Pengaruh Preeklampsia Berat terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSUD Balaraja Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.31004/jn.v10i2.56214Abstract
Latar Belakang: Preeklampsia berat merupakan salah satu komplikasi hipertensi dalam kehamilan yang dapat menyebabkan gangguan perfusi plasenta dan berdampak pada pertumbuhan janin. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya berat badan lahir rendah (BBLR). Tujuan: Menganalisis pengaruh preeklampsia berat terhadap kejadian berat badan lahir rendah di RSUD Balaraja Tahun 2025. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 126 ibu bersalin dengan teknik total sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05 serta perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil: Sebanyak 50% ibu mengalami preeklampsia berat dan 42,1% bayi lahir dengan BBLR. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat pengaruh yang bermakna antara preeklampsia berat dengan kejadian BBLR (p = 0,000; p < 0,05). Nilai Odds Ratio sebesar 129,6 menunjukkan bahwa ibu dengan preeklampsia berat memiliki risiko jauh lebih tinggi melahirkan bayi BBLR dibandingkan ibu tanpa preeklampsia berat. Kesimpulan: Preeklampsia berat berpengaruh signifikan terhadap kejadian BBLR. Deteksi dini dan penatalaksanaan optimal pada ibu hamil dengan preeklampsia berat diperlukan untuk menurunkan risiko komplikasi neonatal.Downloads
Published
2026-03-31
How to Cite
Rochmawati, L., & Umairo, G. (2026). Pengaruh Preeklampsia Berat terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSUD Balaraja Tahun 2025. Jurnal Ners, 10(2), 4225–4229. https://doi.org/10.31004/jn.v10i2.56214
Issue
Section
Articles
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ners

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms: Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).






