FAKTOR RESIKO PENYEBAB KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA: TINJAUAN LITERATUR

Authors

  • Sayyidah Rahmah Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Chahya Kharin Herbawani Universitas Pembangunan Nasional Veteran Nasional Jakarta

Keywords:

Faktor resiko, Musculoskeletal Disorders (MSDs), pekerja | (Risk factors, workers)

Abstract

Introduction: Musculoskeletal Disorders (MSDs) or musculoskeletal disorders are complaints felt by a person in the skeletal muscles ranging from very mild complaints to very painful complaints in the form of damage to ligaments, joints, and tendons can occur if the muscles receive repeated static loads in long time. Based on Great Britain Labor Force Survey (LFS) data (2017) cases of Musculoskeletal Disorders (MSDs) are in second place in the last 3 years with an average prevalence of 469,000 cases or 34.54% of all cases of occupational diseases found. The purpose of this study is to identify and identify risk factors that cause complaints of Musculoskeletal Disorders (MSDs) in workers. Methods: This study uses a literature review method. Literature searches were obtained online through the Google Scholar database, the GARUDA portal, Pubmed, and Proquest. The inclusion criteria used were as follows, free full text, year of publication with a range of 5 years (2016-2021), published in Indonesian or English,, and articles selected based on relevance. While the exclusion criteria used are as follows, do not use complete text and are not relevant to keywords. Results: Research articles that have been obtained in the last 5 years, obtained various risk factors that can cause complaints of Musculoskeletal Disorders (MSDs) in workers. Risk factors that cause complaints of Musculoskeletal Disorders (MSDs) in workers are divided into individual factors, occupational factors, and psychosocial factors. Conclusion: Individual factors include the following, age, gender, years of service, physical fitness and exercise habits, and Body Mass Index (BMI). Furthermore, the work factors include work posture, workload, work duration, repetitive/repetitive movements, ergonomics risk level, and Manual Material Handling (MMH). Finally, psychosocial factors consist of work fatigue and work stress.ABSTRAKPendahuluan: Musculoskeletal Disorders (MSDs) atau gangguan musculoskeletal merupakan keluhan yang dirasakan oleh seseorang  pada bagian otot rangka mulai dari keluhan yang sangat ringan hingga sangat sakit, keluhan berupa kerusakan pada ligament, sendi, dan tendon dapat terjadi apabila otot menerima beban statis secara berulang dalam waktu yang lama. Berlandaskan pada data Labour Force Survei (LFS) Great Britain (2017) kasus Musculoskeletal Disorders (MSDs) berada diposisi kedua dalam waktu 3 tahun terakhir dengan rata – rata prevalensi sebanyak 469.000 kasus atau 34,54 % dari seluruh kasus penyakit akibat kerja yang ditemukan. Tujuan dari pengkajian ini yaitu untuk mengetahui dan mengidentifikasi faktor resiko penyebab terjadinya keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review. Pencarian literatur diperoleh secara daring melalui database Google Scholar, portal GARUDA, Pubmed, dan Proquest. Kriteria inklusi yang digunakan sebagai berikut, free full text, tahun publikasi dengan rentang 5 tahun (2016-2021), diterbitkan dalam Bahasa Indonesia atau Inggris, dan artikel dipilih berdasarkan relevansi. Sedangkan kriteria eklusi yang digunakan sebagai berikut, tidak menggunakan teks yang lengkap dan tidak relevan dengan kata kunci. Hasil: Artikel penelitian yang sudah didiperoleh dalam rentang waktu 5 tahun terakhir, didapatkan berbagai faktor resiko yang dapat menyebabkan terjadinya keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja. Faktor resiko penyebab keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja dibagi menjadi faktor individu, faktor pekerjaan, dan faktor psikososial. Kesimpulan: Faktor individu diantaranya adalah sebagai berikut, usia, jenis kelamin, masa kerja, kesegaran fisik dan kebiasaan olahraga, dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Selanjutnya pada faktor pekerjaan meliputi, postur kerja, beban kerja, durasi kerja, gerakan repetitive/berulang, tingkat resiko ergonomi, dan Manual Material Handling (MMH). Terakhir faktor psikososial yang terdiri dari kelelahan kerja dan stress kerja.

References

Aulia, R., Ginanjar, R. and Fathimah, A. (2019) ‘ANALISIS RESIKO ERGONOMI TERHADAP KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA KONVEKSI DI KELURAHAN KEBON PEDES KOTA BOGOR TAHUN 2018’, Promotor, 2(4), p. 301. doi: 10.32832/pro.v2i4.2243.

Bhuanantanondh, P. et al. (2021) ‘The prevalence of and risk factors associated with musculoskeletal disorders in thai oil palm harvesting workers: A cross-sectional study’, International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(10). doi: 10.3390/ijerph18105474.

Devi, T., Purba, I. and Lestari, M. (2017) ‘RISK FACTORS OF MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) COMPLAINTS ON RICE TRANSPORTATION ACTIVITIES AT PT. BUYUNG POETRA PANGAN PEGAYUT OGAN ILIR’, Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 8(2), pp. 125–134. doi: 10.26553/jikm.2016.8.2.125-134.

Istighfaniar, K. and Mulyono, M. (2017) ‘Evaluasi Postur Kerja Dan Keluhan Muskoloskeletal Pada Pekerja Instalasi Farmasi’, The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 5(1), p. 81. doi: 10.20473/ijosh.v5i1.2016.81-90.

Jaka Laksana, A. et al. (2020) ‘Analisis Resiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Operator Pengelasan (Welding) Bagian Manufakturing di PT X Tahun 2019’, Jurnal Kajian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat, 01, pp. 64–73. Available at: https://jurnal.umj.ac.id/index.php/AN-NUR.

Jauhari, L. et al. (2017) ‘Analisis Distribusi Tingkat Keparahan Keluhan Subjektif Musculoskeletal Diseases (MSDs) dan Karakteristik Faktor Tingkat Resiko Ergonomi pada Pekerja Kantor Asuransi’, Jurnal Info Kesehatan, 15(1), pp. 20–28. Available at: http://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/infokes%0AAnalysis.

Meilani, F., Asnifatima, A. and Fathimah, A. (2018) ‘Faktor-faktor Resiko Yang Mempengaruhi Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada pekerja Operator Sewing DI PT Dasan Pan Fasific Indonesia Tahun 2018’, Promotor Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 1(1), pp. 62–67. Available at: http://ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/PROMOTOR/article/view/1429.

Novianti, M. D. and Tanjung, S. (2016) ‘Analisis Perbaikan Postur Kerja Operator Pada Proses’, Seminar Nasional Sains dan Teknologi, (November 2016), pp. 1–11.

Nur, R. F., Lestari, E. R. and Mustaniroh, S. A. (2016) ‘Analisis Postur Kerja pada Stasiun Pemanenan Tebu dengan Metode OWAS dan REBA, Studi Kasus di PG Kebon Agung, Malang’, Teknologi dan Manajemen Agroindustri, 5(1), pp. 39–45.

P2PTM Kemenkes RI (2018) Klasifikasi Obesitas setelah pengukuran IMT, Kementerian Kesehatan RI. Available at: http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/klasifikasi-obesitas-setelah-pengukuran-imt (Accessed: 18 November 2021).

Pratama, D. N. (2017) ‘Identifikasi Resiko Musculoskeletal Disorders(Msds) Pada Pekerja Pandai Besi’, The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 6(1), p. 78. doi: 10.20473/ijosh.v6i1.2017.78-87.

Purnomo, H. (2017) Manual Materials Handling, Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta. doi: 10.1002/9781119276531.ch3.

Santosa, A. and Ariska, D. K. (2018) ‘Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Musculoskeletal Disorders pada Pekerja Batik di Kecamatan Sokaraja Banyumas’, Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Kesehatan, 16(1), pp. 42–46.

Shobur, S., Maksuk, M. and Sari, F. I. (2019) ‘FAKTOR RESIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA TENUN IKAT DI KELURAHAN TUAN KENTANG KOTA PALEMBANG’, Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan), 6(2), pp. 113–122. doi: 10.36743/medikes.v6i2.188.

Sumardiyono et al. (2018) ‘Faktor Resiko Kesehatan Kerja pada Pekerja Pembatik Tulis’, Prosiding SNST ke-9 Tahun 2018 Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim, pp. 7–12.

Tarwaka et al. (2004) Ergonomi Untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Poduktivitas Kerja. 1st edn. Surakarta: UNIBA PRESS.

Widiastuti, U. and Poetryono Dharmosamoedero, D. (2015) ‘PERAN ERGONOMI DALAM INDUSTRI TERHADAP KECELAKAAN KERJA BERDASARKAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs)’, Gaung Informatika, 8(3), pp. 199–210. Available at: http://jurnal.usahidsolo.ac.id/index.php/GI/article/view/300.

Wiranto, A. et al. (2019) ‘FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDER PADA PEKERJA PENGGILINGAN PADI KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA’, Jurnal Husada Mahakam, IV(8), pp. 439–452.

Downloads

Published

2021-12-18