FAKTOR RISIKO KEJADIAN GIZI KURANG PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SOTIMORI

Authors

  • Mernawati Marliana Lami Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana
  • Grouse T.S. Oematan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana
  • Marselinus Laga Nur Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.48234

Keywords:

gizi kurang, balita, pola asuh makan, pendapatan keluarga, penyakit infeksi, jumlah anggota keluarga

Abstract

Gizi kurang pada balita merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi tantangan di berbagai wilayah, termasuk di Wilayah Kerja Puskesmas Sotimori, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gizi kurang pada balita, meliputi pola asuh makan anak, pendapatan keluarga, riwayat penyakit infeksi, dan jumlah anggota keluarga. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kontrol dengan total 82 sampel yang terdiri dari 41 balita gizi kurang sebagai kelompok kasus dan 41 balita gizi baik sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji chi-square serta perhitungan odds ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga variabel memiliki hubungan signifikan dengan kejadian gizi kurang pada balita. Pola asuh makan anak berhubungan dengan kejadian gizi kurang dengan nilai OR sebesar 4,154, yang berarti balita dengan pola asuh kurang memiliki risiko lebih tinggi mengalami gizi kurang. Pendapatan keluarga merupakan faktor protektif dengan nilai OR sebesar 0,212, menunjukkan bahwa keluarga berpendapatan rendah memiliki kerentanan lebih besar terhadap gizi kurang. Selain itu, jumlah anggota keluarga memiliki hubungan signifikan dengan risiko gizi kurang dengan nilai OR sebesar 2,922. Sementara itu, riwayat penyakit infeksi tidak menunjukkan hubungan dengan kejadian gizi kurang. Temuan ini menegaskan bahwa faktor pengasuhan dan kondisi sosial ekonomi keluarga berperan penting dalam menentukan status gizi balita. Upaya peningkatan edukasi gizi, perbaikan praktik pengasuhan makan, serta penguatan intervensi lintas sektor diperlukan untuk menurunkan risiko gizi kurang pada balita di wilayah tersebut.

References

Alhidayati, N. H., Studi, P., Masyarakat, K., Kesehatan, F. I., & Pontianak, U. M. (2018). Faktor yang berhubungan dengan kejadian gizi buruk dan gizi kurang pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kebong Kabupaten Sintang (Skripsi). http ://repository .unmuhpnk.ac.id/707/1 SKRIPSI%20NURUL141510760.pdf

Almatsier, S. (2011). Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: Gramedia.

Aryanti, M. A. (2010). Hubungan antara pendapatan keluarga, pengetahuan gizi ibu, dan pola makan dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Sidoharjo Kabupaten Sragen (Skripsi). http://lib.unnes.ac.id/2880/1/3302.pdf

Dewi, L. R. (2019). Hubungan jumlah anggota keluarga dengan kejadian gizi kurang pada balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 22–28.

Febriana, R., & Nuryanto, H. (2020). Pengaruh penyakit infeksi terhadap status gizi balita. Jurnal Gizi Kesehatan Indonesia, 12(1), 45–52.

Hutagalung, T. N. (2016). Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian gizi kurang pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Glugur dari Kecamatan Medan Timur tahun 2016. http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/217

Lestari, I., & Ramadhani, M. (2020). Kepadatan keluarga dan status gizi balita. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 5(2), 88–94.

Notoatmodjo, S. (2018). Metode penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nursalam. (2016). Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Rahmawati, T. (2017). Hubungan pendapatan keluarga dengan gizi anak. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, 5(3), 41–47.

Rahayu, M. (2019). Penyakit infeksi dan status gizi anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat Sukamaju, 4(1), 15–20.

Sari, D. P., & Kartasurya, M. I. (2016). Hubungan pendapatan keluarga dengan status gizi balita. Media Gizi Indonesia, 15(2), 100–108.

Suhardjo. (2013). Ilmu gizi. Jakarta: Rineka Cipta.

Downloads

Published

2025-12-28

How to Cite

Lami, M. M., Oematan, G. T., & Nur, M. L. (2025). FAKTOR RISIKO KEJADIAN GIZI KURANG PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SOTIMORI. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 9(3), 9412–9421. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.48234