HUBUNGAN IBU HAMIL DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS DAN RUTINITAS ANTENATAL CARE TERHADAP KEJADIAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH DI PUSKESMAS SITOPENG PERIODE JANUARI 2021 - JUNI 2024

Authors

  • Ghina Alya Maolida Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Swadaya Gunung Jati
  • Herry Nurhendriyana Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Swadaya Gunung Jati
  • Nunung Nurbaniwati Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Swadaya Gunung Jati

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v8i3.36543

Keywords:

Kekurangan Energi Kronik (KEK), Antenatal Care (ANC), Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR)

Abstract

Ibu hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK) adalah kondisi mengalami gangguan kesehatan sehingga pertumbuhan dan perkembangan janin akan terhambat serta berisiko melahirkan berat bayi lahir rendah. Hasil data Riskesdas 2018, prevalensi risiko KEK pada ibu hamil di Indonesia sebesar 17,3%, Jawa Barat sebesar 14,1%. Menurut WHO tahun 2023 kasus BBLR didunia mencapai 14,7%. Sedangkan, data Riskesdas tahun 2018 pravalensi BBLR masih 6,2%. Ibu hamil yang rutin melakukan kunjungan Antenatal Care akan mendapatkan informasi tentang bagaimana cara meningkatkan nutrisi serta menjaga kesehatan ibu  dan bayi selama kehamilan., Menganalisis Hubungan Ibu Hamil dengan KEK dan Rutinitas ANC Terhadap Kejadian BBLR di Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon pada Tahun Periode Januari 2021-Juni 2024. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Teknik sampel adalah simple random sampling. Pengambilan data dari rekam medik kemudian dianalisis secara statistik bivariat menggunakan uji Chi-Square & multivariat uji regresi logistik. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat Hubungan Ibu Hamil dengan KEK terhadap BBLR (p=0,000) dan rutinitas ANC terhadap BBLR (p=0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa Ibu Hamil dengan KEK merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap BBLR (OR 252,702). Terdapat hubungan bermakna antara Ibu Hamil dengan KEK dengan BBLR dan rutinintas ANC dengan BBLR.

References

Abadi, E., & Linda, A. (2020). Konsumsi makronutrien pada ibu hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK) di masa pandemi Covid-19. Jurnal Kesehatan Manarang, 6(2).

Erlindawati, Dewi, C., & Rizki, A. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR). Jurnal 'Aisyiyah Medika, 9(1).

Fitriyasti, B. (2023). Hubungan faktor risiko usia, paritas, dan LILA pada ibu hamil yang melahirkan bayi berat badan lahir rendah (BBLR) di Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 6(2), 455–462.

Harana, I., Irawan, A., & Rahmawati, et al. (2023). Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil. Yogyakarta: PT Penamuda Media.

Harismayanti, S. S. (2021). Analisis kekurangan energi kronik pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru. The Indonesian Journal of Health Promotion, 4(2).

Heryunanto, D., Putri, S., Izzah, R., Ariyani, Y., & Herbawani, C. (2022). Gambaran kondisi kekurangan energi kronis pada ibu hamil di Indonesia, faktor penyebabnya, serta dampaknya. Prepotif Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(2), 1792–1805.

Herinawati. (2021). Pentingnya antenatal care (ANC) di fasilitas pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan di Desa Penyengat Olak Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi. Jurnal Abdidas, 2(1), 11–15.

Jannah, M., & Nadimin, N. (2021). Riwayat kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu dan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Turikale. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar, 16(2), 343–352.

Lestari, R. R., Ade, D., & Zurrahmi, Z. R. (2021). Penyuluhan kunjungan antenatal care (ANC) di Desa Salo Timur. COVIT (Community Service of Health), 1(1), 6–10.

Mendri, N., Badi’ah, A., & Subargus, A. (2021). Model Momming Guide Kangoroe Mother Care Skin to Skin Contact terhadap kestabilan suhu tubuh dan berat badan pada BBLR di Puskesmas. Sleman Yogyakarta: Poltek Usaha Mandiri.

Prevalensi BBLR menurut WHO. (2023, July).

Qoyyimah, A. U. (2021). Hubungan riwayat ibu hamil kekurangan energi kronis dengan kejadian stunting pada balita usia 3-5 tahun di Puskesmas Jatinom Klaten. Prosiding Seminar Nasional Unimus, 4.

Suryani, E. (2020). Bayi berat lahir rendah dan penatalaksanaannya. Kediri, Jawa Timur: Strada Press.

Teguh, N. A., & Hapsari, A. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kurang energi kronis (KEK) pada ibu hamil di wilayah kerja UPT Puskesmas I Pekutatan, Jembrana, Bali. Intisari Sains Medis, 10(3), 506–510.

Wulansari, A. H. (2019). Makna simbolis tabu makanan dan risiko KEK pada ibu hamil di Desa Bungku Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari, Jambi. Jurnal Ekologi Kesehatan, 18(3), 183–191.

Yusriyani, A., & Irwan, B. (2023). Faktor risiko kurang energi kronis (KEK) pada ibu hamil di Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon. Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ), 6(2), 140–147.

Downloads

Published

2024-12-25

How to Cite

Maolida, G. A. ., Nurhendriyana, H. ., & Nurbaniwati, N. . (2024). HUBUNGAN IBU HAMIL DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS DAN RUTINITAS ANTENATAL CARE TERHADAP KEJADIAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH DI PUSKESMAS SITOPENG PERIODE JANUARI 2021 - JUNI 2024. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 8(3), 6806–6813. https://doi.org/10.31004/prepotif.v8i3.36543