EDUKASI PEMANFAATAN DAUN WARU (Hibiscus tiliaceus L.) SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN TRADISIONAL UNTUK KESEHATAN MASYARAKAT
DOI:
https://doi.org/10.31004/cdj.v6i6.53321Keywords:
Daun Waru, Edukasi Kesehatan, Pengabdian MasyarakatAbstract
Pengobatan penyakit infeksi cenderung membutuhkan antibiotik, namun penggunaan antibiotik yang berlebihan dan tidak sesuai dengan prosedur pemakaian akan menyebaban terjadinya resistensi, maka diperlukan alternatif lain selain antibiotik. Pemanfaatan tanaman herbal sebagai alternatif pengobatan tradisional telah menjadi bagian penting dalam budaya masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah daun waru (Hibiscus tiliaceus L.), yang memiliki kandungan bioaktif seperti flavonoid, saponin, dan tanin dengan potensi farmakologis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan tanaman bahan alam daun waru serta cara pengolahannya yang aman dan efektif sebagai obat tradisional. Metode yang digunakan berupa penyuluhan, demonstrasi, dan edukasi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan minat masyarakat dalam menggunakan daun waru secara bijak. Edukasi seperti ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Pada akhir pelaksanaan diadakan evaluasi dan perbaikan. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan proses yang ditunjukkan dengan kehadiran peserta mencapai 80%. Peningkatan pengetahuan sebesar 70% dan sebanyak 90% peserta telah memiliki pengetahuan dalam memilih obat tradisional yang aman digunakan.References
Rahayu, T. (2019). Tumbuhan Obat Keluarga dan Manfaatnya. Yogyakarta: Deepublish.
Nurhasanah, E., & Wulandari, S. (2021). Aktivitas antibakteri ekstrak daun waru. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 8(2), 45–52.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Potensi Tanaman Obat di Indonesia. Jakarta: Balitbangkes.
Alamsyah, A. G., Sari, P. M., Hidayati, C., Lestari, Z., & Indra, A. P. (2022). Pemanfaatan Ekstra Daun Kelor (Moringacae olievera) Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita di Desa Cinta Rakyat Percut Sel Tuan. MODELING: Jurnal Program Studi PGMI, 9(4), 39–47.
Flora, R., Zulkarnain, M., Fajar, N. A., Hasyim, H., Yuliana, I., Nisya, K., Martini, S. (2022). Pemanfaatan Tanaman Lokal Sebagai Pangan Fungsional Bagi Balita Stunting. Prosiding Avoer, 14(1)
Hidayah A, Amananti W, Febriyanti R. (2020). ‘Skrining Fitokimia Daun Waru
(Hibiscus tiliaceus L.) di Kawasan Brebes, Tegal, dan Pemalang’. Jurnal
Ilmiah Farmasi. 10 (10). pp. 1-7
Marwanti, S., Pardono, P., Suryandari, R. T., & Sutirto, T. W. (2018). Pengembangan Biofarmaka Berbasis Masyarakat di Kabupaten Klaten. Prosiding APC (Annual Pharmacy Conference), 3.
Sudrajat, H dan Azar, F. (2011). Uji aktivitas antifungi minyak atsiri rimpang temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) secara in vitro terhadap Candida albicans. Publikasi Ilmiah, Unwahas.
Qamari, M. Al, Tarigan, D. M., & Alridiwirsah. (2017). Budidaya Tanaman Obat & Rempah (M. O. Mulya (ed.)). UMSU Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Herlani Risda, Riyandi Isep

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










