DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEI LANGKAI KOTA BATAM
DOI:
https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i3.1902Keywords:
balita, determinan, stuntingAbstract
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu yang cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan kejadian stunting pada Balita di wilayah kerja Puskesmas Sei Langkai Kota Batam. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian Crossectional, menggunakan metode kuantitatif untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi, pemeriksaan ANC ibu pada saat hamil, riwayat pemberian tablet besi pada saat ibu hamil, pemberian ASI Ekslusif, pemberian MP ASI dengan kejadian stunting pada anak Balita. Lokasi penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Sei Langkai Kota Batam. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada Balita di wilayah kerja Puskesmas. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemeriksaaan ANC dengan kejadian stunting pada Balita di wilayah kerja Puskesmas. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian Tablet Fe dengan kejadian stunting pada Balita di wilayah kerja Puskesmas. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada Balita di wilayah kerja Puskesmas. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian MP ASI dengan kejadian pada Balita di wilayah kerja Puskesmas. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian stunting adalah pemberian ASI Ekslusif dengan Nilai Exp(B) 15,971, artinya responden dengan tidak diberikan ASI Esklusif mempunyai resiko 25,23 kali untuk mengalami stunting pada bayinya dibandingkan dengan yang diberikan ASI Ekslusif.References
Aobama PJ, Purwito D. (2020). “Determinan Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Klampok 2 Kabupaten Banjarnegara.” Jurnal Keperawatan Muhammadiyah 2(9): 95-185.
Arfines, Puspitasari. (2019). “ Hubungan Stunting dengan Prestasi Belajar Anak Sekolah Dasar di Daerah Kumuh Jakarta pusat.” Buletin Penelitian kesehatan 45(1): 45-52.
Destiadi, Nindya, Sumarni. (2019). “ Frekuensi Kunjungan Posyandu dan Riwayat Kenaikan Berat Badan Sebagai faktor Resiko Kejadian stunting pada Anak Usia 3-5 Tahun.” Media Gizi Indonesia 10(1): 71-75.
Dwi Prihati N, Rini Fitriani, Rosiana R, Ulfaz, Ibrahim Manda. (2020).“ Analisa faktor resiko kejadian gizi kurang pada balita di wilayah kerja puskesmas kecamatan pasarwajo kabupaten buton.”Jurnal keperawatan 4(2): 6-40.
Fatimah, Wirjatmadi. (2018). “Tingkat kecukupan Vitamin A, Seng dan Zat Besi serta Frekuensiu Infeksi pada Balita Stunting dan Non Stunting” Media Gizi Indonesia 13(2): 168-175.
Jannah. (2012). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan. ANDI OFFSITE. Yogyakarta.
Kemenkes RI. Riskesdas (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Kemenkes. Jakarta.
Kurniati PT, Sunarti. (2020). “Stunting dan Pencegahannya di Klaten.” Penerbit Lakeisha Indonesia. Jakarta.
Kemenkes RI. (2019). “ Panduan Orientasi Kader Posyandu. Direktorat Promosi Kesehat dan Pemberdaya Masyarakat Kementrerian Kesehatan RI.” Kemenkes 53(9): 19-20.
Kemenkes RI. SSGI 2021. “Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.” Kemenkes:1-220.
Larasati NN. (2018). “ Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 25-59 bulan di Posyandu Wilayah Puskesmas Wonosari II tahun 2017”Skripsi:1–104
Lestari, Dwihestie, LK. (2020). “ ASI Eksklusif Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Kota Subusslam Provinsi Aceh.” Jurnal Gizi Indonesia 10(2): 36–129.
Masyudi M, Mulyana M, Rafsanjani TM. (2019).“Dampak pola asuh dan usia penyapihan terhadap status gizi balita indeks BB/U.” Action Aceh Nutrisi 4(2):111.
Martorel. (2019). “Improved Nutrition In The First 1000 Days and Adult Human Capital and Health.” American Journal of Human Biology 29(2): 1-24.
Nurmalasari Y, Anggunan A, Febriany TW. (2020). “Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dan Pendapatan Keluarga Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-59 bulan diDesa Matara Ilir Kecamatan Seputih.” Survei Kebidanan Malahayati 6(2): 11–205.
Peraturan MKRI. Standar Antropometri Anak Nomer 2 Tahun 2020.Jakarta. 1-78.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. Peraturan pemerintah nomor 33 tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Ekslusif.
Rahmawati, Madanijah. (2019). “konseling oleh kader posyandu meningkatkan praktik ibu dalam pemberian makanan bayi dan anak usia 6-24 bulan didesa pangelaran kecamatan ciomas Bogor .” Buletin Gizi Indonesia 42(1): 11-22.
Sampe SA, Toban RC, Madi MA. (2020). “ Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita.”Jurnal Kesehatan Sandi Husada. 11(1): 55-448.
Supariasa, I.D.N., Bakri, B., Fajar I. (2014).“ Penilaian Status Gizi Edisi 2 Jakarta.” Penerbit Buku Kedoktera.1-263.
Sumiaty. (2017). “ Pengaruh faktor ibu dan pola menyusui terhadap stunting baduta 6-23 bulan.” Jurnal ilmiah bidan 2(2): 1-8.
Thamaria. (2017). Penilaian status gizi.Badan Pengembangan dan Pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan Jakarta.
Thurow. (2019). “ The First 1000 days.Acrucial time for mothers and children and the world. “breasfeeding medicine 11(8): 416-418.
Torlesse, Cronin, Sebayang, Nandy. (2019). “Determinan of Stunting in indonesia children. Evidence from a Cross sectional survey indicate a prominent role for the water, sanitation and hygiene sector in stunting reduction.” BMC Publick Health. 16 (1):1-11.
Wardita Y, Suprayitno E, Kurniyati EM. (2021). “ Determinan Kejadian Stunting pada Balita. “ Jurnal Ilmu Kesehatan 6 (1) :7-12.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Harsanji Pratomo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







