EFEKTIVITAS EKSTRAK RIMPANG JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VARIETAS RUBRUM) TERHADAP PERTUMBUHAN MALASSEZIA FURFUR PADA PITIRIASIS VERSIKOLOR
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v8i3.35737Keywords:
pitiriasis versikolor, malassezia furfur, ekstrak jahe merah, ketokonazole 2%Abstract
ABSTRAK Pitiriasis versikolor merupakan penyakit yang disebabkan oleh jamur Malassezia furfur. Banyak ditemukan di daerah tropis. Penggunaan antijamur dalam jangka panjang dapat mengakibatkan resisten dan menimbulkan efek samping. Sehingga perlu alternatif antijamur, seperti jahe merah. Jahe merah memiliki senyawa antibakteri dan antijamur. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas ekstrak rimpang jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) dalam menghambat pertumbuhan Malassezia furfur pada kasus Pitiriasis versikolor (PV). Penelitian True Eksperimental dengan rancangan post test only control group design. Jumlah sampel sebanyak 30 sampel dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan P1, P2, P3, P4 dan 2 kelompok kontrol K+ dan K-. 4 kelompok diberi ekstrak jahe merah dengan konsentrasi 25%, 50% 75% dan 100%, K+ diberi topikal ketokonazole dan K- diberi etanol 96%. Sampel diinkubasi 3 x 24 jam pada suhu 280 C kemudian dihitung zona hambat disekitar jamur. Analisis data menggunakan SPSS 25.0, kemudian menggunakan uji One- Way Anova dilanjutkan uji post-hoc LSD. Hasil penelitian menunjukan bahwa Ekstrak rimpang jahe merah dengan konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100% mampu menghambat pertumbuhan jamur Malassezia furfur dengan rata-rata zona hambat sebesar 2,92 cm, 3,36 cm, 4,44 cm, dan 4,68 cm. Uji One-Way Annova didapatkan hasil signifikan p< 0.05 yang berarti ekstrak rimpang jahe merah dapat menghambat pertumbuhan jamur Malassezia furfur pada Pitirisis versikolor.References
Agusrimansyah, K. (2019). Perbandingan Efektivitas Lidah Buaya (Aloe vera) dan Buah Adas (Foeniculum vulgare) Terhadap Pertumbuhan Malassezia furfur [Skripsi, Universitas Lampung]. http://digilib.unila.ac.id/58996/
Alawiyah, T., Khotimah, S., & Mulyadi, A. (2016). Aktivitas Antijamur Ekstrak Teripang Darah (Holothuria atra Jeager.) Terhadap Pertumbuhan Jamur Malassezia furfur Penyebab Panu. Protobiont, 5(1). https://doi.org/10.26418/protobiont.v5i1.14897
Amalia, N. H. F. (2019). Efektifitas Penyuluhan dengan Media Audiovisual terhadap Tingkat Pengetahuan Mengenai Tinea Versikolor. Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura, 5(2). https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jfk/article/view/32929
Arifin, B., & Ibrahim, S. (2018). Struktur, Bioaktivitas Dan Antioksidan Flavonoid. Jurnal Zarah, 6(1), Article 1. https://doi.org/10.31629/zarah.v6i1.313
Brajawikalpa, R. S., & Ramzy, A. N. (2018). Uji efektivitas antijamur minyak atsiri daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) terhadap pertumbuhan Malassezia furfur. Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan, 4(1).
Dirga, A., Rahman, I. W., & Yunasdy, M. (2022). Uji daya hambat daun ketepeng cina terhadap pertumbuhan Malassezia furfur penyebab tinea versicolor. J-HEST J Heal Educ Econ Sci Technol, 3, 96–99.
Fauzan, S., Rahmadani, D. F., Devi, L. S., Akyun, Q., & Aulia, W. (2020). Pemberdayaan Masyarakat Desa Seketi Melalui Inovasi Olahan Jahe Merah. SINERGI: JURNAL PENGABDIAN, 2(2), Article 2. https://doi.org/10.31764/sjpu.v2i2.2484
Fernandarisky, O. N., Mahmudi, A., & Zahro’, H. Z. (2020). Pengenalan Tanaman Obat Family Zingiberaceae Dan Manfaatnya Menggunakan Augmented Reality Berbasis Android. JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), 4(1), Article 1. https://doi.org/10.36040/jati.v4i1.2322
Guntari, S., Surastri, B., & Farida, H. (2017). Perbandingan Efektivitas Ekstrak Jahe Merah (Zingiber Officinale Var. Rubrum) Dengan Ketokonazol 2% Secara In Vitro. Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal), 6(2), Article 2. https://doi.org/10.14710/dmj.v6i2.18635
Hepni, H. (2020). Review Artikel: Pengaruh Ekstrak Bawang Putih (Allium Sativum L.) Terhadap Pertumbuhan Jamur Malassezia furfur Penyebab Penyakit Panu (Tinea versicolor). Jurnal Dunia Farmasi, 5(1), 46–53.
Khumairoh, I. S. (2018). Uji Aktivitas Antifungi Lengkuas Merah (Alpinia Purpurata), Kunyit (Curcuma longa), dan Jahe (Zingiber officinale) Terhadap Candida albicans.[Skripsi]. Surabaya: Universitas Islam negeri Sunan Ampel. Skripsi, 1(1), 16.
Menaldi, S. L. S., Bramono, K., & Indriatmi, W. (2015). Ilmu penyakit kulit dan kelamin. Departemen Ilmu Penyakit Kulit FKUI.
Rinanda, T., Isnanda, R. P., & Zulfitri. (2018). Chemical Analysis of Red Ginger (Zingiber officinale Roscoe var rubrum) Essential Oil and Its Anti-biofilm Activity against Candida albicans. Natural Product Communications, 13(12), 1934578X1801301206. https://doi.org/10.1177/1934578X1801301206
Rusmin, R. (2021). Uji Mutu Fisik Dan Aktivitas Krim Minyak Atsiri Rimpang Lengkuas Merah (Alpinia Purpurata K.Schum) Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans. Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar, 5(1), Article 1.
Sadikim, R. Y., Sandhika, W., & Saputro, I. D. (2018). Pengaruh Pemberian Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) terhadap Jumlah Sel Makrofag dan Pembuluh Darah pada Luka Bersih Mencit (Mus musculus) Jantan (Penelitian Eksperimental pada Hewan Coba). Berkala Ilmu Kesehatan Kulit Dan Kelamin, 30(2), 121–127.
Sudiadnyani, N. P. (2016). Hubungan Kelembaban Ruangan Kamar Tidur Dan Kebersihan Diri Terhadap Penyakit Pityriasis Versicolor Di Pesantren Al Hijrotul Munawwaroh Bandar Lampung. Jurnal Medika Malahayati, 3(2), 88–94.
Sujono, H., Budiman, S., Fudiesta, Y., Sahroni, A., Jasmansyah, J., & Khumaisah, L. L. (2019). Antifungal Activity of Red Galangal Oil (Alpinia purpurata K. SCHUM) Against Malassezia furfur. Jurnal Kartika Kimia, 2(2), Article 2. https://doi.org/10.26874/jkk.v2i2.40
Tandanu, E. (2020). Efektivitas Antibakteri Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale var rubrum) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Secara In Vitro. PRIMER (Prima Medical Journal), 5(1). https://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/PRIMER/article/view/1118
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Bakti Wibowo, Meidyta Sinantryana Widyaswari, Winawati Eka Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







