Perkembangan Anak Tuna Grahita di SLB Bangkinang

Authors

  • Putri Eka Sudiarti Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Zurrahmi Z.R Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Devi Eka Safitri Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Wanda Arge Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

DOI:

https://doi.org/10.31004/jn.v10i1.55792

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perkembangan anak tunagrahita di SLB Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan rancangan cross sectional, melibatkan 40 orang tua anak tunagrahita yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi perkembangan anak tunagrahita dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang tua berada pada rentang usia 30–40 tahun, berpendidikan SMA, dan sebagian besar bekerja sebagai ibu rumah tangga. Pola asuh yang paling banyak diterapkan adalah pola asuh demokratis, diikuti oleh permisif, otoriter, dan penelantar. Dari sisi perkembangan anak, lebih dari separuh anak memiliki perkembangan motorik kasar, motorik halus, serta sosial dan bahasa yang masih berada dalam kategori tidak normal. Secara keseluruhan, hanya sebagian kecil anak yang memiliki perkembangan normal, sementara mayoritas masih tergolong tidak normal. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan peran orang tua, stimulasi perkembangan yang terstruktur, serta dukungan program intervensi di sekolah untuk mengoptimalkan perkembangan anak tunagrahita di SLB Bangkinang.

Downloads

Published

2026-01-31

How to Cite

Sudiarti, P. E., Z.R, Z., Safitri, D. E., & Arge, W. (2026). Perkembangan Anak Tuna Grahita di SLB Bangkinang. Jurnal Ners, 10(1), 2678–2683. https://doi.org/10.31004/jn.v10i1.55792