ANALISIS SPASIAL KEJADIAN MALARIA DI KECAMATAN NUNKOLO KABUPATEN TTS

Authors

  • Nevada Alfa A. Radja Program Studi Kesehatan Masyarakat, FKM Universitas Nusa Cendana
  • Lewi Jutomo Bagian Gizi, FKM Universitas Nusa Cendana
  • Honey Ivon Ndoen Bagian Epidemiologi dan Biostatistika, FKM Universitas Nusa Cendana
  • Maria M. Dwi Wahyuni Bagian Epidemiologi dan Biostatistika, FKM Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.46653

Keywords:

Analisis Spasial, Kepadatan Jentik, Malaria, Tempat Perindukan.

Abstract

Malaria adalah penyakit tular vektor yang masih menjadi masalah utama kesehatan masyarakat di Kecamatan Nunkolo, Kabupaten TTS. Pada tahun 2024 terdapat 84 kasus malaria telapor dan 50 kasus diantaranya merupakan kasus indigenous. Analisis spasial sangat diperlukan untuk mengetahui sebaran kasus malaria, penentuan wilayah habitat jentik Anopheles dan pemetaan jarak habitat terhadap titik kasus malaria. Tujuan penelitian untuk mengetahui pola sebaran kasus malaria, pemetaan tipe dan jenis habitat jentik, gambaran konsentrasi kasus (Klaster) kasus malaria, gambaran kepadatan jentik dan index habitat, serta pemetaan jarak habitat terhadap kasus malaria. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 84 penderita dan 71 titik tempat perindukan dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Data diperoleh melalui e‑SISMAL (Elektronik Sistem Informasi Surveilans Malaria) Puskesmas Nunkolo. Analisis data meliputi analisis spasial dengan QGIS. Hasil penelitian menunjukkan sebaran malaria tertinggi pada radius 101-500 m terdapat 47 kasus. Habitat positif jentik terbanyak ditemukan di rawa-rawa, sebanyak 50 ekor jentik dengan luas >200 meter. Kondisi habitat yang bersifat permanen dan banyak di tumbuhi semak-semak, lumut dan pepohonan disekitar wilayah habitat serta tidak terdapat preadator jentik sangat mendukung perkembangbiakan jentik Anopheles. Desa Nunkolo dan Desa Nenoat merupakan wilayah receptive, sedangkan Op, Putun dan Fat merupakan wilayah non-receptive. Terdapat dua titik konsentrasi kasus malaria yaitu klaster 1 dan 2 dengan nilai p-value: < 0,05 yang berada di wilayah Desa Nunkolo dan Nenoat. Pola sebaran malaria menyebar mendekati habitat nyamuk. Ditemukannya habitat positif jentik menunjukkan bahwa di Kecamatan Nunkolo berpotensi tinggi terjadinya penularan malaria.

References

Asmara, I. G. Y. (2019). Infeksi malaria Plasmodium knowlesi pada manusia. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 5(4), 200–208. https://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=871592&val=10415&title=Infeksi%20Malaria%20Plasmodium%20knowlesi%20pada%20Manusia

Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan. (2024). Laporan program pengendalian malaria Kabupaten TTS tahun 2024.

Escalante, A. A., Cepeda, A. S., & Pacheco, M. A. (2022). Why Plasmodium vivax and Plasmodium falciparum are so different? A tale of two clades and their species diversities. Malaria Journal, 21(1), 1–19. https://doi.org/10.1186/s12936-022-04130-9

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan dan Persyaratan Kesehatan untuk Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit serta Pengendaliannya. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No._50_ttg_Standar_Baku_mutu_KESLING_dan_Persyaratan_Kesehatan_Vektor_.pdf

Kristina, R. H., Suryatin, C., Widodo, A., Susanti, L., & Adoe, S. (2018). Mapping the model of ecological vegetation as potential malaria habitats in a malaria-endemic region in Oesao Village, Kupang Regency, Indonesia. Indian Journal of Public Health Research and Development, 9(12), 533–543. https://www.indianjournals.com/ijor.aspx?target=ijor:ijphrd&volume=9&issue=12&article=097

Mbiliyora, A., Satoto, T. B. T., & Murhandarwati, E. H. (2023). Pemetaan spasial malaria dan faktor risiko di Kecamatan Lamboya Kabupaten Sumba Barat. Jurnal Kesehatan Vokasional, 8(4), 226–233. https://journal.ugm.ac.id/jkesvo/article/view/88985

Puskesmas Nunkolo. (2024). Laporan register malaria periode Januari–Maret 2023.

Rivki, M., Arif, M., Rizky, D., & Lestari, F. (2018). Analisis spasial lokasi tempat perindukan nyamuk yang potensial sebagai vektor malaria di wilayah kerja Puskesmas Hanura. Jurnal Ilmu Kesehatan, (112), 14–15. http://digilib.unila.ac.id/37298/1/ABSTRAK.pdf

Roach, R. R. (2012). Tropical pediatrics: A public health concern of international proportions—Malaria. New York: Western Michigan University. https://scholarworks.wmich.edu/books/275/

Sadukh, P. J. J., Sambuaga, J. V. I., & Bongakaraeng, B. (2020). Studi spasial kejadian malaria serta pengaruh kepadatan Plasmodium sp. terhadap anemia dan trombositopenia pada penderita malaria di Kabupaten Kepulauan Talaud. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10(1), 33–44. https://ejurnal.poltekkes-manado.ac.id/indeks.php/jkl/article/view/1125

Suyono, R., Salmun, J. A. R., & Ndoen, H. I. (2021). Analisis spasial tempat perindukan nyamuk, kepadatan larva dan indeks habitat dengan kejadian malaria di Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka. Media Kesehatan Masyarakat, 3(1). https://ejurnal.undana.ac.id/MKM/article/view/3146

Widartono, B. S., Suharyadi, T. B. T. S., & Mujiyanto, M. (2022). Penentuan wilayah reseptif malaria di Perbukitan Menoreh dengan menggunakan basis data nasional kebijakan satu peta. Jurnal Kesehatan Vokasional, 7(3), 157–165. https://journal.ugm.ac.id/jkesvo/article/view/75453/34734

World Health Organization. (2021). World malaria report 2021 [Internet]. World Health Organization. https://www.who.int/teams/global-malaria-programme/reports/world-malaria-report-2021

Downloads

Published

2025-12-25

How to Cite

Radja, N. A. A., Jutomo, L., Ndoen, H. I., & Wahyuni, M. M. D. (2025). ANALISIS SPASIAL KEJADIAN MALARIA DI KECAMATAN NUNKOLO KABUPATEN TTS. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 9(3), 8340–8351. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.46653