HUBUNGAN KONSUMSI SAYUR DAN BUAH DENGAN STATUS GIZI REMAJA DI SMK NEGERI 4 SURAKARTA

Authors

  • Delia Ismiranti Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Farida Nur Isnaeni Universitas Muhammadiyah Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i2.48563

Keywords:

buah, IMT/U, remaja, sayur, status gizi

Abstract

Masa remaja merupakan fase penting dalam siklus kehidupan yang dicirikan secara laju kembang tumbuh, menjadikan keperluan gizi pada remaja sangat krusial. Konsumsi sayur serta buah yang memadai penting untuk memelihara status gizi. Namun, tingkat konsumsi pada remaja Indonesia masih rendah. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi sayur dan buah dengan status gizi remaja di SMK Negeri 4 Surakarta. Studi ini memakai pendekatan kuantitatif secara rancangan cross-sectional dari 61 responden dari siswa kelas XI jurusan Tata Boga dan Perhotelan yang dipilih secara acak. Data konsumsi sayur serta buah dikumpulkan mempergunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire(FFQ) dan wawancara. Status gizi diukur mempergunakan IMT/U dan dikategorikan berdasarkan standar Kementrian RI tahun 2023. Uji statistik yang dipergunakan ialah Chi-Square. Temuan analisis mengindikasikan jika 75,4% narasumber mempunyai status gizi normal, sementara 24,6% mengalami status gizi tidak normal (gizi kurang, lebih, serta obesitas). Sebanyak 60,7% responden tergolong memiliki konsumsi sayur serta buah yang cukup dan baik, sedangkan 39,3% tergolong rendah. Perolehan pengujian Chi-Square mengindikasikan, tak terdapatnya hubungan signifikan dari konsumsi sayur serta buah secara status gizi (p=0,202). Meskipun demikian, konsumsi sayur serta buah tetap berkontribusi utama untuk menunjang kesehatan remaja secara menyeluruh. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi edukatif dan promotif dalam meningkatkan kesadaran gizi seimbang di lingkungan sekolah untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan remaja yang optimal.

References

Adiningrum, R. D. (2008). Karakteristik kegemukan pada anak sekolah dan remaja di Medan dan Jakarta Selatan (Skripsi, Fakultas Pertanian, IPB). Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Amdadi, Z., Zulaeha, N., Nurdin, N., Eviyanti, & Nurbaeti. (2021). Gambaran pengetahuan remaja putri tentang risiko gizi lebih di SMAN 1 Gowa. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(7), 2067–2074.

Almatsier, S. (2019). Prinsip dasar ilmu gizi (Ed. Revisi). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Arlinda, S. (2015). Hubungan konsumsi fast food dengan obesitas pada remaja di SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta (Skripsi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah Yogyakarta).

Astuti, N. P. T., Bayu, W. I., & Destriana. (n.d.). Indeks massa tubuh, pola makan, dan aktivitas fisik: Apakah saling berhubungan? Jurnal Olahraga Pendidikan Indonesia (JOPI).

Aviana, P. P. (2021). Gambaran faktor yang mempengaruhi konsumsi buah dan sayur pada anak di SD Negeri Bojong, Mungkid, Kabupaten Magelang (Skripsi, Universitas Muhammadiyah Malang).

Azizah, N., Nastia, & Sadat, A. (2022). Strategi Dinas Kesehatan dalam menekan laju penderita stunting di Kabupaten Buton Selatan. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(12), 4145–4152.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (2017). Fokus khusus: Tren konsumsi dan produksi buah dan sayur. Buletin Pemantauan Ketahanan Pangan Indonesia, 8, November.

Charina, M. S., Sagita, S., Koamesah, S. M. J., & Woda, R. R. (2022). Hubungan pengetahuan gizi dan pola konsumsi dengan status gizi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Cendana. Cendana Medical Journal, 23(1), 197–204.

Dwijayanthi, L. (2011). Ilmu gizi menjadi sangat mudah (Ed. 2). Jakarta: EGC.

Fairuz, F. A. (2023). Deteksi status gizi remaja di SMAN Situraja (Tesis D3, Universitas Pendidikan Indonesia). UPI Repository. https://repository.upi.edu/

Hanifa, A., Djokosujono, K., Triyanti, T., & Salimar, S. (2021). Konsumsi buah–sayur pada siswa SMA Negeri 81 Jakarta. Penelitian Gizi dan Makanan, 43(2), 65–80.

Hardinsyah. (2017). Ilmu gizi: Teori dan aplikasi. Jakarta: Buku Kedokteran.

Hermina, H., & Prihatini, S. (2016). Gambaran konsumsi sayur dan buah penduduk Indonesia dalam konteks gizi seimbang: Analisis lanjut survei konsumsi makanan individu (SKMI) 2014. Buletin Penelitian Kesehatan, 44(3), 4–10.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Batas ambang indeks massa tubuh (IMT) untuk Indonesia. Jakarta: P2PTM Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Pedoman gizi seimbang. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Buku saku gizi seimbang dan panduan aktivitas fisik. Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat.

Muh, A., Irawan, A., Umami, Z., Rahmawati, L. A., & Universitas Al Azhar Indonesia. (2020). Peningkatan pengetahuan remaja tentang gizi dan kesehatan reproduksi. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia, 2(2), 46–51. https://doi.org/10.36722/jpm.v2i2.369

Musadat, A. (2010). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kegemukan pada anak usia 6–14 tahun di Provinsi Sumatera Selatan (Tesis, Institut Pertanian Bogor).

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nurmalina, R. (2011). Pencegahan & manajemen obesitas. Bandung: Elex Media Komputindo.

Nuryani, N. (2018). Asupan zat gizi dan hubungannya dengan status gizi pada remaja putri. Jurnal Mitra Kesehatan, 1(1), 46–52.

Octavia, Z. F. (2020). Frekuensi dan kontribusi energi dari sarapan meningkatkan status gizi remaja putri. Jurnal Riset Gizi, 8(1), 32–36. https://doi.org/10.31983/jrg.v8i1.5749

Perelman School of Medicine, University of Pennsylvania. (2020). Eating disorders: Facts and statistics. https://www.med.upenn.edu

Putri, D. A., & Handayani, L. (2021). Hubungan konsumsi sayur dan buah dengan status gizi remaja di SMP Negeri Kota Bandar Lampung. Jurnal Gizi Indonesia, 9(1), 35–42.

Putri, D. F. T. P., & Kusbaryanto. (2012). Perbedaan hubungan antara ibu bekerja dan ibu rumah tangga terhadap tumbuh kembang anak usia 2–5 tahun. Mutiara Medika, 12(3), 143–149.

Putri, W. D., & Lestari, R. (2022). Hubungan antara uang saku dan pola konsumsi jajanan pada siswa SMA. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 16(1), 55–63.

Rahayu, T., & Yuliati, Y. (2020). Hubungan pengetahuan dan sikap dengan konsumsi sayur dan buah pada remaja. Media Gizi Indonesia, 15(1), 17–23.

Rosmalina, Y., & Ernawati, F. (2012). Hubungan status zat gizi mikro dengan status gizi pada anak remaja SLTP. Penelitian Gizi dan Makanan, 33(1).

Santrock, J. W. (2022). Adolescence (18th ed.). New York: McGraw-Hill Education.

Sibagariang, E. E. (2010). Gizi dalam kesehatan reproduksi. Jakarta: Trans Info Medika.

Sirajuddin, Surmita, & Astuti, T. (2018). Survei konsumsi pangan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Vernarelli, J. A., Mitchell, D. C., Hartman, T. J., & Rolls, B. J. (2011). Dietary energy density is associated with body weight status and vegetable intake in U.S. children. The Journal of Nutrition, 141(12), 2204–2210.

Walker, A. R. (2005). Mechanistic role of dietary fiber in satiety and reduction of fat accumulation.

Widawati. (2018). Gambaran kebiasaan makan dan status gizi remaja di SMAN 1 Kampar tahun 2017. Jurnal Gizi: Nutritions Journal, 2(2), 146–159.

World Health Organization. (2020). Nutrition for older persons. Geneva: WHO.

World Health Organization. (2021). Marketing of foods and non-alcoholic beverages to children. Geneva: WHO.

Yuliaji Siswanto, & Lestari, I. P. (2021). Gambaran status gizi remaja siswa di Kabupaten Semarang. Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, 3(1), 104–114.

Downloads

Published

2025-08-21

How to Cite

Ismiranti, D., & Isnaeni, F. N. (2025). HUBUNGAN KONSUMSI SAYUR DAN BUAH DENGAN STATUS GIZI REMAJA DI SMK NEGERI 4 SURAKARTA. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 9(2), 4850–4858. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i2.48563