GAMBARAN GEJALA POST TRAUMATIC STRESS DISORDER PADA PASIEN PASCA KECELAKAAN LALU LINTAS DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA MAKASSAR

Authors

  • Siti Nurindah Yani Universitas Muslim Indonesia
  • Arni Isnaini Arfah Universitas Muslim Indonesia
  • Andi Sitti Fahirah Arsal Universitas Muslim Indonesia
  • Muh.Alim Jaya Universitas Muslim Indonesia
  • Muhammad Wirawan Harahap Universitas Muslim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.46747

Keywords:

Post-Traumatic Stress Disorder, Kecelakaan Lalu Lintas, Trauma, Gejala PTSD, RS Bhayangkara Makassar

Abstract

Jumlah kendaraan bermotor di Indonesia terus meningkat tiap tahun, dengan sepeda motor sebagai yang paling dominan, termasuk di Sulawesi Selatan. Peningkatan ini sejalan dengan tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang dapat memicu gangguan PTSD. PTSD adalah gangguan mental akibat pengalaman traumatis seperti kecelakaan, dengan gejala seperti kilas balik, penghindaran, dan perubahan emosi. Meskipun sering dikaitkan dengan anak-anak, perlu penelitian lebih lanjut mengenai PTSD pada orang dewasa, khususnya korban kecelakaan lalu lintas.Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui gambaran gejala Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) pada pasien pasca kecelakaan lalu lintas.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan studi observasional, dan menganalisis gejala post-traumatic stress disorder (PTSD) pada pasien pasca kecelakaan lalu lintas. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan pengumpulan data yang akurat dan objektif melalui pengamatan langsung terhadap responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 31 responden, 54,84% mengalami gejala PTSD berat, 25,81% kategori sedang, dan 12,90% kategori ringan. Hanya 6,45% yang tidak menunjukkan gejala PTSD. Data ini mengindikasikan bahwa lebih dari 80% responden mengalami dampak psikologis yang signifikan akibat trauma, sehingga menunjukkan pentingnya perhatian khusus dalam pemulihan mental korban kecelakaan lalu lintas melalui dukungan sosial dan intervensi psikologis yang intensif. Berdasarkan penelitian mengenai gejala PTSD pada pasien pasca kecelakaan lalu lintas di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar tahun 2022,  responden adalah remaja muda dan sebagian besar responden perempuan (19-24 tahun atau 51,70%), dengan tingkat pendidikan menengah dan tinggi. menunjukkan bahwa trauma kecelakaan berperan besar dalam timbulnya PTSD. Gejala PTSD yang dialami pasien memiliki gangguan yang berat.

References

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed.). American Psychiatric Publishing.

Badan Pusat Statistik. (2016). Jumlah kendaraan bermotor menurut jenis tahun 2012–2016. BPS RI.

Bisson, J. I., Cosgrove, S., Lewis, C., & Roberts, N. P. (2015). ‘Post-traumatic stress disorder’. BMJ, 351, h6161. https://doi.org/10.1136/bmj.h6161

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.

Foa, E. B., Keane, T. M., Friedman, M. J., & Cohen, J. A. (2008). Effective treatments for PTSD: Practice guidelines from the International Society for Traumatic Stress Studies (2nd ed.). Guilford Press.

Hasan, S. (2002). Statistika untuk penelitian. Universitas Indonesia Press.

KORPS Lalu Lintas POLRI. (2013). Data registrasi kendaraan bermotor Sulawesi Selatan tahun 2013. Korlantas POLRI.

Miller, M. W., & Resick, P. A. (2007). ‘Cognitive-behavioral treatments for PTSD: A review of meta-analyses’. Journal of Traumatic Stress, 20(6), 887–893. https://doi.org/10.1002/jts.20287

Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi penelitian kesehatan (4th ed.). Rineka Cipta.

Polit, D. F., & Beck, C. T. (2010). Essentials of nursing research: Appraising evidence for nursing practice (7th ed.). Wolters Kluwer Health/Lippincott Williams & Wilkins.

Sugiyono. (2014). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

World Health Organization. (n.d.). Pedoman penggolongan dan diagnosis gangguan jiwa di Indonesia III. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Yehuda, R. (2002). ‘Post-traumatic stress disorder’. The New England Journal of Medicine, 346(2), 108–114. https://doi.org/10.1056/NEJMra012941

Zhang, L., & Xu, J. (2021). ‘The impact of traffic accidents on post-traumatic stress disorder: A systematic review and meta-analysis’. Journal of Traumatic Stress, 34(3), 530–543. https://doi.org/10.1002/jts.22545

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Yani, S. N., Arfah, A. I., Arsal, A. S. F., Jaya, M., & Harahap, M. W. (2025). GAMBARAN GEJALA POST TRAUMATIC STRESS DISORDER PADA PASIEN PASCA KECELAKAAN LALU LINTAS DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA MAKASSAR. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 9(3), 10275–10281. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.46747