EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL BERBASIS BUDAYA LOKAL OLEH KADER POSYANDU DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN ANTENATAL CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RASABOU KABUPATEN DOMPU

Authors

  • Hayatun Nufus Program Studi Administrasi Kesehatan, Universitas Mbojo Bima
  • Miftahul Jannah Program Studi Administrasi Kesehatan, Universitas Mbojo Bima

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.50735

Keywords:

interpersonal communication, cadres, local culture; pregnancy, ANC compliance

Abstract

Kepatuhan ibu hamil terhadap pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care/ANC) di daerah pedesaan masih rendah, dipengaruhi faktor sosial-budaya, literasi kesehatan yang terbatas, dan hambatan akses layanan. Kader Posyandu berperan penting dalam mendampingi ibu hamil, namun keterampilan komunikasi interpersonal berbasis budaya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas komunikasi interpersonal berbasis budaya lokal oleh kader Posyandu dalam meningkatkan kepatuhan ANC pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Rasabou, Kabupaten Dompu. Penelitian kuasi-eksperimen dengan pendekatan campuran. Tahap awal dilakukan focus group discussion (FGD) untuk menggali nilai budaya lokal sebagai dasar penyusunan intervensi komunikasi kader. Tahap kuantitatif menggunakan desain pre-test dan post-test dengan kelompok kontrol. Sampel terdiri dari 94 ibu hamil (47 intervensi, 47 kontrol). Data dianalisis dengan uji t berpasangan dan uji t independen. Rerata kepatuhan ANC pada kelompok intervensi meningkat signifikan dari 18,18 ± 0,66 menjadi 21,00 ± 0,00 (p < 0,001), dengan delta skor 2,82 ± 0,66. Sebaliknya, kelompok kontrol tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,444). Uji t independen antar kelompok menunjukkan perbedaan bermakna (p < 0,001). Selain itu, persepsi ibu terhadap komunikasi kader meningkat dari rerata 15,4 menjadi 25,0 (p < 0,001). Intervensi komunikasi interpersonal berbasis budaya lokal oleh kader Posyandu efektif meningkatkan kepatuhan ANC dan memperbaiki persepsi ibu hamil terhadap komunikasi kesehatan. Pendekatan ini layak diintegrasikan dalam program kesehatan ibu di wilayah pedesaan.

References

Ashriady, A., & Supriadi, R. (2022). Aspek sosial budaya dalam perawatan kehamilan pada masyarakat pesisir Kabupaten Mamuju. Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal), 9(1), 9–10.

Ayuya Putri, I. D. (2025). Pengembangan Model Peningkatan Cakupan Kunjungan ANC Berbasis Nilai Budaya Lokal. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2), 123-135.

Azahra, M., Soekiswati, S., & Wijayanti. (2025). Peran usia, paritas, dan pendidikan dalam kepatuhan ibu hamil terhadap kunjungan antenatal care di Puskesmas. Jurnal Kesehatan dan Kebidanan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu. (2024). Profil kesehatan Kabupaten Dompu tahun 2023. Dinkes Kabupaten Dompu.

Dwijayanti, R., et al. (2024). Hubungan Komunikasi Efektif Tenaga Kesehatan dengan Kepatuhan Pemeriksaan Antenatal Care. Jurnal Kesehatan dan Kebidanan, 15(1), 50-58.

Heryana, A. (2017). Uji McNemar dan Uji Wilcoxon (Uji hipotesa non-parametrik dua sampel berpasangan). Catatan Ade Heryana, Mei, 3–8.

Husniyah, I., Arisanti, A. Z., & Susilowati, E. (2022). Faktor-faktor pengaruh pemeriksaan antenatal care: Literature review. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan, 13(2), 45–53.

Khiyaroh, S. (2025). Pelatihan Kader Posyandu dalam Komunikasi Berbasis Media Digital di Desa Pedesaan. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 45-52.

Lestari, L., Putri, A., & Rahmawati, N. (2025). Edukasi ANC terhadap kepatuhan ibu hamil dalam konsumsi suplemen. Indonesian Research Journal of Education (IRJE), 9(1), 55–64.

Maryuni, M., Prasetyo, S., Martha, E., Devy, S. R., Pardosi, J. F., Anggraeni, L., & Subu, M. A. (2024). Local cultural perspectives of birth preparedness: A qualitative study in a rural subdistrict of Indonesia. British Journal of Midwifery, 32(8), 412–420.

Meo, M. L. N., Rotty, M. P. F., & Mapaly, H. A. (2024). Enhancing the role of Posyandu cadres in early detection and support for high-risk pregnant women through a psychoeducation approach. Journal of Community Empowerment for Health, 7(2), 96–99.

Mohseni, M., et al. (2023). Effects of Community-Based Empowerment on ANC Compliance: A Meta-Analysis. International Journal of Maternal Health, 8(4), 200-210.

Nasution, S. S., Badaruddin, G. D., & Lubis, Z. (2015). The effectiveness of the intervention of Sehat Umakna Sehat Anakna towards improving the behavior, knowledge and attitude of pregnant mothers towards maternal and neonatal care in Mandailing Natal, Sumatera Utara, Indonesia. International Journal of Nursing and Midwifery, 7(11), 162–167.

Nurmilawati, N., Nugroho, A., Al Audhah, N., Febriana, S. K. T., & Noor, M. S. (2024). Strengthening maternal and child health services: Evaluating the KIA book training program for Posyandu cadres. Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 12(3), 424–435.

Rohimi, U. E., Syafii, A., & Rofifah, J. (2024). Impact of Culturally Sensitive Communication in Maternal Health. Asian Journal of Health Sciences, 311, 327-333.

Rohmani, N., & Utari, D. (2020). Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan komunikasi efektif bagi kader posyandu. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 13(12), 101–108.

Scharff D, Enard KR, Tao D, Strand G, Yakubu R, Cope V. (2022) Community Health Worker Impact on Knowledge, Antenatal Care, And Birth Outcomes: A Systematic Review. Matern Child Health J.

Sururi, M., et al. (2022). Community Empowerment and Antenatal Care Compliance: A Longitudinal Study in Indonesia. Health Promotion International, 37(3), 500-512.

Titaley CR, Tjandrarini DH, Malakauseya MLV, Ariawan I, Iwan RF, Istia SS, Dibley MJ. (2025) Determinants of non-use of antenatal care services in eastern Indonesia: analysis of the 2023 Indonesia health survey. Front Glob Womens Health.

Tumbelaka, P., Limato, R., Nasir, S., Syafruddin, D., Ormel, H., & Ahmed, R. (2018). Analysis of Indonesia’s community health volunteers (kader) as maternal health promoters in the community integrated health service (Posyandu) following health promotion training. International Journal of Community Medicine and Public Health, 5(3), 856–862.

Wijaya, M., Elba, F., Mandiri, A., Friska, W., Faozi, B. F., & Hilmanto, D. (2019). Effectiveness of cadres training in improving maternal and neonatal health in Soreang Subdistrict. Global Medical & Health Communication (GMHC), 7(3), 218–223.

Yanti, A. S., et al. (2021). Role of Social Support in ANC Compliance Among Pregnant Women. Journal of Midwifery, 30(1), 67-75.

Yuniarti, Y., Yorita, E., Widiyanti, D., & Destariyani, E. (2024). Effect of cadre-based empowerment on antenatal care knowledge, attitudes, and antenatal care visit among pregnant women. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 15(2), 87–94. https://e-journal.poltekkesjogja.ac.id/index.php/kia/article/view/2245

Zuchro, S., et al. (2025). Community-Based Programs and ANC Utilization in Rural Indonesia. Journal of Community Health, 22(1), 85-92.

Downloads

Published

2025-12-24

How to Cite

Nufus, H., & Jannah, M. (2025). EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL BERBASIS BUDAYA LOKAL OLEH KADER POSYANDU DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN ANTENATAL CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RASABOU KABUPATEN DOMPU. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 9(3), 8746–8754. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.50735