PERBANDINGAN FENOMENA CHILDFREE DI NEGARA MAJU DAN BERKEMBANG : TINJAUAN LITERATUR
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i1.44307Keywords:
childfree, negara maju, negara berkembangAbstract
Fenomena childfree, yaitu keputusan sadar untuk tidak memiliki anak, telah menjadi topik yang semakin relevan dalam dua dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan karakteristik, faktor penyebab, serta dinamika sosial budaya di balik fenomena childfree di negara maju dan berkembang melalui tinjauan literatur sistematis. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang melibatkan analisis terhadap berbagai literatur akademik nasional dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di negara maju, keputusan childfree sering dikaitkan dengan tingkat pendidikan tinggi, kesadaran ekologis, dan individualisme. Sementara itu, di negara berkembang, fenomena ini masih menghadapi tekanan sosial yang kuat dari norma tradisional dan religius. Faktor penyebabnya mencakup motivasi individual seperti otonomi pribadi dan kekhawatiran lingkungan di negara maju, serta perubahan nilai sosial di negara berkembang. Kesimpulannya, childfree mencerminkan pergeseran nilai global yang dipengaruhi oleh konteks sosial budaya masing-masing negara. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana masyarakat modern memahami kebebasan memilih dalam konteks reproduksi.References
Agus Siswadi, G., & Basit Cahyana, A. (2024). Manusia dan Kebebasan dalam Fenomena Childfree Ditinjau dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean-Paul Sartre. 7, 23–43. https://e-journal.iahn-gdepudja.ac.id/
Annisa, M., & Ninin, R. H. (2024). Studi tentang Ideologi Childfree pada Perempuan Dewasa yang Belum Menikah. Journal of Psychological Science and Profession, 8(1), 66. https://doi.org/10.24198/jpsp.v8i1.50744
Asmaret, D. (2023). Dampak Child Free Terhadap Ketahanan Keluarga Di Indonesia. Adhki: Journal of Islamic Family Law, 5(1), 73–89. https://doi.org/10.37876/adhki.v5i1.108
Audinovic, V., & Rio Satria Nugroho. (2023). Persepsi Childfree Di Kalangan Generasi Zilenial Jawa Timur. Jurnal Keluarga Berencana, 8(1), 1–11. https://doi.org/10.37306/kkb.v8i1.132
Chandra Dewi. (2024). Kajian Literatur Sistematis: Pola Asuh Otoriter dan Keputusan Childfree Pada Perspektif Gen Z. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Ar-Rahman.
Creswell, J. W. (2017). Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantittatif dan Campuran. Pustaka Pelajar.
Febri, N., Rahayu, S., & Aulia, F. (2022). Keputusan Pasangan Subur Untuk Tidak Memiliki Anak. Journal Hermeneutika, 8(1), 20–33.
Helm, S., Kemper, J. & White, S. (2021). No future, no kids – no kids, no future? An exploration of motivations to remain childfree in times of climate change. Population and Environment, 11(1), 1–14. http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_Sistem_Pembetungan_Terpusat_Strategi_Melestari
Hermanto, A. (2025). Childfree dalam Pernikahan Kembali Duda dan Janda : Perspektif Kemaslahatan dan Gender. 6(1), 153–170.
Maghfur, M. (2024). Fenomena Childfree Perspektif Tafsir Ayat Ahkam. Jurnall Inovasi Pendidikan, 6(1), 52–61. https://journalpedia.com/1/index.php/jip/article/view/1285
Moleong, L. J. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Nabila, W., Al Jauza, H., Nur Faizah, I., Ummu Zahra, F., Saroh, M., Hidayat, F., & Alil Abasir, M. (2024). A Feminist Study of the Childfree Trend in Generation Z: A Normative Review. Solo International Collaboration and Publication of Social Sciences and Humanities, 2(2), 143–158.
Nakkerud, E. (2023). Ideological Dilemmas Actualised by the Idea of Living Environmentally Childfree. Human Arenas, 6(4), 886–910. https://doi.org/10.1007/s42087-021-00255-6
Nasution, C. M. (2024). Fenomena Childfree Berdasarkan Perspektif Hukum Islam Progresif, Pancasila dan Hak Asasi Manusia (HAM). Jurnal Keislaman, 4(2), 9–15.
Nugroho, D. A., Alfarisy, F., Kurniawan, A. N., & Sarita, E. R. (2022). Tren Childfree dan Unmarried di kalangan Masyarakat Jepang. COMSERVA Indonesian Jurnal of Community Services and Development, 1(11), 1023–1030. https://doi.org/10.36418/comserva.v1i11.153
Pebriansah, A. (2024). Childfree Dalam Konteks Hak Asasi Manusia : Tantangan Dan Perlindungan Serta Pencapaian Hak-Hak Individu. XVI(1), 194–218.
Putri, B. K., & Fitrisia, A. (2023). Childfree dalam Prespektif Filsafat Eksistensialisme. Innovative: Jounal Of Social Science Research, 3(6), 8390–8396. https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/6856
Salahuddin, C. W., & Hidayat, T. (2022). Tinjauan Maslahah Mursalah terhadap Fenomena Childfree. DIKTUM: Jurnal Syariah Dan Hukum, 20(2), 399–414. https://doi.org/10.35905/diktum.v20i2.2924
Sari, R. P. N., Nobisa, Y. N., Sali, J. M., Iskandar, I., Paradila, B. K., & Rahman, A. S. (2022). Pandangan Tokoh Muhammadiyah Di Kota Kupang Terhadap Childfree. Ulumuddin: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 12(2), 357–372. https://doi.org/10.47200/ulumuddin.v12i2.1336
Simanjuntak, M., Pratiwi, I. I., Mandagi, D. W., Fitrinna, N., & Lorensius, M. (2023). Feminist Entrepreneurship (Vol. 19, Issue 5).
Siswanto, A. W., & Neneng Nurhasanah. (2022). Analisis Fenomena Childfree di Indonesia. Bandung Conference Series: Islamic Family Law, 2(2), 64–70. https://doi.org/10.29313/bcsifl.v2i2.2684
Sodah, Y., & Korompis, P. A. (2024). Childfree Sebagai Pilihan Hidup dalam Perkawinan. 5(11), 1527–1532.
Sohibun, S., & Siregar, K. N. (2024). Keinginan Memiliki Anak Lagi pada Wanita Usia Subur (WUS) di Indonesia. Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Dan Ilmu Kesehatan Masyarakat, 19(1), 9–17. https://doi.org/10.32504/sm.v19i01.915
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ribka Sandrina Natasya pertama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







