FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA ANAK DI KOTA KUPANG TAHUN 2023
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i2.45835Keywords:
Faktor Risiko, Tuberkulosis, AnakAbstract
Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis menduduki peringkat sepuluh besar penyebab kematian global dan merupakan penyebab utama kematian akibat infeksi. Kelompok yang memiliki risiko tinggi terinfeksi yaitu orang yang melakukan kontak erat dengan penderita TBC, seperti anak anak, lansia, dan orang yang memiliki masalah pada imun tubuh. Tahun 2022 Kota Kupang mencatat telah terjadi 19 kasus tuberkulosis pada anak usia 0-14 tahun dan pada tahun 2023 meningkat menjadi 49 kasus menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Kupang dan berada di peringkat ke 13 dari 22 kabupaten yang ada di NTT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis pada anak di Kota Kupang tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan case control. Sampel penelitian ini berjumlah 72 orang dengan metode pemilihan sampel yaitu total sampel dan simple random sampling. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan status gizi (p=0,002 < 0,05) dan ventilasi rumah (p=0,004 < 0,05) dengan kejadian tuberkulosis pada anak di Kota Kupang. Variabel ASI eksklusif (p=0,061 > 0,05) dan kepadatan hunian (p=0,471 > 0,05) menunjukkan tidak ada hubungannya dengan kejadian tuberkulosis pada anak. Hasil penelitian juga menunjukkan seluruh sampel telah melakukan imunisasi BCG, selain itu dari 72 anak yang melakukan riwayat kontak dengan penderita tuberkulosis sebanyak 16 anak (22,2%). Dinas Kesehatan Kota Kupang diharapkan untuk meningkatkan upaya promosi kesehatan terutama pencegahan tuberkulosis pada anak dengan kegiatan investigasi yang lebih aktif dan tindakan pencegahan pada orang dewasa penderita tuberkulosis agar tidak menulari anak-anak.References
Butiop, H.M.L., Kandou, G.D. and Palandeng, H.M.F. (2015) ‘Hubungan Kontak Serumah, Luas Ventilasi, Dan Suhu Ruangan Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Desa Wori’, Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik, 3(4a), pp. 241–248.
DINKES KOTA KUPANG. (2023). Profil Kesehatan Tahun 2023 Kota Kupang.
DINKES NTT. (2022). Profil Kesehatan Tahun 2022 Provinsi NTT. 100.
Fatriyani, E. and Nunung, H. (2020) ‘Hubungan antara Status Gizi dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas : Literature Review’, Borneo Student Research, 2(1), pp. 158–165.
Husaini , K. Yayah dan Anwar, M. Husaini. 2015. Makanan Bayi Bergizi. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta
Kemenkes RI.(2020). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Tuberkulosis
Kemenkes RI. (2019). Petunjuk Teknis Investigasi kontak Pasien TBCC bagi Petugas Kesehatan dan Kader. Dirjen Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Menular, 1–2. https://hTBCs.TBCindonesia.or.id/wp-content/uploads/2020/03/Petunjuk-Teknis-Investigasi-Kontak.pdf
Kementerian Kesehatan. (2020). Permenkes No. 2 Tahun 2020. Kemenkes Republik Indonesia,
Kementerian Kesehatan. (2023). Permenkes No. 2 Tahun 2023. Kemenkes Republik Indonesia, 55, 1–175.
Kementerian Kesehatan. (2024). Profil Kesehatan.
Kusuma, I. S. (2016). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis (TBC) paru pada anak yang berobat di puskesmas wilayah kecamatan cimanggis, depok februari-april 2011. 1–195. https://www.bing.com/ck/a?!&&p=360788cef7076a36JmltdHM9MTcxMDgwNjQwMCZpZ3VpZD0yNWJhY2ZkNS1kMWQwLTYyNDUtMmFmMy1kZDE5ZDBiMDYzMjYmaW5zaWQ9NTM3MQ&ptn=3&ver=2&hsh=3&fclid=25bacfd5-d1d0-6245-2af3-dd19d0b06326&psq=skripsi+tuberkulosis+pada+anak&u=a1aHR0cHM6Ly9sa
Lamb, G. S., & Starke, J. R. (2017). Tuberculosis in infants and children. Tuberculosis and Nontuberculous Mycobacterial Infections, 541–569. https://doi.org/10.1128/9781555819866.ch32
Lokossou, G. A. G., Kouakanou, L., Schumacher, A., & Zenclussen, A. C. (2022). Human Breast Milk: From Food to Active Immune Response With Disease Protection in Infants and Mothers. Frontiers in Immunology, 13(April), 1–19. https://doi.org/10.3389/fimmu.2022.849012
Mariana, D., & Hairuddin, M. C. (2018). Kepadatan Hunian, Ventilasi Dan Pencahayaan Terhadap Kejadian TBC Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Binanga Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat. Jurnal Kesehatan Manarang, 3(2), 75. https://doi.org/10.33490/jkm.v3i2.40
Murti, Bhisma. (1997). Prinsip dan Metode RISET EPIDEMIOLOGI. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Notoatmodjo, Soekidjo, 2010. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta:PT Rineka Cipta.
Notoatmodjo, Soekidjo, 2018. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta:PT Rineka Cipta.
Nurhidayah, I., Mamad, L. and Windy, R., 2007. Hubungan Antara Karakteristik Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis (TBC) Pada Anak Di Kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran, Bandung. Dari: http://resources. unpad. ac. id/[5 April 2010].
Nurwitasari, A. and Wahyuni, C.U. (2015) ‘Pengaruh Status Gizi dan Riwayat Kontak Terhadap Kejadian Tuberkulosis Anak di Kabupaten Jember’, Junral Berkala Epidemiologi, 3(2), pp. 158–169. Available at: http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=423721&val=7403&title=The Effect of Nutritional Status and Contact History toward Childhood Tuberculosis in Jember
Sarjana, P.S. et al. (2023) ‘J urnal M asyarakat S ehat I ndonesia’, 54, pp. 1–6.
Susanto, C.K., Wahani, A.. and Rompis, J.. (2016) ‘Hubungan pemberian imunisasi BCG dengan kejadian TB paru pada anak di Puskesmas Tuminting periode Januari 2012 – Juni 2012’, e-CliniC, 4(1). Available at: https://doi.org/10.35790/ecl.4.1.2016.11691.
Perdana, A. A., & Putra, Y. S. (2018). Hubungan Faktor Lingkungan Fisik Rumah terhadap Kejadian TBC Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang, Lampung. Jurnal Kesehatan, 9(1), 46–50. https://doi.org/10.26630/jk.v9i1.739
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. (2021). Tuberkulosis Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. In Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (Vol. 001, Issue 2014).
Petunjuk Teknis TATA LAKSANA TUBERKULOSIS ANAK DAN REMAJA 2023
Thysen, S. M., Benn, C. S., Gomes, V. F., Rudolf, F., Wejse, C., Roth, A., Kallestrup, P., Aaby, P., & Fisker, A. (2020). Neonatal BCG vaccination and child survival in TBC-exposed and TBC-unexposed children: A prospective cohort study. BMJ Open, 10(2), 1–10. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2019-035595
Wijaya, M. S. D., Mantik, M. F. J., & Rampengan, N. H. (2021). Faktor Risiko Tuberkulosis pada Anak. E-CliniC, 9(1), 124–133. https://doi.org/10.35790/ecl.v9i1.32117
World Organization for Animal Health. (2023). Report 20-23. In January: Vol. t/malaria/ (Issue March).
Yayasan, P., & Menulis, K. (n.d.). Full Book Kesehatan Gizi Anak Usia Dini.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Eufrasia Lemensi Mbulung, Soleman Landi, Honey Ivon Ndoen, Yuliana Radja Riwu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







