ANALISIS DISTRIBUSI KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE MENURUT WAKTU DI SULAWESI UTARA TAHUN 2018 - 2023
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i2.42483Keywords:
Demam Berdarah Dengue (DBD)Abstract
Demam berdarah dengue (DBD) menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia. Sekitar setengah dari populasi dunia kini berisiko terkena penyakit demam berdarah dengan perkiraan 100-400 juta infeksi terjadi setiap tahunnya. Insiden demam berdarah telah meningkat secara dramatis di seluruh dunia dalam beberapa dekade terakhir. Demam Berdarah Dengue merupakan salah satu penyakit yang sedang trend di Provinsi Sulawesi Utara, penyakit berbasis lingkungan ini masih menjadi suatu masalah yang belum terselesaikan. Sulawesi Utara karena kondisi geografis yang mendukung perkembangbiakan virus dengue sehingga angka prevalensi kejadian demam berdarah dengue masih sangat tinggi setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis data surveilans demam berdarah dengue (DBD) di Sulawesi Utara tahun 2018-2023. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh penderita demam berdarah dengue di Sulawesi Utara yang tercatat atau terkonfirmasi dari tahun 2018-2023. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kasus demam berdarah dengue (DBD) selama 6 tahun (2018-2023) mengalamai fluktuasi dan puncak tertinggi kasus demam berdarah dengue (DBD) ada pada tahun 2023 yang dimana tercatat berjumlah 2643 kasus dimana Kabupaten Bolaang Mongondow Utara merupakan Kabupaten tertinggi yang mengalami kasus demam berdarah dengue (DBD) dan kasus terendah yaitu di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Distribusi kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) tertinggi pada tahun 2021, paling tinggi terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Minahasa Utara yaitu 20 kasus kematian dari total 32 kasus kematian. Tingginya angka kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Sulawesi Utara disebabkan oleh beberapa hal, yaitu kepdatanan penduduk, tingginya curah hujan, kelembaban udara dan juga suhu udara. Berdasarkan penelitian ini diharapkan dapat memperioritaskan pencegahan dan pengendalian di daerah-daerah yang termasuk dalam daerah penemuan kasus tertinggi demam berdarah dengue (DBD), dengan melakukan program Promosi Kesehatan mengenai penanggulangan demam berdarah dengue (DBD) sehingga masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan pengendalian demam berdarah dengue (DBD).References
Astuti SD, Rejeki, Nurhayati S. (2020). Analisis Autokorelasi Spasial Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Klaten Tahun 2020, JurnalVektorPenyakit, Vol.16 No.1.
Bone, T., Kaunang, W. P., & Langi, F. L. (2021). Hubungan antara curah hujan, suhu udara dan kelembaban dengan kejadian demam berdarah dengue di 41 Kota Manado tahun 2015-2020. KESMAS, 10(5). (Online) https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/kesmas/article/view/35109 Diakses pada 23 Januari 2025
Chandra E. (2019). Pengaruh Faktor Iklim, Kepadatan Penduduk dan Angka Bebas Jentik (ABJ) Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Jambi.Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, Vol,1,No.1
Dalending, I. C., Pinontoan, O. R., Kepel, B. J., Sinolungan, J. S., Kaunang, W. P., & Tulung, G. J. (2024). ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KECAMATAN LIKUPANG TIMUR KABUPATEN MINAHASA UTARA. PREPOTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 8(2), 3046-3055. (Online) https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/prepotif/article/view/3 0822 Diakses pada 23 Januari 2025
Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, (2024), Data Kasus Demam Berdarah Dengue Provinsi Sulut. Manado: Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara.
Hikmah, M. (2015). Faktor yang berhubungan dengan kejadian kematian akibat demam berdarah dengue. Unnes Journal of Public Health, 4(4)
Landu, F. F., Kaunang, W. P., & Kawatu, P. A. (2021). Hubungan antara Variabilitas Iklim dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Manado. KESMAS, 10(3). (Online) https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/kesmas/article/view/33632 Diakses pada 23 Januari 2025
Oroh, M. Y., Pinontoan, O. R., & Tuda, J. B. (2020). Faktor lingkungan, manusia dan pelayanan kesehatan yang berhubungan dengan kejadian demam 39 berdarah dengue. Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine, 1(3), 35-46.
Panungkelan, M. S., Pinontoan, O. R., & Sinolungan, J. S. (2024). HUBUNGAN PERILAKU KELUARGA DALAM PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DENGAN KEJADIAN DBD DI KECAMATAN WANEA. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(2), 2559-2566. (Online) http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/view/27676 Diakses pada 23 Januari 2025
Paruntu, C., Ratag, B. T., & Kaunang, W. P. (2018). Gambaran Spasial Kondisi Lingkungan Penyakit Demam Berdarah Dengue di Kota Bitung Tahun 2018. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 7(5). (Online) https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/kesmas/article/view/21687 Diakses Pada 23 Januari 2025
Soentpiet, M. G. O., Umboh, J. M. L., & Tatura, S. N. N. 2024. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue pada Anak di Kabupaten Minahasa Selatan. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat 8(1); 1198 – 1206.
Sumiati, T., Hadi, U. K., Soviana, S., & Retnani, E. B. (2016). Epidemiologi Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Ternate Maluku Utara. Jurnal Veteriner.
Supangat, U., Badriah, D. L., Mamlukah, M., & Suparman, R. (2023). FaktorFaktor Yang Berhubungan Dengan Kematian Kasus Demam Berdarah Di Kota Tasikmalaya 2022. Journal of Health Research Science, 3(01), 63-71.
WHO. (2023). Dengue and severe dengue. World Health Organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Marselia Maria Magdalena Jacob, F. L. Fredrik G. Langi, Afnal Asrifuddin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







