PENGARUH REBUSAN DAUN BINAHONG (ANREDERA CARDIFOLIA) TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA LANSIA DM TIPE II DI PUSKESMAS KOTA DATAR

Authors

  • flora sijabat Program Studi Keperawatan Universitas Sari Mutiara
  • Rinco Siregar Program Studi Keperawatan Universitas Sari Mutiara
  • Antonij Sitanggang Program Studi Keperawatan Universitas Sari Mutiara
  • Ryza Tiara Program Studi Keperawatan Universitas Sari Mutiara
  • Mido Ester J. Sitorus Program Studi Kesehatan Masyarakat , Direktorat Pascasarjana Universitas Sari Mutiara Indonesia

Keywords:

Rebusan Daun Binahong, Gula Darah Puasa, Lansia, Saponin

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit metabolik yang terjadi akibat kerusakan pada sekresi insulin dan kerja insulin yang dapat diukur dengan melihat kadar glukosa dalam darah. Daun binahong memiliki kandungan saponin yang mempunyai aktivitas seperti insulin, dapat menghambat lipolisis, dan meningkatkan pengambilan glukosa oleh sel adipose. Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh rebusan daun binahong terhadap kadar gula darah pada lansia DM tipe II di Puskesmas Kota Datar Kec. Hamparan Perak. Penelitian ini merupakan penelitian quasi-experiment dengan rancangan pre and post test only one group design pada 22  lansia di Puskesmas Kota Datar Kec. Hamparan Perak dengan diberikan rebusan daun binahong dan intervensi dilakukan selama 14 hari. Metode paired-test digunakan untuk menganalisis uji beda pengaruh rebusan daun binahong terhadap kadar gula dalam darah lansia sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian didaptkan rata-rata kadar gula dalam darah lansia DM tipe II sebelum diberikan rebusan daun binahong adalah 182,41 mg/dl dengan nilai SD 31,304, dan kadar gula darah terendah 89 mg/dl dan tertinggi 201 mg/dl. Dan rata-rata kadar gula dalam darah lansia DM tipe II setelah diberikan rebusan daun binahong adalah 151,82 dengan nilai SD 31,304, dan kadar gula darah terendah 89 mg/dl dan tertinggi 201 mg/dl. Terdapat  perbedaan  yang signifikan kadar gula dalam darah pada lansia DM tipe II di Puskesmas Kota Datar Kec.  Hamparan  Perak dengan nilai P=0.001 (α<0.05). Terjadi penurunan kadar gula dalam darah pada lansia DM tipe II. Kesimpulan: Pemberian rebusan daun binahong dapat menurunkan kadar gula dalam darah lansia DM tipe II di Puskesmas Kota Datar Kec. Hamparan Perak.

References

ADA (American Diabetes Association). 2010. Standards of Medical Care in Dia betes – 2010. Diakses melaluicare. Diabetes journals.orgpada 12 Juli 2018.

Indri,WM., Addeane,. 2016. Uji Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia) Terhadap kadar Gula Darah Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar ( Rattus norvegicus) yang Diinduksi Sukrosa. Jurnal Ilmiah Farmasi. Volume 2. Nomor 1.

Imam,. Riyanti,. 2015. PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN

BINAHONG (Anredera cordifolia) DALAM AIR MINUM TERHADAP BOBOT HIDUP, BOBOT KARKAS DAN GIBLET BROILER. Jurnal

Ilmiah Peternak Terpadu. Volume 3. Nomor 26. Lampung.

Kementrian Kesehatan RI. 2015. “INFODATIN Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI Pembinaan Kesehatan Olahraga di Indonesia“.

Kementrian Kesehatan RI. 2016.”Panduan Pelaksanaan Hari Diabetes Sedunia”.

Kemenkes RI. 2016. Menkes: Mari Kita Cegah Diabetes Dengan Cerdik. http://www.depkes.go.id/article/print/1 6040700002/menkes-mari-kita-cegah- diabetesdengan-cerdik.html . Diakses tanggal 20 September 2017.

Kementrian Kesehatan RI. 2018. “INFODATIN Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI Hari Diabetes Sedunia”.

Khairani. 2019. “Hari Diabetes Sedunia Tahun 2018.”Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI: 1–8.

Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). (2015). Konsensus Pengolahan Dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Indonesia. Jakarta: PB. PERKENI.

Pertiwi, I. 2015. Hubungan Dukungan Pasangan Dan Efikasi Diri Dengan Kepatuhan Menjalani Pengobatan Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II. Surakarta: Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah.

Riskesdas. 2018. Kementerian Kesehatan RI. Badan Penelitan dan Pengembangan Kesehatan.

Restyana Noof F.2015.”DIABETES MELITUS TIPE 2”.J.Majority. Vol.4.No.5.

Rachmawati, C. (2015). Gambaran Kontrol dan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran. Semarang: Universitas Diponegoro.

Restada, E.J. 2016. Hubungan Lama Menderita dan Komplikasi Diabetes

Melitus dengan Kualitas Hidup pada Penderita Diabetes Melitus di Wilayah Puskesmas Gatak Sukoharjo.Skripsi. Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Sugiharso, M.A. 2016. Hubungan Disfungsi Ereksi Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Terhadap Kualitas Hidup Di Poliklinik Penyakit Dalam RSUP Sanglah Provinsi Bali. EJurnal Medika, Vol. 5 No.6, Juni 2016.

Umar. 2016. Kandungan Senyawa Saponin pada Daun, Batang dan Umbi Tanaman Binahong (Anredera cordifolia). Planta Tropika Journal of Agro Science. Vol 4. No 1.

Walujani, Atika. 2015. “DIABETES MELITUS TIPE 2” J. Majority. Vol.4.No.5.

Waluyan, EW.N., Sekeon, S.A.S dan Kawatu, P.A.T. 2016. Hubungan Durasi Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan Gangguan Fungsi Kognitif Pada Penderita Diabetes Mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Bhayangkara tk. III Manado.Fakultas. Jurnal IKMAS Volume 8, Nomor 3 (2016).

Downloads

Published

2021-12-25