Hubungan Sedentary Activity dengan Kesehatan Mental Mahasiswa
DOI:
https://doi.org/10.31004/jn.v10i2.55674Abstract
Sedentary activity merupakan salah satu pola perilaku yang semakin meningkat pada mahasiswa seiring dengan tuntutan akademik dan penggunaan teknologi yang intensif. Pola hidup yang kurang aktif ini diduga berkontribusi terhadap berbagai masalah kesehatan mental, khususnya depresi, kecemasan, dan stres. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas sedentari dengan tingkat kesehatan mental pada mahasiswa. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional terhadap 84 responden pada November 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner sedentary activity dan instrumen DASS-21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (54,8%) memiliki tingkat aktivitas sedentari rendah (< 2jam/hari). Sebagian besar mahasiswa berada pada kategori normal untuk depresi (81,0%) dan stres (70,2%), meskipun ditemukan prevalensi kecemasan yang cukup tinggi pada tingkat sedang hingga sangat berat. Hasil uji statistik menyimpulkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas sedentari dengan depresi, kecemasan, maupun stres. Meskipun demikian, perbedaan nilai mean rank mengindikasikan adanya kecenderungan penurunan kondisi psikologis pada kelompok dengan aktivitas sedentari tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan mental mahasiswa dipengaruhi oleh faktor yang bersifat kompleks dan multifaktorial.Downloads
Published
2026-02-28
How to Cite
Tiala, N. H., Agustanti, D., & Wahyudi, F. D. (2026). Hubungan Sedentary Activity dengan Kesehatan Mental Mahasiswa. Jurnal Ners, 10(2), 3792–3797. https://doi.org/10.31004/jn.v10i2.55674
Issue
Section
Articles
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ners

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms: Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).






