (2010). Short, Highly Effective, and Inexpensive Standardized Treatment of Multidrug-resistant Tuberculosis. American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine, 182(5), 684–692. https://doi.org/10.1164/RCCM.201001-0077OC)

Widayanti, E., Bintari, S. H., & Darwani. (2018). UJI RESISTENSI Mycobacterium tuberculosis TERHADAP OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) DENGAN METODE PENIPISAN. Unnes Journal of Life Science, 1(2), 31–38.

Yunilistianingsih, Y.-, & Ningrum, V. D. A. (2023). Efektivitas Terapi dan Kejadian Tidak Dikehendaki Penggunaan Regimen Pengobatan Jangka Pendek pada MultiDrug-Resistant Tuberculosis: a Scoping Review. Jurnal Farmasi Indonesia, 20(2), 112–123. https://doi.org/10.31001/jfi.v20i2.1970

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

Tahitoe, A. D., Satriawan, F. A., Diatri, D., & Zulizar, A. A. (2025). ANALISIS EFEKTIVITAS BERBAGAI REGIMEN TERAPI TERHADAP KESEMBUHAN TUBERKULOSIS RESISTEN OBAT. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 9(3), 9643–9649. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.51723