GAMBARAN KARAKTERISTIK LUKA TAJAM PADA KORBAN MENINGGAL DI RSD GUNUNG JATI CIREBON TAHUN 2022 – 2024

Authors

  • Sectio Putra Caesar Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Swadaya Gunung Jati
  • Sutara Sutara Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati
  • Bambang Wibisono Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.49918

Keywords:

karakteristik luka, korban meninggal, luka tajam, visum et repertum

Abstract

Luka tajam merupakan salah satu bentuk trauma yang sering ditemukan dalam praktik kedokteran forensik, terutama pada kasus kekerasan yang menyebabkan kematian. Luka jenis ini ditimbulkan oleh benda tajam seperti pisau, silet, atau senjata tajam lainnya dan dapat menyebabkan kerusakan jaringan mulai dari ringan hingga fatal. Di Indonesia, angka kejadian kekerasan fisik yang berujung pada luka tajam cukup tinggi, mencapai 25,4% dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi perhatian serius di bidang kesehatan, hukum, dan sosial. Karakteristik luka tajam pada korban meninggal dapat memberikan informasi penting tidak hanya dalam upaya medis, tetapi juga dalam proses investigasi hukum, seperti mengidentifikasi jenis senjata, arah serangan, hingga mekanisme kematian. Mengetahui gambaran karakteristik luka tajam pada korban meninggal di RSD Gunung Jati Cirebon tahun 2022 -2024 berdasarkan lokasi, bentuk, kedalaman, batas, dan dasar luka. Penelitian ini menerapkan desain deskriptif retrospektif dengan metode pengambilan sampel secara total. Sebanyak 63 data Visum et Repertum korban meninggal akibat luka tajam dianalisis secara univariat untuk menggambarkan karakteristik luka. Lokasi luka terbanyak ditemukan di kepala (69,8%), bentuk luka paling sering berupa luka sayat (69,8%), kedalaman luka terbanyak pada lapisan epidermis (52,4%), batas luka dominan tidak rata (55,6%), dan dasar luka paling sering mencapai tulang (58,7%). Karakteristik luka tajam paling sering ditemukan di kepala, dengan bentuk sayat, kedalaman pada epidermis, batas tidak rata, serta dasar luka berupa tulang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan ilmu forensik dan penegakan hukum.

References

Laluyan MA, Tomuka D, Kristanto EG. Pola luka kekerasan tajam pada korbn hidup di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado periode pattern of sharp violent injuries on live victims at Bhayangkara Hospital Level III. Medical Scope Journal. 2023;5(1):105–111.

Linggom T, Sihaloho K. Kematian akibat kekerasan tajam pada dada yang menembus jantung. Majalah Ilmiah Methoda. 2022;12(1):1–6.

Parinduri GA. Buku ajar kedokteran forensik & medikolegal: pedoman bagi mahasiswa kedokteran. Medan: Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara; 2020,

Saputra S, Pangkah T, Teresa A, Zaluchu RB. Variasi pola trauma pada kasus kematian akibat tindak kekerasan berdasarkan data autopsi di Instalasi Forensik RSUD dr. Doris Sylvanus tahun 2016– 2020. Indonesian Journal of Legal and Forensic Sciences. 2022;12(2):84-91.

Karwur B, Siwu J, Mallo J. Pola luka pada korban meninggal akibat kekerasan tajam yang diautopsi di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou tahun 2014. Medical Scope Journal. 2019;1(1):39–43.

Angriani S, Baharuddin B. Implementasi tutor sebaya dalam penanganan cedera luka di MTS Muhammadiyah Kota Makassar. Bhakti Persada. 2021;7(1):32–9.

Aziah G, Achmad D, Putri RI, Mathius D, Prasatia DS. Gambaran luka akibat kekerasan tumpul dan tajam pada korban penganiayaan di RS Bhayangkara Kota Makassar tahun 2023. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2024 Aug;2(2).

World Health Organization. Injuries and violence [Internet]. 2024 Jun 19 [cited 2024 Dec 13]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/injuries-and-violence

Handlos P, Švecová T, Vrtková A, Handlosová K, Dokoupil M, Klabal RO, et al. Review of patterns in homicides by sharp force: one institution’s experience. Forensic Sci Med Pathol. 2023;19(4):525–33.

Sriwiyati L, Kristanto B. Karakteristik luka dan penggunaan balutan luka modern. Adi Husada Nurs J. 2022;6(1):16–22.

Oktaviani AT, Kusumajaya H, Agustiani S. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka post operasi. J Penelit Perawat Prof. 2023;5(4):1703–12. https://doi.org/10.37287/jppp.v5i4.1925

Ramdhani Z, Nugraha BA, Rahayu U. Manajemen pasca bedah pada kasus open fraktur segmental cruris: case report. J Riset Ilmiah. 2024;3(6).

Zahro Y, Wibisono B, Sutara. Karakteristik luka akibat trauma tajam pada korban hidup berdasarkan Visum et Repertum di RSUD Waled tahun 2019–2023. Prepotif: J Kesehat Masyarakat. 2024 Dec;8(3):7109–15.

Sussman C, Jensen BMB. Wound care: a collaborative practice manual for health professionals. 4th ed. California: Hearthside Publishing Services; 2019.

Steel R, Javan R, Jones S. Patterns of sharp force injury in homicidal deaths: A forensic retrospective analysis. Forensic Sci Int. 2022;336:111345. doi:10.1016/j.forsciint.2022.111345.

Handlos LN, Montoya A, Gill JR. Defensive injuries in homicidal sharp force fatalities: An autopsy-based study of 75 cases. J Forensic Leg Med. 2023;94:102444. doi:10.1016/j.jflm.2023.102444.

Irshad M, Hussain M, Khan SA, et al. Sharp force trauma in medicolegal autopsies: pattern and distribution of injuries in homicide victims. Egypt J Forensic Sci. 2023;13(1):42. doi:10.1186/s41935-023-00350-4.

Hussain S, Haider N, Abbas Z. Patterns and anatomical distribution of fatal sharp force injuries in homicidal cases: A study from tertiary care centre. Int J Forensic Med Invest. 2025;4(1):14–20. (Early online release)

Sane S, Sajantila A. Injury patterns in violent deaths: distinguishing falls from assaults using head trauma distribution. Forensic Sci Int. 2024;355:111127. doi:10.1016/j.forsciint.2024.111127.

Dattijo A, Olasoji HO, Abubakar AM. Patterns and medico-legal implications of sharp force injuries in a Nigerian tertiary hospital. Niger J Clin Pract. 2022;25(1):90–5.

Mukherjee JB. Forensic Medicine and Toxicology. 6th ed. New Delhi: Academic Publishers; 2020. p. 186–189.

Alka RK, Hazarika A, Gogoi R, Saikia KK. Fatal sharp weapon injuries: A retrospective study of autopsy cases. J Indian Acad Forensic Med. 2021;43(3):238–42.

Sahoo H, Mohanty MK, Mohanty S. A study on incised wounds in medicolegal autopsies in Odisha, India. J Forensic Leg Med. 2022;89:102336.

Pollanen MS, Chiasson DA. Sharp Force Injury: Medico-legal interpretation. Forensic Sci Med Pathol. 2021;17(2):235–40.

Sharma A, Bansal YS, Bansal A. Pattern and Distribution of Incised Wounds in Medico-legal Cases. Journal Indian Acad Forensic Med. 2020;42(1):36–40.

Chattopadhyay S. Analysis of superficial sharp force injuries in interpersonal violence. Egypt J Forensic Sci. 2021;11(1):56.

Boymanov FK, Kushbakov AM, Rashidov FF, et al. Morphology of stab–cut wounds caused by kitchen knives: edge regularity and potential for fatal injury. Forensic Sci Int Synerg. 2023;5:100138.

Mazzili S, Bertozzi G, Sessa F, Cipolloni L, Baldari B, et al. Craniocerebral injuries due to sharp force trauma: forensic considerations. Healthcare. 2023;11(1):97.

Shkrum MJ, Ramsay DA. Forensic Pathology of Sharp Trauma: Bone Involvement and Patterns. Acad Forensic Pathol. 2020;10(4):478–492.

Pusat Informasi Kriminal Nasional Bareskrim Polri. Kejahatan dengan senjata tajam akibatkan ratusan orang jadi korban. Jakarta: Pusiknas Bareskrim Polri; 2023 Dec 8 [cited 2025 Jul 27].

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2019.

Downloads

Published

2025-12-28

How to Cite

Caesar, S. P., Sutara, S., & Wibisono, B. (2025). GAMBARAN KARAKTERISTIK LUKA TAJAM PADA KORBAN MENINGGAL DI RSD GUNUNG JATI CIREBON TAHUN 2022 – 2024. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 9(3), 9449–9456. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.49918