ANALISIS FAKTOR RISIKO GANGGUAN PENDENGARAN PADA PEKERJA INDUSTRI : REVIEW LITERATUR

Authors

  • Feronia Chiquita Hanum S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i2.46506

Keywords:

faktor risiko, industri, okupasi, pendengaran

Abstract

Perkembangan industrialisasi yang pesat telah meningkatkan risiko kesehatan kerja, salah satunya adalah Noise-Induced Hearing Loss (NIHL) atau gangguan pendengaran akibat paparan kebisingan di tempat kerja. NIHL merupakan gangguan pendengaran permanen yang disebabkan oleh paparan bising dalam jangka waktu lama, dan menjadi masalah serius karena dapat menurunkan produktivitas serta kualitas hidup pekerja. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor risiko yang secara signifikan berhubungan dengan kejadian NIHL pada pekerja industri. Penulis melakukan tinjauan pustaka terhadap 10 jurnal nasional terakreditasi yang diterbitkan pada periode 2020 hingga 2025. Kriteria inklusi meliputi studi dengan topik relevan mengenai NIHL, menggunakan desain penelitian cross-sectional, dan memuat analisis statistik seperti uji Chi-Square, Fisher Exact, serta regresi logistik. Literatur yang tidak memenuhi syarat relevansi, metode, atau kualitas metodologis dikeluarkan dari telaah. Populasi dalam studi yang dianalisis berkisar antara 30 hingga 150 pekerja di sektor konstruksi, manufaktur, dan pengolahan. Hasil menunjukkan bahwa faktor signifikan yang berhubungan dengan NIHL meliputi intensitas kebisingan ≥85 dB, usia ≥40 tahun, lama masa kerja, ketidakpatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD), kebiasaan merokok, serta kondisi fisiologis seperti hipertensi. Simpulan dari studi ini menegaskan bahwa NIHL dipengaruhi oleh interaksi antara faktor lingkungan, individu, dan perilaku. Oleh karena itu, pencegahan NIHL memerlukan pendekatan integratif yang mencakup rekayasa teknis pengendalian kebisingan, penegakan kebijakan penggunaan APD, serta edukasi perilaku hidup sehat di lingkungan kerja.

References

Abdullah, R. P. I., Purnomo, S. D., & Ihsani, I. P. (2020). Hubungan kebisingan dan masa kerja terhadap jenis ketulian dan stres pada pekerja PT. Semen Tonasa. UMI Medical Journal, 5(1), 69–80.

Adnyani, A. L., & Adiputra, L. M. I. S. H. (2017). Prevalensi gangguan fungsi pendengaran akibat kebisingan lingkungan kerja pada pekerja kayu di Desa Mas Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar. E-Journal Medika Udayana, 6(12), 144–147.

Ambar, R., & Suraya, A. (2022). Prevalensi keluhan gangguan pendengaran pada pekerja konstruksi di Indonesia. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(1), 45–53.

Ibrahim, H., Basri, S., & Hamzah, Z. (2016). Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan gangguan pendengaran pada tenaga kerja bagian produksi PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk. Unit Makassar tahun 2014. Al-Sihah: The Public Health Science Journal.

Iqbal, M. (2022). Keluhan gangguan pendengaran pada pekerja konstruksi bangunan gedung. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 14(1), 16–22.

Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja.

Marlina, S., Suwondo, A., & Jayanti, S. (2016). Analisis faktor risiko gangguan pendengaran sensorineural pada pekerja PT. X Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(1), 359–366.

Marwanto, A. (2020). Faktor yang berhubungan dengan gangguan pendengaran pekerja di industri pengolahan karet PT. X Kabupaten Seluma Bengkulu. Mitra Raflesia, 12(2), 33–37.

Pakpahan, S. F., Situmorang, R. K., & Ramadhani, S. (2023). Analisis faktor risiko gangguan pendengaran akibat kebisingan pada karyawan pabrik kelapa sawit di PT AICE Sumatera Industri Sei Mangke, Simalungun, SUMUT. Bulan Januari. (Catatan: Nama jurnal tidak disebutkan, mohon lengkapi untuk format akhir)

Puspita, D., Hardi, I., & Puspitasari, A. (2023). Faktor yang berhubungan dengan gangguan pendengaran pada pekerja bagian produksi di PT. Industri Kapal Indonesia Makassar. Window of Public Health Journal, 374–382.

Rahayu, P., & Pawenang, E. T. (2016). Faktor yang berhubungan dengan gangguan pendengaran pada pekerja yang terpapar bising di Unit Spinning I PT. Sinar Pantja Djaja Semarang. Unnes Journal of Public Health, 5(2), 140–148.

Ralli, M., Balla, M. P., Greco, A., Altissimi, G., Ricci, P., Turchetta, R., De Virgilio, A., De Vincentiis, M., Ricci, S., & Cianfrone, G. (2017). Work-related noise exposure in a cohort of patients with chronic tinnitus: Analysis of demographic and audiological characteristics. International Journal of Environmental Research and Public Health, 14(9), 1035. https://doi.org/10.3390/ijerph14091035

Rina, D. N., Sukwika, T., & Abdullah, S. (2021). Gangguan fungsi pendengaran pekerja operator di kawasan bising departemen operasi. Journal of Applied Management Research, 1(2), 78–88.

Salbiah, S. N., Asnifatima, A., & Syari, W. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan subjektif gangguan pendengaran akibat bising pada pekerja bagian General Affair Maintenance di PT. X Ciracas Jakarta Timur tahun 2022. PROMOTOR, 6(3), 213–221.

Downloads

Published

2025-08-27

How to Cite

Hanum, F. C. (2025). ANALISIS FAKTOR RISIKO GANGGUAN PENDENGARAN PADA PEKERJA INDUSTRI : REVIEW LITERATUR. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 9(2), 5760–5768. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i2.46506