ANALISIS SPASIAL PENYEBARAN PENYAKIT DIARE DI WILAYAH JAKARTA PUSAT
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i1.43287Keywords:
Diare, Analisis Spasial, Metode Bivariate Moran’s IAbstract
Jakarta Pusat mencatat kasus diare tertinggi di Kecamatan Kemayoran, dengan total 7.010 kasus pada tahun 2022. Diare merupakan kondisi yang ditandai dengan frekuensi buang air besar sebanyak tiga kali atau lebih dalam 24 jam, dengan feses yang lebih encer dari biasanya dan disebabkan berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan spasial antara kasus diare dan beberapa faktor risikonya. Penelitian dilakukan pada Desember 2023 hingga Januari 2024, dengan sampel mencakup jumlah kasus diare di semua kelompok usia, jumlah sarana air minum, serta jumlah jamban sehat permanen pada tahun 2022 di wilayah Jakarta Pusat yang meliputi Kecamatan Sawah Besar, Gambir, Senen, Johar Baru, Kemayoran, Menteng, Cempaka Putih, Tanah Abang. Analisis data menggunakan metode Bivariate Moran’s I melalui aplikasi GeoDa dengan input data peta dasar kota madya Jakarta Pusat. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya korelasi spasial antara kasus diare dan faktor risikonya di berbagai wilayah di Jakarta Pusat. Uji signifikansi mengungkapkan bahwa terdapat satu wilayah, yaitu Kecamatan Tanah Abang, memiliki nilai signifikansi (p<0,05) yang menunjukkan adanya autokorelasi dengan wilayah sekitarnya. Pola penyebaran kasus diare di daerah ini bersifat acak dan termasuk dalam kategori High-Low. Penelitian ini dapat menjadi acuan dalam perencanaan strategi kesehatan masyarakat untuk mengurangi kasus diare di wilayah Jakarta Pusat.References
Aolina, D., Sriagustini, I., & Supriyani, T. Hubungan Antara Faktor Lingkungan Dengan Kejadian Diare pada Masyarakat. Jurnal Penelitan Dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia. 2020;1(1):38–47.
Apriani, D. G. Y., Putri, D. M. F. S., & Widiasari, N. S. (2022). Gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang diare pada balita di Kelurahan Baler Bale Agung Kabupaten Jembrana tahun 2021. Jurnal Health & Medical Sciences, 1(3), 15–26. Retrieved from https://pusdikra-publishing.com/index.php/jkes/home
Ariani, D., Agustiani, M. D., Fadhilah S. Hubungan Sarana Air Bersih Dan Kepemilikan Jamban Dengan Kejadian Diare Pada Balita. 2019;8:145–56.
B, H., & Hamzah, S. (2021). Hubungan penggunaan air bersih dan jamban keluarga dengan kejadian diare pada balita. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2), 761–769.
Endang Setiawaty. (2022). Pengaruh penggunaan jamban sehat terhadap kejadian penyakit diare di Desa Ropang Kecamatan Ropang. Jurnal Kesehatan Samawa, 2(1), 15–22.
Fajriyah, I. (2023). Sistem informasi geografis faktor yang mempengaruhi jumlah kasus diare di Kabupaten Sidoarjo tahun 2019. Preventia: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(1), 38–46.
Kemenkes RI. Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Pneumonia dan Diare 2023-2030. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. 2023. Retrieved from:https://p2p.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2023/12/NAPPD_2023-2030-compressed.pdf
Nasution, Z., & Samosir, R. F. (2019). Hubungan pengetahuan dan perilaku ibu dengan kejadian diare pada balita 1–4 tahun. Jurnal Darma Agung Husada, 5(1), 46–51.
Oktavianisya, N., Yasin, Z., & Aliftitah, S. (2023). Kejadian diare pada balita dan faktor risikonya. Jurnal Ilmiah STIKES Yars Mataram, 13(2), 66–75.
Purwoko S, Cahyati WH, Farida E. Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam Analisis Sebaran Penyakit Menular TB BTA Positif Di Jawa Tengah Tahun 2018. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana UNNES. 2018;861–71. Retrieved from: https://proceeding.unnes.ac.id/index.php/snpasca/article/download/679/598
Pusat SDKJ. (2022). Profil Kesehatan Jakarta Pusat 2022.
Rafiuddin, A. T., & Purwanty, M. (2020). Faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari. MIRACLE: Jurnal Public Health, 3(1), 65–75.
Sembiring, W. S. R. G., Hasan, A., & Ferdina, A. R. (2022). Diarrhea incidence in Tanah Bumbu, South Kalimantan, under a spatial approach. Kemas, 17(4), 526–534.
Setiyawan, F. E. N. A. S. (2023). Analisis spasial kasus diare. Jurnal Keperawatan, 15, 331–338. Retrieved from http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/Keperawatan
Siahaan, D., Eyanoer, P., & Hutagalung, S. (2021). Literature review higiene dengan kejadian diare akut berkembang yang bermasalah dengan menurut CDC (Center for Disease Control and Prevention) penyebab utama kematian kedua setelah pneumonia baik secara insiden maupun risiko kematian akibat diare paling besar di antara anak-anak. Jurnal Kedokteran Methodis, 15(1), 82–94.
Qisti, D. A., Putri, E. N. E., Fitriana, H., Irayani, S. P., Pitaloka, S. A. Z Analisis Aspek Lingkungan dan Perilaku Terhadap Kejadian Diare Pada Balita Di Tanah Sareal. 2021;2(6):1661–8
Yana, Y., & Rahayu, S. R. (2018). Analisis spasial faktor lingkungan dan distribusi kasus demam berdarah dengue. Higeia, 1(3), 106–116. Retrieved from http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia
Yantu, S. S., Warouw F, Umboh J. M. L. Hubungan antara Sarana Air Bersih dan Jamban Keluarga dengan Kejadian Diare pada Balita di Desa Waleure. J KESMAS. 2021;10(6):24–30.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sukmala Dewi, Tria Saras Pertiwi, Hosizah Hosizah, Mieke Nurmalasari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







