This is an outdated version published on 2023-12-20. Read the most recent version.

STUDI LITERATUR EFEK KESEHATAN TERHADAP PAJANAN FLOUR DUST PADA PEKERJA INDUSTRI TEPUNG

Authors

  • Abdul Kadir Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia
  • Stevan Deby Anbiya Muhammad Sunarno Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v6i1.3269

Abstract

Bread products are a useful source of nutrients as a food source. Bread is made with flour as the main raw material which has hazards and risks to health depending on the duration and concentration of exposure and its microbial in it. Health complaints that are often experienced by baker workers are asthma, sensitization, conjunctivitis and skin problems. Literature study was carried out in this study using the PRISMA method on 9 relevant articles. In Ethiopia, bakery workers had higher health complaints compared to the control group. Milling mill workers had chronic symptoms such as 58.3%. In Italy, exposure to breadcrumb dust exceeds the threshold value and results in nasal inflammation and allergies. In Thailand there is evidence to support that flour dust can cause asthma. In France, flour dust may cause head and neck squamous cell cancer. In Egypt, exposure to flour dust increases the risk of workers' respiratory symptoms and disorders. The studies that have been carried out confirm that flour dust and its microbes can cause health problems for workers in the flour industry. Control of health impacts can be carried out by implementing controls starting from elimination/substitution, engineering, administration and use of personal protective equipment, especially those that protect respiratory function.   Keywords: Workers, Flour, Asthma, Sensitization, Skin disorders, Hierarchy of control   ABSTRAK Produk roti merupakan sumber nutrisi yang bermanfaat sebagai sumber makanan. Roti dibuat dengan bahan baku utama tepung yang memiliki bahaya dan risikonya terhadap kesehatan tergantung dari durasi dan konsentrasi pajanan serta mikroba di dalamnya. Keluhan kesehatan yang sering dialami pekerja pembuat roti adalah asma, sensitisasi, konjungtivitas dan masalah kulit. Literatur studi dilakukan dalam penelitian ini dengan metode PRISMA pada 9 artikel yang relevan. Di Ethiopia, pekerja roti memiliki keluhan kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol.Pekerja pabrik penggilingan tepung memiliki gejala kronis pernapasan sebesar 58,3%. Di Italia, pajanan debu tepung roti melebihi nilai ambang batas dan mengakibatkan peradangan hidung dan alergi. Di Thailand didapatkan ada bukti yang mendukung bahwa debu tepung dapat menyebabkan asma. Di Perancis, debu tepung berpotensi menyebabkan kanker sel skuamosa kepala dan leher. Di Mesir, pajanan debu tepung meningkatkan risiko gejala dan gangguan pernapasan pekerja. Penelitian-penelitian yang telah dilakukan mengkonfirmasi bahwa debu tepung serta mikrobanya dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada pekerja di industri tepung. Pengendalian terhadap dampak kesehatan bisa dilakukan dengan menerapkan hierarki pengendalian dimulai dari eliminasi/subtitusi, rekayasa teknik, administrartif dan penggunaan alat pelindung diri khususnya yang melindungi fungsi pernapasan.   Kata kunci: Pekerja, Tepung, Asma, Sensitisasi, Gangguan kulit, Hierarki pengendalian

Downloads

Published

2023-12-20

Versions

How to Cite

Kadir, A., & Sunarno, S. D. A. M. . (2023). STUDI LITERATUR EFEK KESEHATAN TERHADAP PAJANAN FLOUR DUST PADA PEKERJA INDUSTRI TEPUNG. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 6(1), 502–515. https://doi.org/10.31004/prepotif.v6i1.3269

Issue

Section

Articles