FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PENGRAJIN TENUN IKAT DI DESA EMBU NDOA KECAMATAN ENDE UTARA KABUPATEN ENDE

Authors

  • Kasimirus R. Wurha Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana
  • Sintha L. Purimahua Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana
  • Mustakim Sahdan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana
  • Noorce Ch. Berek Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.50307

Keywords:

keluhan MSDs, postur tubuh, IMT, durasi duduk, mahasiswa., Postur Kerja

Abstract

Keluhan muskuloskeletal pada penenun dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan efisiensi kerja akibat rasa nyeri dan ketidaknyamanan pada tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menimbulkan kelelahan kronis, gangguan pergerakan, serta risiko ketidakmampuan bekerja secara permanen. Penelitian ini dilakukan di Desa Embu Ndoa karena sebagian besar perempuan pada desa ini bekerja sebagai pengrajin tenun ikat. Selain itu, hasil survei awal menunjukkan banyak penenun di desa tersebut mengalami keluhan nyeri pada punggung, pinggang, leher, dan lengan akibat aktivitas menenun yang dilakukan setiap hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara postur kerja, indeks massa tubuh (IMT), masa kerja, dan durasi kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pengrajin tenun ikat di Desa Embu Ndoa, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pengrajin tenun ikat di Desa Embu Ndoa sebanyak 35 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pengukuran menggunakan kuesioner Nordic Body Map, lembar penilaian REBA, serta pengukuran IMT, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara postur kerja (p=0,004), indeks massa tubuh atau IMT (p=0,043), dan masa kerja (p=0,005) dengan keluhan muskuloskeletal pada pengrajin tenun ikat di Desa Embu Ndoa. Sedangkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi kerja (p=0,166) dengan keluhan muskuloskeletal pada pengrajin tenun ikat di Desa Embu Ndoa. Disarankan agar pengrajin tenun ikat menjaga postur tubuh yang ergonomis saat bekerja, melakukan peregangan otot secara rutin, menjaga berat badan ideal, serta mengatur waktu kerja dan istirahat secara seimbang untuk mencegah keluhan muskuloskeletal.

References

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Athallah, S. A. M. (2019). Gambaran kejadian low back pain dan faktor–faktor yang mempengaruhi pada penjahit di kawasan pusat industri kecil Cakung Jakarta Timur pada tahun 2019.

Dewi, M. B. (2018). Hubungan antara motivasi, beban kerja, dan lingkungan kerja dengan kelelahan kerja.

Djawa, A. N., & Landi, S. (2023). Analysis of musculoskeletal disorders complaints among ikat weaving craftsmen in Langa Bajawa, Ngada, East Nusa Tenggara in 2022. Journal of Health Promotion and Behavior, 8(3), 216–225. https://doi.org/10.26911/thejhpb.2023.08.03.06

Djawa, N. A. (2022). Analisis keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada pengrajin tenun ikat di Langa Bajawa tahun 2022.

Fatmayanti, D., Fathimah, A., & Asnifatima, A. (2022). Hubungan intensitas pencahayaan terhadap keluhan kelelahan mata pada pekerja bagian menjahit (sewing) garmen PT. Sawargi Karya Utama di Kota Bogor tahun 2020. Jurnal Kesehatan, 5(5), 380–384. https://doi.org/10.32832/pro

Halfa, Z., Setyaningsih, Y., & Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. (2021). Hubungan faktor individu, durasi kerja, dan tingkat risiko ergonomi terhadap kejadian musculoskeletal disorders pada penenun songket Pandai Sikek. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(6). http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

Hardiyanti, R. M. (2020). Analisis pengaruh kepribadian pekerja, keluhan nyeri pekerja (musculoskeletal disorders), dan hirarki organisasi pekerja terhadap persepsi risiko K3 pada pekerjaan fabrikasi.

Hart, A. J., Muirhead-Allwood, S., Porter, M., Matthies, A., Ilo, K., Maggiore, P., Underwood, R., Cann, P., Cobb, J., & Skinner, J. A. (2013). Which factors determine the wear rate of large-diameter metal-on-metal hip replacements? Multivariate analysis of two hundred and seventy-six components. Journal of Bone and Joint Surgery, 95(8), 678–685. https://doi.org/10.2106/JBJS.J.01447

Handayani, W. (2011). Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan musculoskeletal disorders pada pekerja di bagian polishing PT. Surya Toto Indonesia Tbk Tangerang tahun 2011.

Katang, P. G., Sahron, Kawatu, A. T. P., & Tucunan, A. T. A. (n.d.). Hubungan antara masa kerja dan beban kerja dengan keluhan musculoskeletal pada pengrajin gerabah di Desa Pulutan Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa. Jurnal Kesmas, 7(4).

Kocevska, D., Lysen, T. S., Dotinga, A., Koopman-Verhoeff, M. E., Luijk, M. P. C. M., Antypa, N., Biermasz, N. R., Blokstra, A., Brug, J., Burk, W. J., Comijs, H. C., Corpeleijn, E., Dashti, H. S., de Bruin, E. J., de Graaf, R., Derks, I. P. M., Dewald-Kaufmann, J. F., Elders, P. J. M., Gemke, R. J. B. J., … Tiemeier, H. (2021). Sleep characteristics across the lifespan in 1.1 million people from the Netherlands, United Kingdom and United States: A systematic review and meta-analysis. Nature Human Behaviour, 5(1), 113–122. https://doi.org/10.1038/s41562-020-00965-x

Koesyanto, H. (2013). Masa kerja dan sikap kerja duduk terhadap nyeri punggung. Jurnal Kemas. http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas

Krismayani, D., & Muliawan, P. (2021). Musculoskeletal disorders pada pengrajin tenun ikat di Kabupaten Klungkung.

Kusumalinda, C. (2019). Karakteristik individu dan postur kerja dengan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada penenun sarung tradisional (studi di Desa Wedani Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik).

Mangiring, P. (2020). Literatur review faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada pekerja bagian packing tahun 2020. Journal of Health Services, 1(1).

Marganita, E. (2021). Faktor yang berhubungan dengan kejadian kelelahan mata terhadap paparan komputer pada karyawan di PT. INKA Multi Solusi Service Madiun.

Maulina, N., & Syafitri, L. (2019). Hubungan usia, lama bekerja dan durasi kerja dengan keluhan kelelahan mata pada penjahit sektor usaha informal di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe tahun 2018. Jurnal Averrous, 5(2).

Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Saryono & Rahayu, A. (2013). Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Mitra Cendikia Press

Zulfiqor, M. T. (2010). Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan musculoskeletal disorders pada welder di bagian fabrikasi PT. Caterpillar Indonesia tahun 2010.

National Academy of Sciences. (2003). Safety is seguridad. National Academies Press. https://doi.org/10.17226/10641

Nurmianto, E., & Nasution, A. H. (2004). Perumusan strategi kemitraan menggunakan metode AHP dan SWOT (Studi kasus pada kemitraan PT. INKA dengan industri kecil menengah di wilayah Karesidenan Madiun). http://puslit.petra.ac.id/journals/industrial

Rachman, A., Samanlangi, I. A., & Purnomo, H. (2024). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D.

Rahmawati, U. (2020). Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan musculoskeletal disorders pekerja pengangkut barang di Pasar Panorama Kota Bengkulu. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 17(1), 49–56. https://doi.org/10.31964/jkl.v17i1.225

Rika, S. S., Ruliati, P. L., & Tira, S. D. (2022). Keluhan musculoskeletal pada pekerja tenun ikat di Desa Ternate Kabupaten Alor. Media Kesehatan Masyarakat, 4(1), 131–139. https://doi.org/10.35508/mkm

Santosa, A., & A. D. K. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian musculoskeletal disorders pada pekerja batik di Kecamatan Sokaraja Banyumas. Medisains, 16(1), 42–46.

Shaw, M., & Tosine, H. (2006). Thinking differently about health and safety: Successful partnerships that make a difference.

Tarwaka, Bakari, H. A. S., & Sudiajeng, L. (2004). Ergonomi untuk keselamatan, kesehatan kerja dan produktivitas (Vol. 323).

To, K. E., Berek, N. C., & Setyobudi, A. (2020). Hubungan masa kerja, jenis kelamin dan sikap kerja dengan keluhan musculoskeletal pada operator SPBU di Kota Kupang. Media Kesehatan Masyarakat, 2(2), 42–49. https://doi.org/10.35508/mkm

Wiguna, A. F., & Permana, P. E. (2019). Dinamika industri tenun ikat ATBM Bandar Kidul Kediri Jawa Timur. Jurnal Sejarah, 6(2).

Wijaya, K. (2019). Identifikasi risiko ergonomi dengan metode Nordic Body Map terhadap pekerja konveksi sablon baju. Prosiding Seminar dan Konferensi Nasional IDEC.

Downloads

Published

2025-12-25

How to Cite

Wurha, K. R., Purimahua, S. L., Sahdan, M., & Berek , N. C. (2025). FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PENGRAJIN TENUN IKAT DI DESA EMBU NDOA KECAMATAN ENDE UTARA KABUPATEN ENDE. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 9(3), 8563–8570. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.50307