PENGEMBANGAN PRODUK COOKIES FUNGSIONAL BERBASIS TEPUNG BIJI RAMI DAN TEPUNG PISANG KEPOK : STUDI DAYA TERIMA KONSUMEN SEBAGAI MAKANAN SELINGAN
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.50075Keywords:
Cookies, Tepung Biji Rami, Tepung Pisang Kepok, Makanan SelinganAbstract
Penelitian ini bertujuan mengembangkan formulasi cookies fungsional berbahan dasar tepung biji rami (Linum usitatissimum) dan tepung pisang kepok (Musa paradisiaca L.) sebagai alternatif makanan selingan sehat dengan kandungan serat dan protein tinggi. Ketahanan pangan yang mencakup mutu dan keamanan pangan menjadi latar belakang pentingnya diversifikasi pangan lokal, termasuk pemanfaatan biji rami dan pisang kepok yang kaya nutrisi dan memiliki manfaat fungsional. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga formulasi proporsi tepung biji rami dan pisang kepok, diuji secara kuantitatif eksperimental dan sensorik oleh 30 panelis semi terlatih. Evaluasi organoleptik meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur menggunakan skala Visual Analogue Scale (VAS), serta analisis proksimat untuk menilai kandungan gizi cookies. Hasil uji organoleptik menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada warna, aroma, dan tekstur, namun formulasi dengan perbandingan tepung biji rami 50% dan tepung pisang kepok 50% (F2) memiliki rasa dan penerimaan keseluruhan terbaik secara signifikan (p<0,05). Analisis proksimat pada formulasi terpilih menunjukkan kadar protein 8,55%, serat pangan 13,56%, serta profil gizi lain yang mendukung fungsi pangan fungsional, meskipun kadar air dan lemak melebihi standar SNI. Produk ini aman secara mikrobiologis dengan Total Plate Count (TPC) rendah. Studi biaya produksi mengindikasikan kebutuhan strategi pengendalian biaya agar produk layak secara komersial. Kesimpulannya, cookies fungsional berbahan tepung biji rami dan pisang kepok mampu memberikan alternatif pangan sehat yang disukai konsumen dan berpotensi mendukung gaya hidup sehat melalui konsumsi pangan fungsional.References
Aquino, A. M. (2016). 'Karakteristik pisang kepok dan pemanfaatannya sebagai bahan pangan.' Jurnal Teknologi Pangan.
BPOM. (2005). Pedoman pangan fungsional. Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Diyah, S., et al. (2016). 'Indeks glikemik dan kandungan serat tepung pisang kepok.' Jurnal Gizi dan Pangan.
Handiro, et al. (2019). 'Definisi dan standar pangan fungsional.' Jurnal Ilmu Gizi.
Khoerunisa, E. (2020). 'Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pangan fungsional.' Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Tabel angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk masyarakat Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.
Muammar Iksan, R., et al. (2023). 'Sumber pangan fungsional nabati dan hewani.' Jurnal Nutrisi dan Pangan.
Musita, A. (2012). 'Pati resisten dalam pisang kepok dan manfaatnya.' Jurnal Agrikultura.
Raihan, R. (2017). 'Metode penelitian kuantitatif dan rancangan eksperimen.' Jurnal Metodologi Penelitian.
Rangkuti, D. (2015). 'Pemanfaatan tepung pisang kepok dalam industri pangan.' Prosiding Seminar Teknologi Pangan.
Rangkuti, N., Yuliana, Y., & Holinesti, R. (2015). 'Pengaruh substitusi tepung pisang kepok terhadap kualitas cookies.' Journal of Home Economics and Tourism, 9(2).
Saraswanti Indo Genetech. (2025). Laporan hasil pengujian laboratorium (No. SIG.LHP.VI.2025.251706502). Bogor: Saraswanti Indo Genetech.
Stang, A. (2014). Statistik dasar untuk penelitian ilmu kesehatan. Pustaka Pelajar.
Suter, D. (2013). 'Klasifikasi makanan fungsional berdasarkan sumbernya.' Jurnal Gizi.
Syafii, F. (2022). 'Formulasi pembuatan biskuit dengan substitusi tepung pisang kepok termodifikasi (Musa paradisiaca).' Journal of Agritech Science (JASc), 6(1).
Undang-Undang No.18 Tahun 2012 tentang Pangan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Evangeline Vioretta Tiara, Hendra Wijaya, Idrus Jus’at, Reza Fadhilla, Isniati Diwjayanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







