FAKTOR RISIKO KEJADIAN GIZI KURANG PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SOTIMORI
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.48234Keywords:
gizi kurang, balita, pola asuh makan, pendapatan keluarga, penyakit infeksi, jumlah anggota keluargaAbstract
Gizi kurang pada balita merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi tantangan di berbagai wilayah, termasuk di Wilayah Kerja Puskesmas Sotimori, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gizi kurang pada balita, meliputi pola asuh makan anak, pendapatan keluarga, riwayat penyakit infeksi, dan jumlah anggota keluarga. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kontrol dengan total 82 sampel yang terdiri dari 41 balita gizi kurang sebagai kelompok kasus dan 41 balita gizi baik sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji chi-square serta perhitungan odds ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga variabel memiliki hubungan signifikan dengan kejadian gizi kurang pada balita. Pola asuh makan anak berhubungan dengan kejadian gizi kurang dengan nilai OR sebesar 4,154, yang berarti balita dengan pola asuh kurang memiliki risiko lebih tinggi mengalami gizi kurang. Pendapatan keluarga merupakan faktor protektif dengan nilai OR sebesar 0,212, menunjukkan bahwa keluarga berpendapatan rendah memiliki kerentanan lebih besar terhadap gizi kurang. Selain itu, jumlah anggota keluarga memiliki hubungan signifikan dengan risiko gizi kurang dengan nilai OR sebesar 2,922. Sementara itu, riwayat penyakit infeksi tidak menunjukkan hubungan dengan kejadian gizi kurang. Temuan ini menegaskan bahwa faktor pengasuhan dan kondisi sosial ekonomi keluarga berperan penting dalam menentukan status gizi balita. Upaya peningkatan edukasi gizi, perbaikan praktik pengasuhan makan, serta penguatan intervensi lintas sektor diperlukan untuk menurunkan risiko gizi kurang pada balita di wilayah tersebut.References
Alhidayati, N. H., Studi, P., Masyarakat, K., Kesehatan, F. I., & Pontianak, U. M. (2018). Faktor yang berhubungan dengan kejadian gizi buruk dan gizi kurang pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kebong Kabupaten Sintang (Skripsi). http ://repository .unmuhpnk.ac.id/707/1 SKRIPSI%20NURUL141510760.pdf
Almatsier, S. (2011). Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: Gramedia.
Aryanti, M. A. (2010). Hubungan antara pendapatan keluarga, pengetahuan gizi ibu, dan pola makan dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Sidoharjo Kabupaten Sragen (Skripsi). http://lib.unnes.ac.id/2880/1/3302.pdf
Dewi, L. R. (2019). Hubungan jumlah anggota keluarga dengan kejadian gizi kurang pada balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 22–28.
Febriana, R., & Nuryanto, H. (2020). Pengaruh penyakit infeksi terhadap status gizi balita. Jurnal Gizi Kesehatan Indonesia, 12(1), 45–52.
Hutagalung, T. N. (2016). Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian gizi kurang pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Glugur dari Kecamatan Medan Timur tahun 2016. http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/217
Lestari, I., & Ramadhani, M. (2020). Kepadatan keluarga dan status gizi balita. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 5(2), 88–94.
Notoatmodjo, S. (2018). Metode penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nursalam. (2016). Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Rahmawati, T. (2017). Hubungan pendapatan keluarga dengan gizi anak. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, 5(3), 41–47.
Rahayu, M. (2019). Penyakit infeksi dan status gizi anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat Sukamaju, 4(1), 15–20.
Sari, D. P., & Kartasurya, M. I. (2016). Hubungan pendapatan keluarga dengan status gizi balita. Media Gizi Indonesia, 15(2), 100–108.
Suhardjo. (2013). Ilmu gizi. Jakarta: Rineka Cipta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mernawati Marliana Lami, Grouse T.S. Oematan, Marselinus Laga Nur

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







