Hubungan Antara Peningkatan Berat Badan Dengan Persepsi Body Image Pada Akseptor KB Suntik 3 Bulan di Wilayah Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten
DOI:
https://doi.org/10.31004/jn.v10i2.56277Abstract
Latar Belakang: Program Keluarga Berencana (KB), khususnya kontrasepsi suntik Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA), banyak digunakan di Indonesia karena efektif mencegah kehamilan, namun berisiko meningkatkan berat badan yang dapat memengaruhi persepsi body image dan kesehatan psikologis pengguna. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional pada 150 ibu akseptor KB suntik 3 bulan di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, yang dipilih secara purposive sampling dari tiga fasilitas kesehatan. Peningkatan berat badan diukur menggunakan timbangan digital, sedangkan persepsi body image diukur dengan kuesioner standar yang telah divalidasi. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara peningkatan berat badan dan persepsi body image (p = 0,000; OR = 0,046), yang menunjukkan bahwa akseptor yang mengalami peningkatan berat badan memiliki peluang lebih kecil untuk memiliki persepsi body image positif dibandingkan yang tidak mengalami peningkatan. Kesimpulan: Peningkatan berat badan pada akseptor KB suntik 3 bulan berhubungan secara signifikan dengan persepsi body image negatif, sehingga diperlukan edukasi, konseling, dan pemantauan berat badan secara rutin dalam pelayanan KB untuk mendukung kesehatan fisik dan penerimaan diri akseptor.Downloads
Published
2026-03-31
How to Cite
Khairiah, R., Asih , C. M. M., Maesaroh, M., & Murniati, N. (2026). Hubungan Antara Peningkatan Berat Badan Dengan Persepsi Body Image Pada Akseptor KB Suntik 3 Bulan di Wilayah Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten. Jurnal Ners, 10(2), 4360–4365. https://doi.org/10.31004/jn.v10i2.56277
Issue
Section
Articles
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ners

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms: Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).






