FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NARAPIDANA REMAJA PUTRA MELAKUKAN SEXUAL HARRASMENT DI LP KELAS II B KOTA PEKANBARU

Authors

  • Erlinawati Erlinawati Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Riza Hasanah Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

DOI:

https://doi.org/10.31004/prepotif.v1i1.283

Keywords:

Pornography Exposure, Environmental, Peer Influence, Sexual harrasment

Abstract

Sexual harassment (sexual harassment) occur due to several contributing factors that exposure to pornography, environment and peer influence. Where a state of their desire to perform sexual harrrasment who supported the state and provoked by the influence of friends at the time. Based on data from the LP Class II B Pekanbaru City in 2013, cases of sexual abuse committed by a group of teenagers category there were 24 people. Whereas in 2014 cases of sexual abuse committed by a group of teenage category, there were 34 people. This illustrates that an increasing number of sexual offenders in the city of Pekanbaru. The purpose of this study was to determine the factors that influence young inmates in doing sexual harrasment at LP II Class B Pekanbaru. This study design was cross-sectional. The population is all young inmates in II Class B LP Pekanbaru City with a total sample of 72 people and the sampling technique with a total sampling. The survey results revealed an association of exposure pornography, environmental and peers with the incidence of sexual harrasment with p value (0.022, 0.008, and 0.019) it explains the correlation of these factors with the incidence of sexual harrasment. It is expected that the prison can cooperate with health workers in providing information about the impact of sexual harrasment, so the inmates related sexual problems harrasment be aware of the fault on all of that and do not want to do sexual harrasment when they were released from prison later

References

Arlian. (2008). Permasalahan penduduk khusus remaja. Diperoleh dari www. ceria.com.Permasalahan- penduduk- khusus- remaja.

Bkkbn. (2012). Buk usuplemen bimbingan teknis kesehatan reproduksi: pelecehan seksual. Jakarta. Bina Pustaka

Candra. (2012).Gambaran perilaku seksual di sekolah menengah kejuruan. Diakses pada 19 April 2015. Diperoleh dari: /http//kumpulan-jurnal-kesehatan.

Dayli. (2012).Pelecehan seksual pada remaja. Diaksespada 19 Januari 2015.Diperoleh dari:/http//kumpulan-jurnal-kesehatan.

Dianawati. (2006). Mendidik anak tentang seksual. Jakarta : Bina Pustaka

Desi dan Yulian. (2010). Komunikasi orang tua dan perilaku seksual remaja sekolah Menegah Kejuruan Dikota Baturaja, Diakses pada 29 januari 2015. Diperoleh dari: /http//pdf. Kumpulan-jurnal-kesehatan.

Emi dan Irmayani. (2014). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja Kelas II Di SMA Negeri 8 Mandai – Maros,makassar. Diaksespada 29 januari 2015. Diperoleh dari: /http//pdf. Kumpulan-jurnal-kesehatan.

Halimah. (2008). Penelitian remaja. Diaksespada 19 Januari 2014. Diperoleh dari :/http//kumpulan-jurnal-kesehatan.

Hotima. (2011). Wanita dimata hukum. Jakarta: Bina Pustaka Intan.

Intan. (2010). Pendidikan seks pada remaja. Jakarta : Bina Pustaka

Jhonson. (2010). Pelecehan seksual pada remaja. Diaksespada 19 Januari 2014. Diperoleh dari :/http//kumpulan-jurnal-kesehatan.

Kholid. (2013), Promosi kesehatan. Jakarta: Bina Pustaka

KPAI. (2014). Kasus kekerasan seksual pada anak. Diakses pada 20 januari 2015. Diperoleh dari: /http//pdf.com

Kumalasari & Andhyantoro. (2011). Kesehatan reproduksi. Jakarta: Salemba Medika

Miron. (2006). Bicara soal cinta, pacaran, dan seks kepada remaja. Jakarta: Sagung Seto

Marmi. (2012). Kesehatan reproduksi. Jakarta: Pustaka Pelajar

Notoatmodjo. (2010). Metodelogi penelitian kesehatan. Jakarta: ECG

.(2009). Promosi kesehatan teori dan aplikasi. Jakarta: EGC

.(2007). Ilmu perilaku kesehatan. Jakara: EGC

Nursalam. (2007). Teknik pengambilan sampel. Jakarta: ECG

Pantiawati. (2011). Pendidikan seksual. Jakarta: ECG

Polresta Pekanbaru. (2014). Rekapitulasi pelecehan seksual pada anak.

Poltekes Depkes RI. (2010). Kesehatan remaja problema dan solusinya. Jakarta: Salemba Medika

Riwidikdo. (2008). Statistik kesehatan.Jakarta: Bumi Perkasa

Risma, Ayu dan Heni. (2006). Masalah seksualitas pada remaja. Diakse spada 20 Januari 2015. Diperoleh dari:/http//pdf.com

Sarwono, S. (2012). Psikologi remaja. Jakarta: Rajawali Press

Seliana. (2010). Seksualitas. Jakarta: Trans Info

Surbakti. (2009). Psikologi remaja. Jakarta: Erlangga

Setiyaningrum, dkk. (2014). Pelayanan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi. Jakarta: Trans Info Media

Setiawan& Saryono. (2010). Metodelogi penelitian kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika

Soetjiningsih. (2012). Kesehatan dan pendidikan reproduksi remaja. Bandung: Indopress

Yusmira. (2009).Pelecehan seksual pada remaja. Diaksespada 19 Januari 2014. Diperoleh dari:/http//kumpulan-jurnal-kesehatan.

Wawan, I & Dewi, S. (2010).Pengukuran pengetahuan, sikap dan tindakan. Jakarta: Nuha Medika

Wijaya, 2011.Pelecehan seksual pada remaja. Diakses pada 19 Januari 2014. Diperoleh dari:/http//kumpulan-jurnal-kesehatan.

Downloads

Published

2023-04-25

How to Cite

Erlinawati, E., & Hasanah, R. (2023). FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NARAPIDANA REMAJA PUTRA MELAKUKAN SEXUAL HARRASMENT DI LP KELAS II B KOTA PEKANBARU. PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 1(1), 95–106. https://doi.org/10.31004/prepotif.v1i1.283

Issue

Section

Articles