ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. Y DENGAN PENERAPAN TERAPI VOKAL AIUEO TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK DI RUANG KRISAN RSUD ARIFIN ACHMAD PEKANBARU
DOI:
https://doi.org/10.31004/s-jkt.v3i4.27025Keywords:
Stroke Hemoragik, Gangguan komunikasi verbal, Terapi vokal A,I,U,E,OAbstract
Salah satu bentuk terapi rehabilitasi gangguan kemampuan bicara (afasia) adalah denganmemberikan terapi wicara. Terapi wicara merupakan tindakan yang diberikan kepada individu yangmengalami gangguan komunikasi, gangguan berbahasa bicara, dan gangguan menelan. Terapi wicarayang digunakan dalam penelitian ini yaitu terapi vokal A,I,U,E,O. Terapi vokal AIUEO bertujuanuntuk memperbaiki ucapan supaya dapat dipahami oleh orang lain. Tujuan Karya Ilmiah Akhiradalah untuk menganalisis intervensi terapi vokal A,I,U,E,O untuk meningkatkan komunikasi verbalpada pasien stroke hemoragik. Metode penulisan KIAN ini adalah studi kasus dengan quasieksperimen intervensi terapi vokal A,I,U,E,O yang dilakukan pada pasien stroke hemoragik denganmasalah gangguan komunikasi verbal. Terapi ini dilakukan secara berulang dalam 2 kali sehariselama 7 hari dengan waktu pemberian 30 menit. Hasil dari implementasi selama 2 kali sehariselama 7 hari penerapan terapi vokal A,I,U,E,O dapat meningkatkan komunikasi verbal pada pasienstroke hemoragik dengan peningkatan skala komunikasi dari 11 menjadi 22. Kesimpulan terdapatpeningkatan skala komunikasi yang signifikan pada pasien stroke hemoragik setelah diberikan terapivokal A,I,U,E,O. Studi kasus ini dilakukan pada pasien stroke hemoragik dengan masalah gangguankomunikasi verbal, diharapkan peneliti selanjutnya dapat melakukan studi kasus yang mendalam danmenerapkan metode lain yang lebih efektif untuk meningkatkan komunikasi verbal.References
Emilia, et. al. 2022. Penerapan terapi A,I,U,E,O pada pasien dengan stroke untuk
meningkatkan kemampuan bicara, Palu: an idea health journal.
Muttaqin, A. (2018). Asuhan keperawatan klien dengan gangguan system persyarafan.
Jakarta: Salemba Medika.
Puspitasari, D. (2017). Pengaruh terapi AIUEO terhadap kemampuan komunikasi pada
afasia motorik pasien pasca stroke di kota Pontianak. Jurnal ProNers, 3(1).
Safitri, Y., Juwita, D. S., & Apriyandi, F. (2022). Pengaruh Terapi Musik Islami Terhadap
Kecemasan Pada Lansia Yang Mengalami Hipertensi Di Desa Batu Belah Wilayah
Kerja Puskesmas Air Tiris Kecamatan Kampar Tahun 2022. 6(23), 138–143.
Tim Pokja SDKI DPP PPNI. 2017. Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia Definisi dan
Indikator Diagnostik Edisi 1. Jakarta: Dewan Pengurus Pusat PPNI.
Tim Pokja SIKI DPP PPNI. 2017. Standar Intervensi Keperawatan Indonesia Definisi dan
Tindakan Keperawatan Indonesia Edisi 1. Jakarta: Dewan Pengurus Pusat PPNI.
Tim Pokja SLKI DPP PPNI. 2017. Standar Luaran Keperawatan Indonesia Definisi dan
Kriteria Hasil Keperawatan Edisi 1. Jakarta: Dewan Pengurus Pusat PPNI
Ulfa SM. Pemberian terapi A,I,U,E,O terhadap kemampuan bicara pada pasien stroke yang
mengalami afasia motorik di RSUD Salatiga. 2016.
Yuliyanto, et. al. 2021. Efektivitas terapi A,I,U,E,O terhadap kemampuan berbicara pasien
stroke non hemoragik dengan afasia motoric di kota metro, Jakarta: Cendikia muda.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Feby Anggraini, Nila Kusumayanti, Sarika Dewi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).