EVALUASI KUALITAS AIR MINUM DAN SANITASI LINGKUNGAN LAPAS KELAS II B BANGKINANG DAN PASIR PANGARAIAN PROVINSI RIAU

Authors

  • Zurrahmi Z. R Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Pascasarjana Universitas riau
  • Mirna Ilza Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana Universitas riau
  • Dedi Afandi Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Pascasarjana Universitas riau

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v3i2.477

Keywords:

Drinking Water Quality, Hygiene and Health, Water Supply, Sanitation, Space and Cells, Kitchen and Food Preparation

Abstract

This study aims to evaluate the drinking water quality and environment sanitation in Class II B Prison Bangkinang and Pasir Pangaraian, Riau Province. The study was conducted for 2 (two) months. Survey method is employed in this study. To evaluate the quality of drinking water based on physical, chemical, and bacteriological parameters, the observation sheet based on Permenkes No.492 / Menkes / Per / IV / 2010 is employed, while observation checklist adopted from guidelines for handling prison in prison and remand center, Ministry of Justice and Human Rights, is employed to evaluate the environment sanitation. The findings showed that the drinking water quality of Class II B Bangkinang and Pasir Pengaraian based on physical, chemical and bacteriological parameters meet the requirements due to does not exceed the standard quality. Whereas, the environment sanitation is in the good category generally because the score on the observation sheet exceeds the minimum score of8. It could be stated that the quality of drinking water in Class II B Prisons Bangkinang is better than Class II B Prisons Pasir Pangaraian. Dealing with the findings of the study it is suggested to have regular and periodic check to examine the drinking water quality, water hygiene, and food quality to ensure the prisoner health. In further, the future researchers are suggested to have a flexible and depth acces to achieve better information and accurate method.

Author Biography

Mirna Ilza, Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana Universitas riau

Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Pascasarjana Universitas riau

References

Aini, N; Raharjo, M; dan Budiyono. 2016. Hubungan Kualitas Air Minum dengan Kejadian Diare. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4 (1) : 399 – 406.

Akdon dan Ridwan. 2010. Rumus dan Data dalam Analisis Statistika Cetakan kedua. Alfabeta, Bandung.

Anies. 2005. Mewaspadai Penyakit Lingkungan. Elex Media Komputindo, Jakarta.

Chandra, B. 2007. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Penerbit buku kedokteran EGC. Jakarta.

Chola L, Michalow J, Tugendhaft A, and Hofman K. 2015. Reducing diarrhoea deaths in South Africa: costs and effects of scaling up essential interventions to prevent and treat diarrhoea in under-five children. BMC Public Health, 15(394):1-10.

Cita, RS. 2014. Hubungan Sarana Sanitasi Air Bersih dan Perilaku Ibu Terhadap Kejadian Diare Pada Balita Umur 10-59 Bulan di Wilayah Puskesmas Keranggan Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan Tahun 2013. Skripsi. UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Departemen Kesehatan RI. 1990. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 416/MenKes/Per/IX/1990 tentang Sayarat – Syarat dan Pengawasan Kualitas Air.

_______________________. 2004. Buku Pedoman dalam Bidang Pengawasan Kualitas Air Minum. Depkes RI, Jakarta.

_______________________. 2010. Pedoman Pemberantasan Penyakit Diare. Ditjen PP dan PL, Jakarta.

_______________________. 2011. Panduan Sosialisasi Tatalaksana Diare. Kementerian Kesehatan, Jakarta.

Dinas Kesehatan Provinsi Riau. 2013. Profil Kesehatan Provinsi Riau 2013. Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Pekanbaru.

Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelola Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Kanisius, Yogyakarta.

Fardiaz. 1992. Polusi Air dan Udara. Kanisius, Yogyakarta.

Hadi, C. 2018. Penjara dengan Penghuni Terpadat di Riau Sepanjang 2016. Diakses dari (https://www.goriau.com/berita/pekanbaru). Tanggal akses 25 Mei 2018.

Hamdani, Y. 2003. Pemenuhan Hak Atas Kesehatan Narapidana Wanita di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas IIA Tangerang Periode Tahun 2011. Tesis. UI. Jakarta.

Kementerian Hukum dan HAM Direktorat Jendral Pemasyarakatan Direktorat Bina Perawatan. 2009. Pedoman Penangan Kesehatan Lingkungan Lapas. Jakarta.

Kusmanto, A. 2018. Jumlah Penghuni Lembaga Pemasyarakatan Provinsi Riau. Diakses dari (http://smslap.ditjenpas.go.id). Diakses tanggal 20 Februari 2018.

Nembrini, GP. 2007. Air, Sanitasi, Higiene, dan Habitat di Lingkungan Penjara. ICRC Delegasi Indonesia, Jakarta Selatan.

Notoadmodjo, S. 2007. Kesehatan Lingkungan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Nugraheni, D. 2012. Hubungan Kondisi Fasilitas Sanitasi Dasar dan Personal Hygiene dengan Kejadian Diare di Kecamatan Semarang Utara Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1 (2) : 922 – 933.

Nurhadi. 2018. Hasil Wawancara Kepala subseksi Perawatan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Bangkinang.

Panjaitan dan Widiarty. 2008. Pemasyarakatan Narapidana. Jakarta.

Partiana, IM. 2015. Kualitas Bakteriologis Air Minum Isi Ulang Pada Tingkat Produsen di Kabupaten Badung. Tesis. Universitas Udayana, Denpasar.

Permenkes RI. 2008. Permenkes RI No.492/MENKES/SK/IX/2008 tentang Pengelolaan Air Minum.

___________. 2010. Permenkes RI No. 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

___________. 2017. Permenkes No. 32 Tahun 2017 tentang Persyaratan Kualitas Air Bersih.

Primadani, W. 2012. Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Diare Diduga Akibat Infeksi di Desa Gondosuli Kecamatan Bulu Kabupaten Tumanggung. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(2) : 535-541.

Ramidha, RS. 2011. Evaluasi Sanitasi Lingkungan Institusi Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Kota Madiun. Skripsi. Universitas Airlangga, Surabaya.

Rismaninggar, K. 2009. Hubungan Kepadatan Hunian dan Kualitas Lingkungan Fisik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dengan Keluhan Penghuni Lapas Klas II A di Sidoarjo. Skripsi. Unair, Surabaya.

Ristianti, NP. 2004. Analisis Kualitatif Bakteri Koliform Pada Depot Air Minum Isi Ulang di Kota Singaraja Bali. Jurnal Ekologi Kesehatan.

Sandra, C. 2007. Hubungan Pengetahuan dan Kebiasaan Konsumen Air Minum Isi Ulang dengan Penyakit Diare. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 3 (2) : 103-110.

Sander, M.A. 2015. Hubungan Faktor Sosio Budaya dengan Kejadian Diare di Desa Candinegoro Kecamatan Woyanu

Sidoarjo. Jurnal. Medika, 2(2): 163 – 193.

Setiawati, S. 2008. Proses Pembelajaran Dalam Pendidikan Kesehatan. Trans Info Media. Jakarta.

SNI 06-2421-1991. Metode Pengambilan Contoh Uji Kualitas Air. Bapedal, Jakarta.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Administrasi Dilengkapi Dengan Metode R&. Alfabeta, Bandung.

Susanna, D. 2002. Pengelolaan Sumber Daya Air. Penerbit UI, Jakarta.

Surat Edaran. 2016. Surat Edaran Nomor PAS-373, PK, 01, 07, 01 Tahun 2016 tentang Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan Lapas Lpka, Rutan dan Cabang Rutan.

Syahrinaldi. 2018. Hasil Wawancara Kepala Seksi Binadik dan Giatja Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Pasir Pangaraian.

Utami, N dan Luthfiana, N. 2016. Faktor – Faktor yang MemPengaruhi Kejadian Diare Pada Anak. Majority, 5 (4) : 101 – 106.

Vica, W. 2011. Analisis Faktor Risiko Sanitasi Lingkungan dan Perilaku Hygiene Terhadap Kejadian Diare Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sayung I Kabupaten Demak. Tesis. UNDIP, Semarang.

Undang-Undang. 1995. UU Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan.

Untung, O. 2008. Menjernihkan Air Kotor. Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara, Jakarta.

Walangitan, MR; Saputele, MR; dan Pangemanan, JM. 2016. Gambaran Kualitas Air Minum dari Depot Air Minum Isi Ulang di Kelurahan Ranotana-Weru dan Kelurahan Karombasan Selatan Menurut Parameter Mikrobiologi. JKKT, 4(1): 24-39

Wandansari, A.P. 2014. Hubungan antara Kualitas Sumber Air Minum dan Pemanfaatan Jamban Keluarga dengan Kejadian Diare di Desa Karangmangu Kecamatan Sarang Kabupaten Semarang. Unnes J Public Heal, 3(3) : 1-10.

Downloads

Published

2020-01-28

How to Cite

R, Z. Z., Ilza, M., & Afandi, D. (2020). EVALUASI KUALITAS AIR MINUM DAN SANITASI LINGKUNGAN LAPAS KELAS II B BANGKINANG DAN PASIR PANGARAIAN PROVINSI RIAU. PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3(2), 31–40. https://doi.org/10.31004/prepotif.v3i2.477