DETEKSI BAHAN BERBAHAYA BORAKS DAN FORMALIN PADA MAKANAN DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS NEGERI MANADO
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.48159Keywords:
boraks, ekstrak kunyit, formalin, KMnO₄, makananAbstract
Boraks dan formalin sering disalahgunakan untuk bahan tambahan pangan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Makanan yang mengandung boraks dapat mengakibatkan gangguan pada sistem saraf, hati, saluran pencernaan, gangguan imunitas. Kandungan formalin pada makanan dapat mengakibatkan pencernaan, sistem saraf, paru-paru, sistem reproduksi. Boraks digunakan untuk memberikan tekstur kenyal dan lebih tahan lama, sedangkan formalin sebagai bahan pengawet untuk memperpanjang masa simpan makanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan boraks dan formalin pada makanan yang beredar di sekitar kampus Universitas Negeri Manado. Teknik pengambilan sampel dengan dengan simple random sampling pada jenis makanan seperti bakso, tahu, dan mie basah kuning. Total sampel yang dilakukan pengujian pada 15 sampel makanan. Metode yang digunakan uji kualitatif untuk pengujian boraks dengan menggunakan kertas ekstrak kunyit dan pereaksi KMN04 (kalium permanganat) untuk pengujian formalin pada sampel uji. Berdasarkan hasil pengujian di laboratorium menunjukkan bahwa 10 sampel positif boraks (67%) dan 9 sampel positif formalin (60%). Hasil penelitian ini menunjukkan kandungan boraks dan formalin masih digunakan sebagai tambahan pangan, meskipun pemerintah sudah menetapkan boraks dan formalin sebagai bahan tambahan pangan yang dilarang. Sehingga pemerintah perlu melakukan pengawasan keamanan pangan terhadap peredaran bahan baku dan produk makanan sehingga makanan yang beredar dapat dijamin aman untuk dikonsumsi, dan masyarakat lebih waspada untuk memilih makanan.References
A. K, P., U. P, B., & B, R. (2022). Embalming with Formalin – Benefits and Pitfalls. Scholars International Journal of Anatomy and Physiology, 5(3), 70–77. https://doi.org/10.36348/sijap.2022.v05i03.004
Asmi, N. F., Nurpratama, W. L., & Alamsah, D. (2023). Uji kandungan boraks, formalin dan rhodamin B pada makanan jajanan mahasiswa. Jurnal SAGO Gizi Dan Kesehatan, 4(2), 152. https://doi.org/10.30867/gikes.v4i2.1112
BPOM. (2012). Pedoman Informasi Dan Pembacaan Standar Bahan Tambahan Pangan Untuk Industri Pangan Siap Saji Dan Industri Rumah Tangga Pangan. Direktorat Standarisasi Produk Pangan, 62–83.
BPOM. (2019). Peraturan BPOM NO 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan. Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia, 1–1156.
BPOM. (2023). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan RI Nomor 22 Tahun 2023 Tentang Bahan Baku yang Dilarang dalam Pangan Olahan dan Bahan yang Dilarang Digunakan Sebagai Bahan Tambahan Pangan. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia
BPOM. (2025). Bahan Tambahan Pangan yang Dilarang Dalam Produk Pangan. Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia
Devaraj, P., Babu, V., & Cengiz, E. I. (2021). Qualitative detection of formaldehyde and ammonia in fish and other seafoods obtained from Chennai’s (India) fish markets. Environmental Monitoring and Assessment, 193(2). https://doi.org/10.1007/s10661-021-08871-z
EPA. (2024). Facts About Formaldehyde. U.S. Environmental Protection Agency. https://www.epa.gov/formaldehyde/facts-about-formaldehyde
FAO. (2021). Codex Alimentarius: General Standard for Food Additives. Food and Agriculture Organization of the United Nations and Pan American Health Organization World Health Organization.
Harimurti, S., Bariroh, I. H., Setiyawan, A., Permatasari, R. I., Putri, F. D., & Fajriana, L. Y. (2020). Identification of the Spread of Borax Use in Meatball Skewers in Bantul District, Special Region of Yogyakarta. Journal of Pharmaceutical Sciences and Community, 17(2), 120–130. https://doi.org/10.24071/jpsc.002369
Namntini, S. S., Presiana, D., Restiani, Y., & Nurwanti, D. (2019). Formaldehida dalam Pangan Olahan yang Terbentuk Karena Proses. Direktorat Standarisasi Pangan Olahan Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Namtini, S. S., Presiana, D., Restiani, & Nurwanti, D. (2019). Formaldehida dalam Pangan Olahan yang Terbentuk Karena Proses. In Badan Pengawas Obat dan Makanan (p. 13).
Rahman, B., Hussain, M., Probha, M., Nordin, N., Anusha, S., Bhowmik, S., & Begum, M. (2023). An update on formaldehyde adulteration in food : sources , detection , mechanisms , and risk assessment. Food Chemistry, 427(June), 136761. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2023.136761
Saputrayadi, A., Asmawati, A., & Marianah, M. (2018). Analisis Kandungan Boraks dan Formalin Pada Beberapa Pedagang Bakso di Kota Mataram. IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application), 5(2), 1. https://doi.org/10.31764/ijeca.v0i0.1971
Sebayang, R., Kencana, K. B., & Samosir, I. (2020). Pemberian Larutan Garam terhadap Penurunan Kadar Formalin pada Tahu. Jurnal Keperawatan Silampari, 3(2), 587–596. https://doi.org/10.31539/jks.v3i2.1076
Utuh, I. A., & Ugwoha, E. (2021). Effects of Formaldehyde Exposure on Human Body-A Review Article. Asian Journal of Medicine and Health, 19(12), 131–142. https://doi.org/10.9734/ajmah/2021/v19i1230425
Wang, Y., Lv, H., Lan, J., Zhang, X., Zhu, K., Yang, S., & Lv, S. (2022). Detection of Sodium Formaldehyde Sulfoxylate, Aluminum, and Borate Compounds in Bread and Pasta Products Consumed by Residents in Jilin Province, China. Journal of Food Protection, 85(8), 1142–1147. https://doi.org/10.4315/JFP-22-011
WHO. (2024). Food Safety. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/food-safety
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Bintang Sri Rezeki Panjaitan, Richard Andreas Palilingan, Bukroanah Amir Makkau, Tania Fransiska Berutu, Indah Utari Sidabukke

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







