SURVEI KEPADATAN TIKUS DAN POTENSI PENULARAN PENYAKIT DI PELABUHAN LAUT TENAU KUPANG

Authors

  • Ummul Khairani Norma Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana, Indonesia
  • Mustakim Sahdan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana, Indonesia
  • Cathrin W. D. Geghi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana, Indonesia
  • Agus Setyobudi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.50418

Keywords:

Kepadatan, Pelabuhan, Penularan, Penyakit, Tikus

Abstract

Tikus merupakan binatang pengerat (rodensia) yang lebih dikenal sebagai hama tanaman pertanian, perusak barang di gudang dan hewan pengganggu yang menjijikan di perumahan dan perkantoran. Namun belum banyak yang sadari bahwa hewan ini juga membawa, menyebarkan dan menularkan berbagai penyakit berbasis tikus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepadatan tikus dan potensi penularan penyakit berbasis tikus di Pelabuhan Laut Tenau Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan metode survey, dengan teknik pengumpulan data melalui pemasangan perangkap pada area perimeter dan area buffer Pelabuhan Laut Tenau Kupang. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepadatan tikus di area perimeter dan area buffer berkategori rendah dan berpotensi penularan penyakit akibat tikus. Karena masih banyak ditemukan tanda-tanda keberadaan tikus. Pelabuhan Laut Tenau juga merupakan pelabuhan terbesar di NTT dan pintu lalu lintas orang, barang, dan alat transportasi sehingga banyak kunjungan kapal yang masuk di Pelabuhan Laut Tenau Kupang, dengan meningkatnya arus lalu lintas memungkinkan terjadinya penularan penyakit berbasis vektor yaitu tikus melalui transportasi. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan peran aktif dari pengembang pelabuhan dan pihak kesehatan pelabuhan untuk melakukan survey kepadatan tikus dan pinjal secara rutin guna menurunkan potensi penularan penyakit kepada masyarakat.

References

Assagaff, F. (2019) ‘Studi Kepadatan Tikus dan Ektoparasit di Pasar Gudang Kelurahan Benteng Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon’, Global Health Science, 4(2), pp. 50–53.

B2P2VRP. (2015). Modul Pelatihan Teknis Tingkat Dasar Survei Reservoir Penyakit Bidang Minat Rodensia. B2P2VRP Salatiga.

BPS. (2024) ‘Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam Angka 2024’, Nusa Tenggara Timur, 40(1), pp. 1–14.

Depkes RI. (2015). Pedoman Pengendalian Tikus dan Mencit. Jakarta; Ditjen PPdan PL

Depkes RI. (2008). Pedoman Penanggulangan Pes di Indonesia. Jakarta: Subdit Zoonosis Ditjen PP & PL

Kemenkes RI. (2023). ‘Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Bidang Kekarantinaan Kesehatan’, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, 69(1216), pp. 1–4.

Musbir, A.L. (2021). ‘Identifikasi Bakteri Leptospira.SP dan Analisis Spasial Keberadaan Tikus pada Tiga Area Pemondokan Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri Kota Makassar’, Skripsi, p. 65.

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Universitas Nusa Cendana.

Pinardi, T. (2021). ‘Teknik Survei dan Identifikasi Tikus’, Forum Ilmiah Kesehatan, pp. 1–22.

Priyambodo S. (2021) ‘Identifikasi Tikus’, Pelatihan Virtual Entomologi Kesehatan dan Pengendalian Vektor Kementrian Kesehatan, 7(02), pp. 46–48.

Priyambodo S. (2006). Tikus dalam Hama Pemukiman Indonesia, Pengenalan Biologi dan Pengendalian Hama Pemukiman. Sigit SH, (ed.) Bogor: Fakultas Kedoktera Hewan Institut Pertanian Bogor

Priyambodo, S. (2003). Pengendalian Hama Tikus. Jakarta: Penebar Swadaya

Priyotomo, Y.C. (2015). ‘Studi Kepadatan Tikus dan Ektoparasit di Daerah Perimeter’, Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 3(2), pp. 86–95.

Rahmadayani, F. (2019). Survei Keberadaan Tikus di Gudang Pelabuhan Belawan Wilayah Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Medan Tahun 2019, [Kti] Politeknik Kesehatan Kemenkes Ri Medan.

Ristiyanto, Ima N. (2004). Penyakit bersumber Rodensia (Tikus dan Mencit) di Indonesia. Jurnal ekologi kesehatan Vol 4 No 3 (ISS :2354-8754)

Rusma, T. (2019). ‘Analisis Sanitasi Lingkungan dan Keberadaan Tikus di Wilayah Kerja Pelabuhan Laut Boombaru Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Palembang’, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya, p. 4.

Rusman, N.R.A. D. (2021). ‘Identifikasi Ektoparasit dan Endoparasit pada Tikus di TPA Tamangapa Kecamatan Manggala Kota Makassar’, Skripsi. Universitas Hasanuddin. Fakultas Kesehatan Masyarakt, pp. 1–91.

Safira Damayanti, D., & Lestari, K. S. . (2023). Gambaran Kepadatan Tikus dan Pinjal di Wilayah Pelabuhan Banyuwangi : Gambaran Kepadatan Tikus dan Pinjal di Wilayah Pelabuhan Banyuwangi. Hang Tuah Medical Journal, 20(2), 170–181.

Samsara, D. (2018). ‘Analisis Hubungan Kepadatan Tikus Dengan Pinjal Serta Potensi Penularan Penyakit Berbasis Tikus dan Pinjal di Pelabuhan Laut Tenau Kupang Tahun 2018’.

Sari, D.M. (2023). ‘Studi Kepadatan Tikus dan Identifikasi Bakteri Leptospira sp. di Area Rawan Banjir Desa Lowa Kabupaten Wajo= Study of Rat Density and Identification of Leptospira’.http://repository.unhas.ac.id.

Downloads

Published

2025-12-25

How to Cite

Norma, U. K., Sahdan, M., Geghi, C. W. D., & Setyobudi, A. (2025). SURVEI KEPADATAN TIKUS DAN POTENSI PENULARAN PENYAKIT DI PELABUHAN LAUT TENAU KUPANG. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 9(3), 8660–8666. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.50418