Hubungan Morfologi Oosit dengan Angka Fertilisasi dan Kualitas Embryo Pada Program Fertilisasi In VitrO
DOI:
https://doi.org/10.31004/jn.v10i2.56144Abstract
Infertilitas masih menjadi masalah kesehatan reproduksi yang signifikan, dan keberhasilan program in vitro fertilization (IVF) dipengaruhi oleh kualitas gamet, khususnya morfologi oosit. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan morfologi oosit dengan angka fertilisasi serta kualitas embrio pada tahap pembelahan hari ke-3 dan blastokista hari ke-5. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain analitik komparatif menggunakan data sekunder pasien IVF di Blastula IVF Center Siloam Sriwijaya Palembang periode Maret 2021–Desember 2024. Sampel terdiri dari 213 pasien yang dipilih dengan teknik consecutive sampling. Variabel bebas meliputi parameter morfologi oosit (sitoplasma, polar bodi, ruang perivitelline , zona pelusida, dan bentuk oosit), sedangkan variabel terikat adalah angka fertilisasi dan kualitas embrio. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi dengan ruang perivitelline dan zona pelusida berhubungan signifikan dengan angka fertilisasi (p < 0,05). Pada kualitas embrio hari ke-3, ruang perivitelline dan bentuk oosit menunjukkan hubungan bermakna, sedangkan pada tahap blastokista hari ke-5 tidak ditemukan hubungan signifikan antara morfologi oosit dan kualitas embrio. Kesimpulannya, pengaruh morfologi oosit lebih dominan pada tahap awal perkembangan embrio dibandingkan tahap blastokista.Downloads
Published
2026-03-31
How to Cite
Angella, G., Legiran, L., & Effendi, Y. (2026). Hubungan Morfologi Oosit dengan Angka Fertilisasi dan Kualitas Embryo Pada Program Fertilisasi In VitrO. Jurnal Ners, 10(2), 4032–4041. https://doi.org/10.31004/jn.v10i2.56144
Issue
Section
Articles
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ners

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms: Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).






