PENGARUH SARANA AIR BERSIH DAN KUALITAS AIR KIMIA TERHADAP KEJADIAN DERMATITIS KONTAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS X KABUPATEN MALANG

Authors

  • Ike Dian Wahyuni STIKES Widyagama Husada Malang
  • Beni Hari Susanto STIKES Widyagama Husada Malang

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v8i3.34046

Keywords:

Air bersih, kualitas air, dermatitis

Abstract

Dermatitis kontak adalah terjadinya peradangan kulit yang diakibatkan oleh pajanan bahan iritan ataupun allergen dari luar tubuh manusia. Data epidemiologi di Indonesia menunjukkan bahwa 97% dari 389 kasus penyakit kulit adalah dermatitis kontak. Data penyakit dermatitis di Puskesmas Poncokusumo, sejak bulan  januari hingga september tahun 2021, penyakit dermatitis kontak menjadi salah satu penyakit yang paling sering terjadi di wilayah kerja Puskesmas Poncokusumo dengan jumlah kejadian dermatitis kontak sebanyak 123 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Sarana Air Bersih Dan Kualitas Air Kimia Terhadap Kejadian Dermatitis Kontak Di Wilayah Kerja Puskesmas Poncokusumo Kabupaten Malang penelitian ini adalah penelitian observasional analitik menggunakan metode survei yang dilakukan dengan melakukan penyebaran kuisioner serta lembar observasi, dan melakukan wawancara kepada responden secara langsung, dengan pendekatan case control. Terdapat pengaruh antara jenis kelamin terhadap kejadian dermatitis kontak dan jenis kelamin perempuan lebih berisiko 9,4 kali lebih besar terkena dermatitis kontak, adanya pengaruh antara personal hygiene terhadap kejadian dermatitis kontak dan personal hygiene kurang baik lebih berisiko 0,3 kali lebih besar terkena dermatitis kontak dan pengaruh antara sarana air bersih tidak memenuhi syarat terhadap kejadian dermatitis kontak sebesar 0,1 kali lebih beresiko. Maka dari itu, perlu diadakan upaya preventif terhadap risiko dermatitis kontak seperti melakukan sosialisasi mengenai personal hygiene di wilayah tersebut.

References

Akbar, & Hairil. (2020). Hubungan Personal Hygiene dan Pekerjaan dengan Kejadian Dermatitis di Wilayah Kerja Puskesmas Juntinyuat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(1), 1–5.

Eka, S. (2020). Hubungan antara jenis kelamin dengan angka kejadian dermatitis seboroik. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9(1), 37–46.

Fielarantika, Shenna, Dhera, & Anggraitya. (2017). Hubungan karakteristik pekerja, kelengkapan dan higienitas apd dengan kejadian dermatitis kontak (Studi kasus di Rumah Kompos Jambangan Surabaya). The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 6(1), 16.

Fielrantika, S., & Anggraitya, D. (2017). Hubungan Karakteristik Pekerja, Kelengkapan Dan Higienitas Apd Dengan Kejadian Dermatitis Kontak (Studi Kasus Di Rumah Kompos Jambangan Surabaya). The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 6(1), 16. https://doi.org/10.20473/ijosh.v6i1.2017.16-26

Fitria, E., & Hayani, L. (2021). Hubungan Jenis Sumber Air Dan Personal Hygiene Dengan Penyakit Dermatitis Di Desa Bantan Timur Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis. Ensiklopedia of Journal, 3(2), 164–170.

Krishnan, Darmada, & Rusyati. (2013). Occupational Contact Dermatitis. Bali Journal of Medical and Health Sciences, 1(1).

Retnoningsih, A. (2017). Analisis Faktor-Faktor Kejadian Dermatitis Kontak pada Nelayan (Studi Kasus di Kawasan Tambak Lorok Kelurahan Tanjung Mas Kecamatan Semarang Utara Kota Semarang Tahun 2017). Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang, 1–62. http://repository.unimus.ac.id/226/

Downloads

Published

2024-12-22

How to Cite

Wahyuni, I. D. ., & Susanto, B. H. (2024). PENGARUH SARANA AIR BERSIH DAN KUALITAS AIR KIMIA TERHADAP KEJADIAN DERMATITIS KONTAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS X KABUPATEN MALANG. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 8(3), 5803–5807. https://doi.org/10.31004/prepotif.v8i3.34046