Ketidakseimbangan Kehidupan-Kerja Dan Kesejahteraan Psikologis Terhadap Keterikatan Kerja Dokter Umum Makassar

Authors

  • Alif Nur Ramadhan Universitas Tamalatea Makassar
  • Rahmawati Azis Universitas Tamalatea Makassar
  • Muhammad Syafar Universitas Tamalatea Makassar

DOI:

https://doi.org/10.31004/jn.v10i2.55619

Abstract

Abstrak Ketidakseimbangan kehidupan-kerja (work-life imbalance/WLI) semakin sering dialami dokter umum Generasi Z yang menghadapi beban kerja tinggi, jadwal tidak teratur, dan fase transisi karier awal, sehingga berpotensi menurunkan kesejahteraan psikologis (psychological well-being/PWB) dan keterikatan kerja (work engagement/WE). Penelitian ini menganalisis pengaruh WLI terhadap PWB serta peran mediasi PWB pada hubungan WLI dan WE pada dokter umum di Kota Makassar. Desain penelitian kuantitatif potong lintang (cross-sectional) digunakan pada 60 responden berusia 24–28 tahun yang dipilih dengan purposive sampling. WLI diukur menggunakan adaptasi Work Family Conflict Scale (9 item; Likert 1–5), PWB menggunakan Ryff’s PWB Scale versi pendek (12 item; 4 dimensi; Likert 1–6), dan WE menggunakan Utrecht Work Engagement Scale (UWES-9; Likert 0–6). Analisis mencakup korelasi Pearson, regresi linier, serta uji mediasi (path analysis) dengan bootstrapping. Hasil menunjukkan WLI berhubungan negatif signifikan dengan PWB (r = -0,38; p < 0,01) dan WE (r = -0,295; p < 0,05). PWB berpengaruh positif signifikan terhadap WE (β = 0,51; p < 0,001). Uji mediasi menunjukkan efek tidak langsung WLI terhadap WE melalui PWB signifikan (β = -0,193; p = 0,008), sedangkan efek langsung tetap signifikan (β = -0,295; p = 0,021), menandakan mediasi parsial dengan kontribusi 46,3%. Hanya 25% responden memiliki keterikatan kerja tinggi. Kata Kunci: Ketidakseimbangan Kehidupan-Kerja, Kesejahteraan Psikologis, Keterikatan Kerja, Dokter Umum, Generasi Z, Makassar.

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Ramadhan, A. N., Azis, R., & Syafar, M. (2026). Ketidakseimbangan Kehidupan-Kerja Dan Kesejahteraan Psikologis Terhadap Keterikatan Kerja Dokter Umum Makassar. Jurnal Ners, 10(2), 3755–3765. https://doi.org/10.31004/jn.v10i2.55619

Issue

Section

Articles